Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Ide Menarik Membuat Desain Atap Lengkung

Ide Menarik Membuat Desain Atap Lengkung
Atap merupakan element yang sedikit banyak juga punya pengaruh terhadap kesempurnaan dan keindahan tampilan suatu bangunan, apalagi jika bangunan tersebut merupakan rumah hunian yang dijadikan sebagai tempat tinggal. Karena itu desainnya harus dibuat dengan perhitungan yang cermat agar dapat menyatu dengan bentuk bangunan.

Berikut ini ada satu contoh ide menarik membuat desain atap lengkung yang arahnya menuju ke bawah dan belakang, mengikuti bentuk bangunan. Pada bagian muka, dinding bangunan punya ukuran yang lebih tinggi. Namun makin ke belakang, ukurannya menjadi semakin lebih rendah. Garis pada bagian atas dinding tersebut tidak dibuat lurus, namun membentuk garis gelombang yang menjadikan tampilan atap secara otomatis harus mengikutinya.

Selain membuat tampilannya terlihat sangat indah dan mewah, bentuk atap seperti ini bisa memberi keuntungan yang lain. Yaitu ketika hujan sedang turun air yang jatuh bisa langsung mengalir tanpa ada hambatan sama sekali. Jadi resiko terjadinya kebocoran bisa diminimalkan bahkan dihilangkan sama sekali.

Karena bentuknya tidak biasa, maka genting yang digunakan juga harus menggunakan bahan khusus. Untuk kerangka penahan beban bisa menggunakan bahan dari kayu. Jika ingin kualitas dan daya tahan yang lebih bagus dan kuat, kayu tersebut bisa diganti dengan besi baja yang ringan atau bisa juga menggunakan cor beton dari tulang besi yang dilapisi dengan adonan semen, pasir dan batu kerikil.

Sebaiknya pemasangan kerangka ini disusun secara melintang dengan tujuan agar atap yang dipasang bisa lebih mudah mengikuti bentuk lengkungan pada garis dinding. Selain itu dengan menggunakan konsep penyusunan seperti ini kerangka tersebut bisa lebih kuat menahan beban karena bentuknya tidak ikut melengkung namun tetap lurus.

Selain itu jika disusun secara horizontal. Maka kerangka yang dibuat harus menggunakan beberapa sambungan. Terutama sekali jika menggunakan bahan dari besi baja atau kayu. Hal ini akan memberi efek terhadap daya tahan yang tidak kuat dibanding dengan kerangka yang tidak menggunakan sambungan. Sedangkan jika menggunakan bahan dari cor beton, akan butuh waktu yang lama karena untuk membuat tulang kerangka yang bentuknya melengkung memerlukan teknik tersendiri dan ketelitian yang lebih rumit.

Yang tidak boleh dilupakan, sebelum pemasangan kerangka dilakukan, harus dibuatkan pondasi yang diletakan di atas dinding. Jadi kerangka tersebut tidak menempel secara langsung di sepanjang garis tembok. Tujuannya adalah agar kerangka punya daya tahan yang lebih kuat dan lentur dalam menahan beban. Pondasi ini sebaiknya menggunakan bahan yang sama dengan yang digunakan untuk membuat kerangka.

Setelah proses pemasangan kerangka penahan beban selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah memasang plafon. Berbeda dengan element kerangka, penyusunan plafon ini dipasang dengan sistem horizontal. Jika menggunakan bahan dari kayu yang harus disambung, penyatuan sambungan tersebut bisa dilakukan tepat pada bagian atas kerangka sehingga tampilannya tetap terlihat rapi.

Bagian terakhir adalah memasang atap yang berada pada bagian paling atas. Atap tersebut bisa menggunakan genting dari tanah liat atau genting press dari bahan campuran pasir dan semen. Namun akan lebih sempurna dan bagus lagi jika menggunakan lembaran besi atau alumunium yang bisa menyerap udara panas. Karena proses pemasangan atap dari bahan ini lebih mudah dilakukan dan tidak membutuhkan waktu yang lama.

Agar terlihat rapi dan tidak berantakan, pada bagian pinggir diberi penutup yang membentuk garis tegas. Hal ini akan menjadikan tampilan atap dan bangunan secara keseluruhan tampak makin cantik dan artistik.

Dan bukan terlihat indah saja, bangunan tersebut juga tampak unik terutama pada bagian pondasi bangunan yang dibuat dengan tampilan sangat berbeda dan istimewa.

Sumber gambar : http://www.archidir.com

 

Artikel Lainnya :