Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Atap Susun dari Rumput di Teras Rumah Bali

Atap Susun dari Rumput di Teras Rumah Bali
Salah satu ciri dari bangunan rumah yang menggunakan gaya tradisional Bali terutama rumah yang berada dipedesaan adalah menggunakan rumput ilalang atau jerami yang dipakai untuk membuat atap. Banyak keuntungan yang bisa diperoleh dari penggunaan atap jerami ini.

Keuntungan tersebut antara lain adalah, biaya yang harus dikeluarkan lebih irit dan hemat karena harga dari rumput ini juga jauh lebih murah dibanding dengan genting dari tanah liat apalagi genting beton yang merupakan hasil produksi dari pabrik.

Selain itu dengan menggunakan atap rumput, maka kondisi di dalam ruang atau rumah akan terasa lebih sejuk dan segar. Karena rumput bisa menyerap suhu panas dari udara dan sinar matahari yang menerpa bangunan tersebut. Hal ini tentu akan menjadikan penggunaan energi listrik bisa dikurangi karena kita tidak memerlukan alat pendingin udara seperti kipas angin atau AC (Air Coindtioner).

Dan yang tidak kalah penting adalah, atap rumput jerami mampu memunculkan nuansa yang sangat alami dan natural pada bangunan rumah secara keseluruhan, bukan hanya pada bagian atasnya saja. Apalagi jika atap tersebut dibuat dengan desain yang lebih menarik, maka tampilan rumah juga makin bertambah cantik dan mengesankan.

Sebuah penginapan yang ada di daerah Ubud, Como Uma Ubud Resort juga membuat bangunan yang atapnya menggunakan rumput dengan desain yang terlihat sangat indah dan mengesankan. Bangunan ini bersifat terbuka seperti teras dan difungsikan sebagai ruang makan atau restaurant.

Pada bagian dalam, terdapat pilar-pilar kayu coklat dan bentuknya bulat. Pilar yang jumlahnya cukup banyak ini berfungsi sebagai tiang penyangga bangunan, terutama untuk element atapnya.  Karena punya ukuran yang agak besar, pilar atau tiang penyangga ini mampu menghadirkan nuansa yang megah dan kuat pada bangunan tersebut.

Dan sebagaimana ruang makan atau restaurant yang lain, ruang teras ini juga dilengkapi dengan beberapa perangkat meja dan kursi untuk makan yang semuanya menggunakan bahan dari kayu. Namun khusus untuk meja, kayu hanya digunakan untuk membuat bagian kakinya saja.

Sedangkan untuk bagian atas atau mejanya menggunakan batu marmer yang warnanya putih. Penggunaan warna putih pada meja, selain menghadirkan nuansa yang lebih mewah dan elegan juga mampu menjadikan tampilan ruang tersebut terlihat lebih terang dan hangat namun tetap alami.

Kemudian untuk menghindari sinar matahari yang mungkin bisa menyilaukan mata atau jika ada hujan yang turun, maka untuk perlindungan dipasanglah beberapa kere bambu yang ditempatkan pada sisi atau pinggir luar di bawah atap.

Yang agak unik adalah, bambu untuk membuat kere tersebut tidak ditampilkan secara alami, namun diberi warna putih serta tidak digulung secara penuh. Hal ini mampu memberi nuansa yang lebih artistik dan agak modern.

Kemudian bagian atap yang merupakan element dengan tampilan yang paling indah, bentuknya seperti limas segitiga namun dibuat dengan konsep bertingkat dua. Antara tingkat yang pertama atau bawah dan tingkat yang berada diatas atau puncak, terdapat celah atau garis lubang yang cukup besar. Dari element ini sistem sirkulasi udara yang alami bisa tercipta dengan baik. Karena angin bisa masuk dan keluar dengan bebas dari tempat ini.

Dan yang tidak kalah penting adalah, lubang atap susun dari rumput ini mampu memberi nuansa yang sangat eksotis dan romantis, karena sistem pencahayaan yang digunakan mampu memunculkan  bias sinar warna kuning yang terlihat remang-remang di tempat itu.

Apalagi ruang teras ini juga dilengkapi dengan taman yang berada disekeliling bangunan tersebut. Maka makin sempurnalah keindahan dan keelokan tampilan ruang yang menggunakan gaya tradisional Bali ini.

Sumber gambar : http://freshome.com


Artikel Lainnya :