Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Kaki Meja yang Unik di Restoran Bali

Kaki Meja yang Unik di Restoran Bali
Keindahan  tampilan suatu meja bukan hanya terletak pada atasnya saja, namun juga pada bagian bawah atau kakinya. Bahkan tidak jarang kaki meja justru menjadi point of view atau fokus pandangan utama, termasuk yang menggunakan gaya tradisional misalnya etnik Bali.

Berikut ini ada satu contoh kaki meja Bali yang tampilannya cukup unik. Meja ini berada di sebuah ruang makan terbuka di Como Ubud Resot yang terletak di daerah Ubud. Bahan yang digunakan untuk membuat element ini adalah kayu warna coklat yang menghasilkan nuansa alami dan tradisional. Meski tidak terlihat begitu jelas, namun serat pada kayu tersebut juga mampu memberi kesan yang lebih khas dan etnik.

Yang cukup menarik adalah, kaki meja yang digunakan jumlahnya hanya satu saja dan diletakan pada bagian tengah dibawah atap meja. Kayu tersebut bentuknya bundar yang dibentuk dengan menggunakan mesin bubut. Meski bentuknya hanya bundar saja, namun tampilannya mampu memunculkan aroma yang sangat elegan dan mewah.

Kayu bundar ini terbagi menjadi beberapa bagian dengan ukuran diameter yang berbeda-beda. Pada bagian yang paling bawah, terdapat lempengan kayu bundar yang ukurannya cukup besar dan tebal. Diatasnya terdapat profil yang bentuknya juga bundar, namun punya ukuran yang sangat tipis.

Diatasnya lagi, terdapat kayu lagi yang bentuknya sama, namun dengan ukuran yang lebih kecil. Pada tingkat yang ketiga, dipasang lagi kayu yang lebih kecil yang agak panjang atau tebal. Jika dilihat secara sekilas, tampilan susunan kayu ini seperti susunan lempengan besi yang digunakan oleh para binaragawan atau atlet olahraga yang sedang melakukan latihan beban atau angkat besi.

Pada bagian atas, kayu yang dibuat atau disusun menggunakan konsep yang sama, namun dengan posisi yang terbalik atau saling berhadapan. Sedangkan kayu lain yang berada dibagian paling tengah, punya ukuran yang paling kecil dan panjang. Kayu ini merupakan pembatas antara bagian bawah dan atas. Karena hampir semua kayu bundar punya ukuran yang tebal dan gemuk, maka kesan yang sangat kokoh dan kuat hadir dari element ini.

Kemudian untuk penutup atau bagian atas meja, bentuknya bujur sangkar. Element yang dipakai untuk membuat papan meja ini bukan kayu lagi, melainkan batu marmer yang warnanya putih. Penggunaan batu marmer putih ini menghasilkan suasana yang lebih terang dan cerah.

Agar terlihat kontras dan selaras, maka kain serbet yang merupakan pelengkap dari perabot untuk makan, menggunakan warna hitam legam. Hal yang sama juga dilakukan pada akseoris lain berupa tempat lilin dari kayu yang bentuknya juga bundar dengan hiasan profil pada bagian tengahnya.

Nuansa yang lebih mencolok dan ceria muncul dari hiasan bunga kecil yang warnanya kuning dan diletakan pada vas dari kaca bening yang ukurannya juga kecil dan pendek. Sedang perabot utama untuk makan yaitu piring tetap menggunakan warna putih biasa.

Selanjutnya untuk kursi yang digunakan, jumlahnya ada dua dan diletakan dengan posisi miring namun tetap saling berhadapan. Desain kursi ini juga menggunakan gaya tradisional, dimana bagian yang dipakai untuk sandaran tangan menjadi satu dengan sandaran punggung. Bentuknya melengkung seperti setengah lingkaran dengan posisi agak miring keatas. Sandaran punggung lebih tinggi dari sandaran tangan.

Lalu untuk kakinya, kayu yang digunakan untuk membuat element ini bentuknya kecil dan panjang. Sehingga nuansa yang dihasilkan menjadi berlawanan dengan kaki meja yang kokoh dan kuat. Kaki kursi tersebut justru memberi nuansa yang lebih ramping dan tinggi.

Untuk bantal duduknya, menggunakan busa tipis yang diberi sarung penutup yang warnanya sangat selaras dan sepedan dengan warna kayu pada meja dan kursi. Kesan yang lebih menyatu juga muncul dari element ini.

Sumber gambar : http://freshome.com



Artikel Lainnya :