Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Paduan Tradisional Bali dan Modern pada Dapur

Paduan Tradisional Bali dan Modern pada Dapur
Jika ditata dengan baik, aneka macam perabot tradisional juga bisa dipadukan dengan perabot lain yang merupakan hasil teknologi masa kini atau modern. Contohnya adalah ruang dapur yang berada pada sebuah rumah di daerah Ubud Bali ini. Bahkan nuansa etnik Khas Bali justru terlihat lebih dominan dan menonjol pada ruang tersebut.

Pada bagian lantai dan dinding, lapisan penutupnya hanya menggunakan adonan semen dan pasir saja. Nuansa yang sangat alami dan natural hadir dari warna abu-abu pada dua element utama ruang ini.

Meski menggunakan konsep yang sama, namun tampilan antara dinding dan lantai ada sedikit perbedaan. Warna abu-abu pada lantai terlihat lebih terang karena menggunakan bahan pasir yang lebih banyak. Sedangkan pada bagian dinding, menghadirkan nuansa yang lebih gelap karena menggunakan campuran semen yang lebih banyak.

Sedangkan jendela yang berada di bagian depan, punya ukuran yang cukup besar, hampir separo dari luas dinding dan terbagi menjadi dua. Bahan untuk membuat jendela ini adalah bambu warna kuning yang diletakan secara permanen menggunakan kayu kecil warna coklat. Bambu yang dipotong dan disusun secara vertikal ini menghasilkan bentuk seperti jeruji atau teralis namun terlihat lebih natural.

Di bagian bawah jendela terdapat beberapa peralatan untuk memasak yang semuanya masih menggunakan perabot tradisional khas Bali. Peralatan tersebut diletakan pada suatu tempat semacam bangku, namun dibuat secara permanen dan menempel langsung serta menyatu dengan  dinding.

Pada bagian atas sebelah kiri, terdapat berapa alat untuk menggoreng yang semuanya terbuat dari bahan kayu. Disebelahnya ada periuk atau dandang untuk menanak nasi yang bentuknya sangat khas dan bernuansa tempo dulu.

Periuk ini terdiri dari dua element, yaitu wadah untuk menaruh air yang dipanaskan, bentuknya bundar dan terbuat dari bahan tanah liat yang dibakar (tembikar). Sedangkan alat untuk menanak nasinya berupa anyaman bambu yang bentuknya seperti kerucut namun diletakan dengan posisi terbalik.

Disebelahnya lagi, ada panci namun punya tampilan yang agak modern karena menggunakan bahan dari besi warna hitam. Yang cukup menarik adalah perapian yang digunakan pada paci tersebut terletak dibawah dan menyatu dengan bangku. Sedangkan alat untuk menghasilkan api menggunakan kayu bakar yang diletakan pada keranjang yang berada di depan dinding.

Disamping panci ada alat untuk menghaluskan bumbu masakan atau untuk membuat sambal lengkap dengan penumbuknya. Bahan untuk membuat perabot ini adalah batu kali warna abu-abu kehitaman. Namanya adalah lemper atau cobek. Dibelakang cobek ada semacam bidang atau dinding kecil yang digunakan untuk menaruh mangkuk keramik warna putih dengan ornament warna biru.

Dinding bawah yang berada disebelah kanan digunakan untuk menaruh aneka bumbu masakan yang diletakan pada suatu wadah. Di sampingnya ada semacam rak dua tingkat dengan tampilan yang sangat eksotis karena menggunakan wadah seperti mangkuk berukuran besar dan kecil yang digunakan untuk menaruh  berapa bahan masakan.

Nuansa yang lebih modern lagi hadir pada tempat yang digunakan untuk perabot dapur yang kotor atau bahan masakan. Karena bahan dari digunakan untuk membuat tempat penampungan air menggunakan alumunium dan bergaya masa kini.

Meski demikian nuansa etnik tetap hadir di tempat itu, karena ada beberapa perabot lain untuk memasak yang semuanya merupakan alat tradisional. Ada wajan untuk menggoreng, lempengan dari kayu untuk mengiris, parut dan lain-lain.

Walau ukurannya tidak begitu luas, namun secara keseluruhan, paduan tradisional Bali dan modern pada dapur tersebut terlihat sangat serasi dan indah serta enak dipandang mata.

Sumber gambar : http://www.homedesignfind.com


Artikel Lainnya :