Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Tips dan Keuntungan Menggunakan Keramik Komposit

Tips dan Keuntungan Menggunakan Keramik Komposit
Selain dari beton, saat ini ada bahan alternatif lain untuk membuat konstruksi dan struktur lantai dan dinding yaitu keramik komposit atau sering disebut dengan keraton singkatan dari keramik komposit beton. Meski di Indonesia penggunaannya belum begitu popular namun di luar negeri bahan ini sudah mulai memasyarakat dan banyak dipakai untuk membuat bangunan rumah.

Bahan utama pembuatan keramik komposit ini adalah tanah liat yang diproses dengan suatu cetakan dan dibentuk sedemikian rupa sehingga menghasilkan beberapa lubang atau rongga pada bagian dalamnya. Rongga ini menjadikan keramik tersebut punya bobot yang lebih ringan. Hal ini menjadikan beban yang harus ditanggung oleh konstruksi juga menjadi tidak begitu berat.

Dibandingkan dengan beton biasa atau masif, terdapat beberapa keuntungan menggunakan keramik komposit. Sebagaimana telah disebutkan, rongga atau lubang yang berada di bagian dalam keramik komposit ini bisa menjadikan bobontnya lebih ringan. Jika beton massif dalam ukuran satu meter persegi punya ukuran berat sekitar 288 kilogram, namun untuk keraton hanya punya berat sekitar 130 hingga 150 kilogram saja. Selain dari rongga, bobot yang jauh lebih ringan ini juga karena menggunakan bahan dari tanah liat.

Bobot yang ringan ini menjadikan bahan keramik komposit punya resiko yang lebih kecil jika terjadi bencana gempa. Karena bentuk runtuhan yang jatuh tidak punya ukuran yang besar dan berat namun hanya berbentuk element-element yang kecil-kecil saja. Sehingga jika mengenai tubuh seseorang tidak akan menimbulkan akibat yang fatal.

Jika menggunakan keramik komposit, dana yang harus dikeluarkan juga jauh lebih hemat. Pada keramik komposit, tebal lapisan beton yang dibutuhkan hanya sekitar satu hingga tiga sentimeter saja untuk menutup celah antara satu keramik dengan keramik yang lain. Selain itu tulang baja yang dibutuhkan juga lebih sedikit karena hanya memakai tulang yang searah saja. Tulang baja untuk membuat ikatan konstruksi tidak dibutuhkan.

Selain itu waktu pengerjaan memasang keramik komposit juga lebih singkat karena tidak perlu membuat cetakan lagi. Cetakan hanya dibuat pada bagian pinggir atau ujung saja. Demikian pula dengan penahan atau bekistingnya, juga tidak dibutuhkan. Jadi meski pekerjaan pemasanngan keramik komposit ini belum selesai dikerjakan, kita bisa melakukan pekerjaan lain di lantai yang berada di bawah keramik.

Agar bisa keramik komposit ini bisa menjalankan fungsinya dengan maksimal, ada beberapa tips yang perlu diketahui. Misalnya keramik ini hanya cocok dipakai untuk dak yang punya bentuk persegi saja. Untuk dak yang punya bentuk persegi panjang, bahan ini kurang cocok dipakai.

Kemudian sebelum digunakan, sebaiknya bahan ini direndam lebih dulu di dalam air dengan ukuran waktu sekitar tiga jam. Setelah itu keramik komposit bisa dipasang satu demi satu hingga sesuai dengan ukuran panjang yang dibutuhkan, kemudian pada bagian bawahnya diberi lapisan dari semen dan pasir.

Sedangkan pada bagian yang cekung atau di atas, juga ditutup dengan adonan semen. Dan diberi tulang besi yang memanjang pada sisi kiri dan kanan. Tulang ini kemudian juga ditutup dengan semen dan dikeringkan selama kurang lebih tiga atau empat hari. Sedangkan komposisi atau perbandingan adonan yang paling bagus yaitu satu berbanding tiga. Satu untuk semen sedangkan tiga untuk pasir.

Setelah proses pengeringan berjalan dengan baik, keramik ini bisa dipasang atau digunakan untuk membuat susunan beton lalu ditutup dengan semen dan dikeringkan lagi selama tujuh hari. Selama proses pengeringan tersebut dilakukan, setiap hari kita bisa menyirami beton tersebut dengan air. Tujuannya adalah agar jika sudah jadi beton ini bisa punya daya tahan yang lebih kuat.

Sumber gambar : http://www.beodom.com

 

Artikel Lainnya :