Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Rumah Jembatan di Atas Sungai

Rumah Jembatan di Atas Sungai
Rumah yang berada di daerah Ubud Bali ini punya tampilan yang sangat luar biasa. Lokasinya tidak menggunakan lahan di atas permukaan tanah seperi rumah biasa, namun berada di atas aliran sungai dan dibuat secara melintang seperti jembatan penyeberangan. 

Rumah jembatan yang bentuknya memanjang ini hanya terdiri dari satu ruang saja dan bersifat terbuka. Fungsinya adalah untuk bersantai dan menikmati pemandangan yang ada di sekitar sungai. Jadi bukan merupakan rumah hunian untuk tempat tinggal.

Pondasi yang dibuat berada di bagian atas sungai sebelah kiri dan kanan. Pondasi ini terbuat dari susunan batu kali yang ukurannya agak besar dan disatukan dengan adonan semen dan pasir. Kesan kokoh dan kuat hadir dari element ini. apalagi pondasi tersebut dibuat dengan ukuran besar dan lebar, karena sekaligus untuk menghindari adanya tanah longsor.

Untuk pondasi yang sebelah kiri, posisinya sejajar dan menyatu dengan bangunan. Sedangkan pondasi yang berada di sebelah kanan, posisinya agak ke bawah. Agar bentuk bangunan bisa lurus dan tidak miring, pondasi ini dilengkapi dengan tiang penyangga dari kayu yang jumlahnya ada tiga. Warna kayu yang kehitaman, selain menandakan kualitas yang baik juga membuat tampilannya bisa menyatu dengan warna pondasi yang abu-abu.

Selanjutnya bagian samping bangunan diberi pengaman dari anyaman kulit bambu yang punya warna coklat tua. Meski ukurannya pendek saja, namun anyaman kulit bambu ini mampu menghasilkan nuansa yang sangat khas dan alami namun tetap segar.

Kesan yang lebih artistik hadir dari batang bambu lain yang digunakan sebagai penyambung dari susunan anyaman yang jumlahnya ada beberapa. Bambu tersebut berwarna coklat juga namun lebih terang.

Agar terlihat makin indah dan cantik, bagian kiri dan kanan ruang tersebut diberi ornament berupa kain korden warna putih. Penggunaan warna ini menghadirkan kesan yang lebih cerah dan terang pada rumah jembatan di atas sungai tersebut. Meski terlihat sangat kontras, namun tampilan element ini tetap bisa menyatu dan nampak serasi.

Untuk atapnya, menggunakan element yang dapat menghadirkan nuansa tradisional Bali yang unik, yaitu atap rumput ilalang. Atap tersebut menggunakan bentuk pelana kuda namun dengan posisi yang menyamping. Dengan konsep seperti ini maka rumah jembatan tersebut bisa terlihat lebih tinggi.

Kemiringan atap ini langsung turun ke bawah hingga berada pada sisi bawah rumah. Sehingga di tempat tersebut tidak ada dindingnya. Hanya saja, pada bagian pojok sebelah kanan, dibuat suatu ruang kecil yang ditutup dengan dinding dari anyaman bambu. Hal ini menjadikan tampilan dinding tersebut bisa menyatu dengan atap yang berada di atasnya.

Kesan yang sangat dramatis dan spektakuler hadir dari lantai gantung yang berada di bawah rumah jembatan. Lantai yang terbuat dari susunan kayu ini di beri tali yang besar dan kuat di setiap bagian pojoknya. Kemudian tali tersebut diikatkan pada kayu yang berada di bawah lantai rumah jembatan.

Lantai gantung yang juga digunakan untuk bersantai ini bentuknya kotak bujur sangkar. Untuk pengamanan, pada bagian pinggir di setiap sisinya diberi susunan kayu yang jika dilihat secara sekilas tampilannya seperti rel kereta api.

Untuk menghadirkan nuansa yang lebih santai dan nyaman, lantai gantung ini dilengkapi dengan bantal untuk duduk atau sandaran punggung yang diletakan pada bagian pinggir, menyatu dengan susunan kayu pengaman.

Akses untuk turun ke lantai ini adalah tangga yang diletakan di sisi kanan dan menyatu dengan pondasi. Tangga ini juga menggunakan bahan dari kayu yang jenisnya sama dengan kayu yang dipakai untuk tiang penyangga bangunan.

Rumah jembatan dan lantai gantung tersebut makin terlihat eksotis dengan adanya tanaman liar yang ada di sekitar sungai. Apalagi ditambah dengan tampilan dasar sungai yang terlihat dalam serta air yang mengalir di tempat tersebut.

Sumber gambar : http://www.architecturaldigest.com

Artikel Lainnya :