Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Rumah Panjang Gaya Bali di Tepi Hutan

Rumah Panjang Gaya Bali di Tepi Hutan
Bangungan rumah yang berada di dekat sungai Ayung daerah Ubud Bali ini punya tampilan yang sangat unik. Bentuknya memanjang dan berada di atas rawa-rawa hutan di tepian sungai tersebut. Sungai Ayung sendiri merupakan daerah tujuan wisata yang sangat terkenal dan sering dijadikan sebagai tempat untuk melakukan olahraga petualangan arung jeram karena kondisi alamnya masih asli dan alami.

Rumah panjang gaya Bali ini terdiri dari dua lantai. Lantai pertama yang ada di bagian bawah difungsikan sebagai ruang terbuka yang digunakan sebagai teras untuk bersantai dan menikmati pemandangan alam yang berada disekitarnya. Pada bagian pinggir terdapat beberapa tiang penyangga yang menggunakan bahan kayu untuk memunculkan kesan yang lebih alami.

Agar bisa terlihat menyatu dengan lingkungan, tiang kayu yang warnanya cenderung terang ini tidak dihaluskan dan dibiarkan tampil apa adanya. Selanjutnya agar bisa lebih kuat menahan beban, tiang kayu tersebut dilengkapi dengan palang dari kayu lain yang bentuk dan tampilan warnanya sama. Masing-masing tiang penyangga diberi dua kayu palang yang pasang disebelah kiri dan kanan sehingga membentuk huruf ‘V’.

Bagian lantainya juga menggunakan kayu namun dengan warna yang lebih gelap atau coklat tua. Di tempat tersebut terdapat kursi duduk untuk bersantai serta meja yang bentuknya bundar. Kayu kembali digunakan untuk membuat perabot furniture ini. Warnanya adalah coklat kekuningan, menghasilkan kesan yang lebih terang namun tetap alami.

Di sebelah kanan teras, terdapat ruang lain yang bersifat tertutup namun menggunakan dinding dan pintu dari kaca bening dan transparan. Kesan yang lebih mewah dan elegan hadir dari dinding dan pintu ini. Meski demikian nuansa yang alami juga tetap muncul, karena kusen yang digunakan tetap menggunakan kayu yang dihaluskan namun tidak diberi warna.

Selanjutnya lantai kedua atau yang berada dibagian atas, difungsikan untuk ruang pribadi atau istirahat. Pada bagian depan, terdapat pagar yang ukurannya juga panjang dan terdiri dari susunan kayu yang dipasang secara vertikal. Susunan kayu ini kemudian disatukan dengan kayu lain yang dipasang secara horizontal.

Selain untuk pengamanan, pagar kayu ini juga menjadikan tampilan bangunan terlihat lebih artistik. Dan tidak berbeda dengan element yang lain, kayu yang digunakan untuk membuat pagar ini juga tidak diberi lapisan warna sama sekali. Untuk memunculkan nuansa yang lebih cerah, disebelah kiri terdapat dinding yang diberi warna kuning. Meski tidak begitu dominan, namun penggunaan warna ini mampu memberi kesan yang agak kontras.

Diantara susunan kayu pagar ini, pada bagian tengahnya ada satu batang kayu dengan ukuran yang lebih besar dan panjang dari kayu yang digunakan untuk tiang penyangga di lantai bawah. Kayu ini diletakan dengan posisi miring ke bawah hingga menyentuh dasar rawa. Fungsinya juga sama, yaitu untuk menahan beban agar bangunan tersebut menjadi lebih kuat dan tidak mudah roboh.

Atap pelindung yang berada dibagian paling atas, desainnya juga menggunakan gaya tradisional Bali.
Bentuknya juga memanjang, namun pada bagian pinggirnya terpotong oleh atap bagian samping yang menggunakan ukuran lebih rendah namun tetap menyatu dengan atap utama. Dengan metode seperti ini maka atap tersebut menjadi terlihat tidak polos dan lebih artistik serta tidak membuat bosan pandangan mata.

Keindahan bangunan yang digunakan sebagai villa ini terlihat makin sejuk karena lingkungan sekitarnya dipenuhi dengan aneka jenis pohon yang ukurannya besar dan tinggi serta berdaun lebat. Suasana alam Bali yang tropis dan sangat khas hadir dari beberapa pohon kelapa yang berada dibelakang bangunan tersebut.

Sumber gambar : http://deluxearch.com

Artikel Lainnya :