Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Tips Menutup Lantai dengan Batu Koral

Tips Menutup Lantai dengan Batu Koral
Batu koral adalah salah satu jenis batu alam yang biasanya digunakan untuk menutup permukaan tanah yang berada di luar ruang atau eksterior, misalnya taman. Namun adakalanya pula batu ini dipakai untuk membuat hiasan mozaik pada lantai. Tujuannya adalah untuk memberi nuansa yang lebih indah dan unik.

Fungsi lain dari batu koral yang digunakan untuk menutup lantai adalah untuk mengurangi atau menghilangkan lantai yang licin. Selain itu ada beberapa orang yang memasang lantai dari batu koral dengan tujuan untuk difungsikan sebagai alat atau media refleksi untuk kaki. Biasanya batu koral tersebut disusun dengan konsep penataan yang lebih menonjol.

Meski tujuannya berbeda-beda, yang jelas untuk menghasilkan kualitas dan tampilan yang lebih sempurna, ada beberapa tips menutup lantai dengan batu koral yang bisa dijadikan sebagai bahan referensi jika ingin menggunakan bahan ini pada bangunan rumah. Terutama sekali teknik pemasangannya.

Yang pertama harus disiapkan adalah membuat pembatas atau cetakan. Gunanya adalah agar motif yang ingin dibuat ukurannya sesuai dengan ukuran lantai yang mau ditutup dengan batu koral. Bahan untuk membuat cetakan ini bisa menggunakan kayu atau besi. Dan yang pasti, sebelum digunakan cetakan ini harus diberi lapisan atau dilumuri dengan oli. Tujuannya adalah ketika sudah kering, cetakan tersebut lebih mudah dilepas.

Langkah berikutnya adalah membuat adonan semen dan pasir yang digunakan sebagai bahan untuk merekatkan batu koral. Perbandingan yang paling bagus adalah 1:1. Dengan perbandingan ini koral akan merekat lebih kuat dan tidak mudah terlepas. Setelah adonan semen dan pasir dicampur dengan air, masukan ke dalam cetakan lalu dipadatkan dan diratakan. Tujuannya agar batu koral yang dipasang bisa lebih kokoh dan tidak menimbulkan rongga atau lubang udara.

Kemudian untuk penataan koral, bisa disusun sesuai dengan pola atau desain yang telah kita buat sebelumnya. Cara yang paling bagus adalah penyusunan tersebut dimulai pada bagian pinggir lebih dulu baru kemudian ke bagian tengah. Jika batu koral yang digunakan punya ukuran yang kecil-kecil, bisa ditaburkan secara langsung dalam cetakan lalu diratakan sampai semua batu koral tersebut menempel pada adonan semen dan pasir.

Setelah agak kering dan semua batu koral tertempel dengan baik dan rapi, bersihkan susunan batu koral tersebut dari adonan semen yang menempel menggunakan sikat. Jika sudah terlanjur kering, pekerjaan ini akan sulit dilakukan. Namun jika adonan masih dalam kondisi yang basah bisa menyebabkan susunan batu koral bergeser sehingga bisa merusak motif yang telah dibuat. Selain itu proses penyikatan ini juga harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak ada batu koral yang terlepas.

Setelah disikat, lakukan pengelapan menggunakan kain yang basah sehingga motif dan warna batu koral bisa terlihat dengan jelas. Jika ada kesalahan bisa diperbaiki selekas mungkin sebelum adonan semen pasir menjadi kering dan keras.

Jika proses pengeringan yang biasanya memakan waktu sekitar satu hingga dua hari selesai, lepaskan susunan batu koral yang sudah menjadi ubin lantai ini dari cetakan pembatas. Dan sebelum dipasang untuk menutup lantai, sebaiknya diberi lapisan atau coating anti lumut atau jamur sehingga bisa lebih awet dan tahan lama.

Meski terlihat agak rumit, namun proses pembuatan lantai batu koral ini lebih menguntungkan dibanding dengan memasang batu koral secara langsung pada lantai. Karena penggunaan batu koral bisa dihemat dengan maksimal namun dengan hasil yang lebih rata, bagus dan sempurna.

Sumber gambar : http://www.newsviva.com

 

Artikel Lainnya :