Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Ide Menarik Membuat Tangga Dari Batu Bata

Ide Menarik Membuat Tangga Dari Batu Bata
Selain berfungsi sebagai media untuk masuk ke lantai atas, tangga juga berfungsi untuk masuk ke dalam bangunan yang berada di lantai bawah. Penggunaan tangga untuk lantai bawah ini mutlak diperlukan dan harus disediakan jika pondasi bangunan dibuat dengan ukuran yang lebih tinggi di atas permukaan tanah.

Namun berbeda dengan tangga untuk akses ke lantai atas, tangga tersebut biasanya punya ukuran yang lebih panjang namun hanya terdiri dari beberapa trap atau tingkat saja. Kecuali pada rumah panggung yang posisi bangunannya dibuat dengan ukuran yang jauh lebih tinggi.

Selain itu meski bisa menggunakan bahan dari kayu atau element lain misalnya besi, namun pada umumnya tangga yang ada di bawah ini biasanya menggunakan bahan dari cor yang diberi lapisan batu bata kemudian ditutup dengan ubin lantai atau bahan lain maupun lapisan dari adonan pasir dan semen. Hanya saja, penggunaan konsep ini bukan merupakan hal yang mutlak.

Agar punya tampilan yang agak berbeda, bisa saja tangga tersebut dibuat dengan cara yang lebih sederhana namun bisa memunculkan nuansa keindahan yang tidak kalah unik dengan tangga lain yang dibuat dengan cara yang telah disebutkan di atas.

Berikut ini ada satu contoh ide menarik membuat tangga dari batu bata namun tidak diberi lapisan penutup sama sekali. Meski terlihat sederhana namun tangga yang dibuat dengan konsep unfinished ini tetap punya daya tarik tersendiri yang mampu menjadikan tampilan ruang yang ada didepannya tampak lebih alami namun tetap indah.

Beberapa konsep yang bisa diterapkan untuk membuat tampilan tangga batu bata ini menjadi lebih unik adalah teknik penyusunannya. Batu bata tersebut ditata dengan posisi menyamping, tidak mendatar atau tidur. Hal ini menjadikan tampilan bata terlihat lebih rapat dan tidak mudah pecah ketiak terinjak oleh kaki. Dan yang tidak kalah penting, dengan konsep penyusunan seperti ini susunan bata tersebut tidak akan mudah lepas atau tanggal karena punya daya cengkeram yang lebih kuat.

Sedangkan batu bata yang digunakan untuk membuat dinding yang berada di samping kiri dan kanan, bisa menggunakan konsep penyusunan yang biasa saja. Karena jika menggunakan sistem yang sama dengan tangga, selain membuat tampilan menjadi tidak menarik dan membosankan juga membuat daya cengkeran bata pada dinding tersebut tidak punya daya cengkeram yang kuat.

Penyusunan batu bata dengan posisi menyamping memang hanya bisa diaplikasikan pada media yang bentuknya mendatar ke permukaan saja, bukan pada bidang yang bentuknya meninggi. Jika dipaksakan akan membuat batu bata mudah lepas.

Selanjutnya dinding yang dibuat bukan hanya berada di samping tangga saja, namun juga beberapa bagian yang lain. Misalnya dinding yang berada di atas lantai tangga yang digunakan sebagai media penutup untuk ruang yang ada di belakangnya. Hal yang sama juga dapat dilakukan pada dinding yang berada disebelah tangga dan difungsikan sebagai tempat untuk meletakan tanaman hias.

Bagian paling penting untuk membuat tangga batu bata tanpa lapisan penutup seperti ini adalah pada pembuatan adonan semen dan pasir yang digunakan untuk menutup celah susunan batu tersebut yang sering disebut dengan nat. Karena tidak menggunakan lapisan penutup, jika ada hujan tentu air yang jatuh akan mengenai secara langsung pada lantai tangga.

Sehingga agar bisa kuat menahan erosi yang disebabkan oleh air hujan tersebut, perbandingan campuran untuk membuat nat ini harus memperhitungkan resiko ini. Bahkan jika perlu semen yang digunakan harus menggunakan dari jenis yang tahan air sekaligus bisa kuat dan tidak mudah pecah atau retak ketika terkena sinar matahari yang terik.

Sumber gambar : http://www.archidir.com

 

Artikel Lainnya :