Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Nuansa Etnik Bali pada Ruang Makan Terbuka

Nuansa Etnik Bali pada Ruang Makan Terbuka
Bangunan tanpa dinding yang dijadikan sebagai restaurant atau ruang makan terbuka ini berada di sebuah komplek rumah villa atau resort di desa wisata Ubud Bali. Maka sesuai dengan kondisi alam desa Ubud yang masih natural, ruang makan ini juga menghadirkan nuansa tradisional Bali yang alami dan sejuk.

Dan karena bersifat terbuka maka pengunjung atau tamu yang datang bisa menyantap aneka makanan yang disajikan sambil menikmati pemandangan alam yang ada di depan ruang tersebut. Nuansa hijau segar yang hadir dari aneka pepohonan di alam terbuka tentu akan menghasilkan kesan yang lebih istimewa sehingga tamu akan merasa betah untuk tinggal di tempat ini.

Sebagaimana ruang makan yang lain, di ruang makan terbuka ini terdapat beberapa meja dan kursi untuk makan. Untuk mejanya, menggunakan bentuk lingkaran lalu ditutup dengan kain atau taplak warna putih, menghasilkan nuansa yang lebih terang dan segar. Selain itu warna putih juga mampu menjadikan tampilan ruang terlihat lebih mewah, elegan dan lapang.

Di atas kain taplak ini masih terdapat kain penutup lain yang bentuknya panjang dan diletakan pada bagian pinggir, lalu menurun ke bawah. Warna jingga pada kain tersebut menghasilkan kesan yang sangat kontras namun punya aroma yang hangat, cerah, akrab dan ceria. Hal ini bisa menjadikan selera dan nafsu makan tamu yang datang bisa makin meningkat.

Sedang untuk kursinya, terbuat dari bahan kayu warna coklat dan menggunakan gaya tradisional Bali yang sangat khas. Nuansa yang lebih alami hadir dari element ini. Pada beberapa bagian, kursi yang juga dilengkapi dengan sandaran untuk tangan ini terdapat ukiran yang menjadikan tampilannya terlihat makin cantik dan indah.

Karakter dan nuansa etnik Bali pada ruang makan terbuka ini makin terlihat semakin nyata dengan adanya meja yang bentuknya seperti kotak besar dan diletakan di sebelah kiri kursi makan tapi dengan posisi yang agak ke belakang. Semua element untuk membuat meja ini juga menggunakan kayu warna coklat.

Pada bagian samping atas dan bawah, terdapat ukiran yang bentuknya sangat detail. Ukiran yang dibuat secara penuh ini mampu menghadirkan nuansa tradisional Bali secara lebih nyata dan tegas. Papan kayu yang digunakan untuk menutup bagian bawah, punya tampilan yang terlihat makin artistik karena bentuknya tidak lurus namun membentuk lengkungan garis yang indah.

Dan yang tidak kalah menarik, kotak meja ini juga dilengkapi dengan roda yang juga terbuat dari kayu dan diletakan pada bagian bawah. Keberadaan element ini selain membuat tampilannya  terlihat makin unik juga akan membuat kotak meja ini lebih mudah untuk dipindah-pindah.

Di atas meja, juga terdapat hiasan lain berupa dua patung dari kayu dan diletakan pada sebuah media dari kayu kecil. Wujudnya seorang perempuan dan laki-laki sedang mengenakan pakaian tradisonal Bali lengkap dengan hiasan mahkota di kepalanya.

Kemudian untuk menghadirkan kesan yang lebih dramatis dan sensasional, di belakang patung atau meja kotak meja terdapat kain korden warna putih yang ukurannya cukup tinggi hingga menyentuh bagian bawah atap atau plafon. Kain korden yang kondisinya dalam keadaan  terbuka tersebut juga mampu kesan yang megah dan anggun pada ruang.

Kesan megah yang lain hadir dari atap yang ukurannya juga sangat tinggi. Nuansa tradisional Bali juga hadir dari element ini karena atapnya dibuat dari rumput ilalang. Dan karena punya ukuran yang tinggi, membuat sistem sirkulasi udara di tempat tersebut bisa berjalan dengan baik dan memberi nuansa yang lebih sejuk.

Sumber gambar : http://www.housetodesign.com

Artikel Lainnya :