Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Cara Membuat Taman Tangga Eksterior

Cara Membuat Taman Tangga Eksterior
Tangga yang berada di luar ruang atau tangga eksterior pada umumnya selalu tampil polos tanpa diberi hiasan atau ornament. Meski diberi ornament, biasanya diletakan pada bagian pinggir berupa pagar pengaman atau pot untuk meletakan tanaman hias. Karena jika diletakan pada bagian tengah, tentu tangga yang berfungsi sebagai akses untuk masuk dan keluar rumah tidak bisa berfungsi secara maksimal.

Jadi keindahan tempat yang ada di bagian tengah tangga hanya bisa ditampilkan melalui desain dari susunan lantai yang digunakan atau element penutup yang biasanya berupa karpet. Namun sayangnya khusus untuk karpet, bahan ini punya kelemahan karena hanya bisa dipakai pada waktu tertentu saja. Jika terjadi hujan atau sinar matahari terlalu panas dan terik, karpet harus segera digulung untuk menghindari kerusakan atau warna yang pudar. Apalagi jika tangga ini tidak punya pelindung atap. Hal ini tentu menjadi satu hal yang tidak praktis.

Meski tidak ada element lain untuk memperindah tampilan tangga, bukan berarti kita boleh menyerah begitu saja. Kita harus tetap mencari konsep yang berbeda sehingga tangga tersebut bisa tampil dengan indah secara maksimal. Salah satu cara yang bisa diterapkan yaitu memberi tanaman hias pada dinding tangga yang berada diantara trap yang satu dengan trap yang lain.

Cara membuat taman tangga eksterior tentu berbeda dengan ketika membuat taman yang ada di atas pemukaan tanah biasa. Namun secara konsep sebenarnya tidak jauh berbeda ketika kita membuat taman pada dinding. Jenis tanaman yang digunakan sama yaitu jenis tanaman rambat yang arah tumbuhnya bisa melekat pada dinding. Jadi kita tinggal menaruh tanaman tersebut di sela-sela dinding trap pada tangga.

Setelah menutup tanaman tersebut menutup secara penuh kita tinggal memotong pada beberapa bagian tertentu agar terlihat rapi dan tidak mengenai lantai tangga. Jika ditata dengan konsep yang baik, warna hijau alami pada daun tanaman ini mampu menjadikan tampilan tangga terlihat lebih cantik serta unik.

Jika ingin memunculkan warna yang lebih indah dan variatif, ada cara lain yang bisa diterapkan. Yaitu dengan mengganti tanaman rambat tersebut dengan tanaman lain sejenis kerokot yang bisa memunculkan bunga-bunga kecil. Namun tanaman jenis ini tidak bisa ditempelkan begitu saja pada dinding. Kita harus menggunakan teknik yang lain.

Yang pertama, dinding pada tangga tidak perlu diberi lapisan penutup atau aci. Sebagai gantinya, ditempat tersebut diberi garis yang berbentuk garis-garis kecil dari bahan semen dicampur pasir dengan ukuran tebal sekitar dua hingga empat sentimeter. Usahakan sudut pada garis ini punya kemiringan sekitar empat puluh derajat. Tujuannya adalah agar media tanam yang ditempatkan bisa menempel dan tidak mudah jatuh ke bawah.
Selain itu garis ini harus dibuat putus-putus. Setiap garis punya ukuran sekitar sepuluh hingga lima belas sentimeter, lalu jarak antar garis adalah satu atau dua sentimeter saja. Kemudian untuk jarak garis antara yang ada di bawah dan atas adalah empat sampai enam sentimeter.

Tujuan dari penggunaan garis-garis putus ini adalah sebagai saluran pembuangan air. Kemudian agar tanah yang digunakan untuk menanam nanti tidak mudah jatuh, selain membuat sudut garis yang miring, susunan garisnya dibuat secara berselang-seling seperti ketika kita menata batu bata pada dinding.

Setelah garis tersebut jadi dan kering, bisa ditutup dengan tanah yang sudah diberi kompos atau bahan penyubur tanaman yang lain. Kemudian tanaman kerokot bisa diletakan di dalam susunan garis-garis tersebut. Maka jadilah taman tangga yang cantik dan eksentrik. Taman yang ada di tangga ini terlihat makin indah jika kita bisa memilih membuat paduan warna dari bunga-bunga yang mekar.

Sumber gambar : http://henhurst.blogspot.com

 

Artikel Lainnya :