Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Ide Menarik Membuat Lemari dari Tonk Sampah

Ide Menarik Membuat Lemari dari Tonk Sampah
Tonk biasanya digunakan untuk menyimpan minyak, cat, bensin atau benda cair lainnya. Jika sudah tidak terpakai lagi, benda yang bentuknya seperti tabung besar ini juga bisa difungsikan lagi sebagai tempat untuk membuang sampah. Sejauh ini memang banyak orang berpikir hanya itulah fungsi dari tonk atau kaleng besar ini.

Namun untuk orang yang kreatif, tonk ini bisa digunakan untuk membuat barang yang punya manfaat lebih tinggi, yaitu lemari. Karena terbuat dari besi, bisa dipastikan lemari tonk ini punya daya tahan yang lebih kuat dibanding dengan lemari yang menggunakan bahan dari kayu yang selama ini sering kita lihat.

Bagi yang ingin mencoba, ide menarik membuat lemari dari tonk sampah ini bisa dikerjakan melalui beberapa langkah yang cukup mudah dilakukan meski agak rumit. Pertama pilihlah tonk yang masih utuh lengkap dengan penutupnya. Namun jika tonk tersebut tidak ada tutupnya, bisa diganti dengan lempengan besi atau baja, kemudian disatukan dengan sistem las. Selanjutnya bersihkan tonk tersebut lalu haluskan dan hilangkan lapisan catnya dengan ampelas.

Bagian tersulit dalam pekerjaan ini adalah memotong atau membuat lubang untuk pintu lemari. Hal ini hanya bisa dilakukan dengan menggunakan mesin pemotong besi atau gerendra yang biasanya dipakai untuk memotong ubin keramik namun pisaunya diganti dengan pisau khusus untuk memotong lempengan besi.

Setelah diukur dan dibuat garis dengan bentuk empat persegi panjang ke bawah, pemotongan harus dilakukan dengan hati-hati. Terutama sekali pada bagian pojok. Karena jika ada kesalahan sedikit saja, tonk ini tidak bisa digunakan lagi. Selain itu besi hasil pemotongan ini tidak dibuang karena digunakan untuk membuat daun pintu.

Sebelum melangkah lagi, sediakan lempengan besi lain yang digunakan untuk membuat rak. Potong lempengan tersebut dengan bentuk setengah lingkaran. Ukuran diameternya disesuaikan dengan ukuran diameter tonk bagian dalam. Pasang lempengan ini pada garis dalam tonk yang bentuknya menonjol keluar dengan cara dilas.

Pekerjaan berikutnya yaitu memasang pintu. Bagian ini juga merupakan pekerjaan yang butuh ketelitian tersendiri. Agar bisa menutup rapat dan kuat, gunakan keper khusus untuk sambungan besi. Kemudian pada pinggirnya bisa diberi karet penutup yang bisa dibeli di toko-toko besi atau toko kaca. Hal yang sama juga dilakukan pada lubang lemari. Lalu daun pintu ini dilengkapi dengan pegangan agar jika lemari ini sudah jadi bisa lebih mudah dibuka dan ditutup.

Setelah itu bagian dalam rak ini bisa diberi warna menggunakan cat semprot atau kuas. Namun sebelumnya, beri lapisan atau coating anti karat lebih dulu. Adapun jenis warnanya bisa dipilih sesuai dengan selera. Namun sebaiknya menggunakan warna yang netral misalnya warna perak. Tujuannya adalah untuk menciptakan kesan yang lebih lapang pada ruang dalam rak lemari itu.

Sedangkan untuk bagian luar, bisa lebih bebas menggunakan warna. Bahkan jika ini melakukan ekplorasi untuk memunculkan tampilan yang luar biasa, lemari tonk ini bisa diberi lukisan air brush. Namun jika air brush dirasa mahal dan rumit pengerjaannya, bisa diganti dengan stiker yang bisa lebih mudah dibuat atau membeli dalam bentuk yang sudah jadi.

Yang perlu diperhatikan ketika menempatkan, pilihlah daerah yang benar-benar kering karena lemari ini tidak punya kaki. Jadi bagian yang berada paling bawah akan menyentuh lantai secara langsung. Meski sudah diberi lapisan anti karat, namun jika lantainya sering basah dan airnya mengenai lemari, tentu akan membuat menjadikan lemari ini tidak awet atau tahan lama.

Sumber gambar : http://lockengeloet.com

 

Artikel Lainnya :