Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Ide Menarik Membuat dinding Bangunan dari Pintu

Ide Menarik Membuat dinding Bangunan dari Pintu
Fungsi utama dari pintu adalah untuk akses masuk dan keluar dari ruang atau bangunan rumah. Selain itu pintu juga punya fungsi yang lain yaitu sebagai media atau alat pengaman dari orang-orang yang punya maksud tidak baik, misalnya mencuri. Dan yang terakhir adalah, digunakan untuk pelindung agar penghuni tidak terkena sinar matahari secara langsung atau angin yang bisa menimbulkan masalah kesehatan, terutama pada waktu malam.

Di luar tiga fungsi tersebut, pintu juga punya peran yang cukup besar untuk menjadikan tampilan ruang atau rumah terlihat makin indah. Maka pintu selalu dibuat dengan desain yang menarik dan warnanya bermacam-macam, sesuai dengan kondisi dan gaya ruang atau rumah di mana pintu tersebut diletakan.

Desain pintu dan warna yang selalu berlainan tersebut ternyata bisa digunakan untuk membuat element yang lain, misalnya dinding. Ide menarik membuat dinding bangunan dari pintu ini pertama kali dilakukan oleh seorang seniman arsitektur dari Korea yang bernama Jeong Hwa. Dia menggunakan pintu untuk menutup semua bagian dinding pada suatu bangunan bertingkat yang tinggi dan menjulang.

Jika tertarik, kita juga bisa mengaplikasikan ide ini ke dalam rumah sendiri, untuk mengganti dinding tembok yang biasanya terbuat dari batu bata. Yang pertama kali harus dikerjakan tentu saja mengumpulkan pintu bekas yang bisa diperoleh di pasar-pasar loak atau toko yang khusus menjual barang bekas.

Pilihlah pintu yang ukurannya dan ketebalannya sama. Tujuannya adalah agar kita lebih mudah membuat kerangka dan kontruksi yang digunakan untuk memasang susunan daun pintu tersebut. Adapun warnanya bisa disesuaikan dengan persediaan yang ada namun harus diusahakan agar bisa mendapatkan warna-warna yang serasi dan sepadan.

Jangan lupa semua keper dan pegangan tangan serta kunci pengaman pada pintu harus dilepas semua agar proses pemasangan lebih mudah dilakukan. Jika ada lubang pada bekas tempat untuk memasang sistem penguncian bisa ditutup dengan dempul lalu diberi warna yang sama.

Setelah daun pintu sudah didapat sesuai dengan jumlah yang diperlukan, langkah selanjutnya adalah membuat kerangka dan konstruksi. Bahan yang digunakan adalah kayu atau pelat besi yang ukurannya agar besar sehingga lebih kuat menahan beban. Kekuatan dari kerangka maupun konstruksi ini harus diperhitungkan dengan matang dan cermat, karena faktor utama daya tahan beban pintu berada pada bagian ini.

Setelah kerangka jadi, pintu bisa dipasang dan dilekatkan menggunakan sekrup yang pada bagian belakangnya diberi mur. Penggunaan paku sebaiknya tidak dilakukan karena daya tahan paku ketika menahan beban tidak sekuat sekrup dan mur. Selain itu sekrup yang dipasang tidak hanya berada di bagian pojok saja, namun juga di berapa tempat lain terutama pada bagian pinggir baik yang berada di atas, bawah dan pinggir kiri serta kanan.

Setelah terpasang dan tersusun dengan rapi dan kuat, bagian belakang atau dinding pintu ini harus diberi pengaman lagi yang dipasang secara menyilang dan membujur di bagian tengah pintu. Lebih bagus lagi jika susunan pengaman ini tidak terdiri hanya satu saja namun dua atau lebih di setiap pintunya. Jadi resiko terjadinya kasus pintu yang jatuh bisa semakin berkurang bahkan hilang sama sekali.

Kemudian untuk menciptakan sistem pengaman yang lebih maksimal, beberapa meter dari bagian bawah dinding pintu ini diberi semacam kanopi atau atap dari cor beton. Jika ada pintu yang lepas, tidak langsung meluncur kebawah namun akan jatuh di atas atap tersebut sehingga tidak bisa mengenai orang yang sedang berada di tempat tersebut.

Sumber gambar : http://inhabitat.com

 

Artikel Lainnya :