Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Ruang Tamu Bernuansa Etnik Bali

Ruang Tamu Bernuansa Etnik Bali
Desain gaya tradisional Bali memang sangat variatif sehingga mampu memberi rangsangan bagi para desainer lain untuk menciptakan inovasi-inovasi baru dalam ruang atau interior bernuansa etnik, misalnya ruang tamu seperti yang telihat dalam gambar. Hasil desain ini patut mendapat pujian karena mampu menghadirkan suasana yang lebih segar dan istimewa.

Kursi tamu yang dipakai ada dua jenis. Kursi utamanya menerapkan gaya modern berbentuk sofa dengan ukuran yang cukup besar serta menggunakan warna kuning emas. Penggunaan warna ini mampu menghasilkan nuansa yang lebih terang. Sedangkan perlengkapan bantal duduk yang menggunakan warna merah, kuning, ungu dan coklat, menciptakan suasana lebih segar dan ceria.

Kursi tambahan yang jumlahnya ada dua, menggunakan gaya yang bersifat tradisional. Nuansa tradisional tersebut hadir dari penggunaan kayu untuk membuat kerangka kursi. Pada bagian sandaran tangan, terdapat ukiran dengan bentuk yang tidak terlalu rumit. Lalu kerangka untuk kaki dan kerangka yang berada di samping busa tempat duduk serta belakang dibentuk dengan sistem bubut, menghasilkan profil-profil bundar yang sangat khas.

Sedangkan element yang digunakan untuk menutup busa tempat duduk dan sandaran punggung menggunakan warna coklat. Meski tidak sama, namun warna ini terlihat sangat selaras dengan kayu kerangka yang menggunakan warna coklat tua atau gelap.

Diantara dua kursi ini ada meja kayu bundar dengan ukuran yang tidak begitu besar. Diatasnya terdapat hiasan berupa patung Budha yang sedang duduk, menghadap kearah depan. Patung ini mampu memunculkan karakter khas etnik Bali dengan kuat.

Sementara itu meja yang berada ditengah jumlahnya ada dua, menggunakan model dan ukuran yang sama. Demikian pula dengan warnanya, yaitu coklat terang. Yang membuat tampilan meja ini menjadi berbeda adalah ornament atau hiasan yang digunakan.

Meja yang satu menggunakan hiasan berupa kendi tradisional yang terbuat dari tanah liat yang dibakar. Meja lainnya memakai hiasan berupa vas bunga yang juga dibuat dari tanah liat dengan bentuk yang pendek dan bundar seperti piring atau mangkuk. Hiasan ini dipakai untuk menaruh hiasan lain berupa daun dari tanaman hias yang bentuknya lebar, panjang dan lancip pada bagian ujungnya.

Kemudian untuk lantainya, menggunakan warna krem, yang menghasilkan suasana yang lebih terang dan cerah. Selain itu warna ini juga menjadikan tampilan ruang terlihat lebih lapang dan luas.

Di belakang perabot ruang tamu bernuansa etnik Bali ini terdapat dinding yang tampilannya sangat indah dan cantik. Pada bagian tengah terdapat semacam sekat yang terbuat dari susunan besi yang disambung dengan sistem las. Desain atau bentuk dari sekat besi ini terlihat seperti teralis jendela namun dengan ukuran yang lebih besar.

Karena bersifat transparan, maka ruang yang berada dibalik sekat teralis tersebut bisa terlihat dengan jelas. Di tempat tersebut terdapat jendela berukuran besar yang berada disebelah kiri dan kanan. Sedang bagian tengah, dindingnya dibuat dari kaca putih yang buram. Kesan yang sangat mewah namun tetap bersahaja dan menyatu dengan ruang tamu hadir dari susunan element ini.

Karakter tradisional Bali yang lebih kuat muncul dari plafon yang berada di atas ruang. Karena atapnya menggunakan rumput ilalang, maka tampilan plafon yang tidak ditutup dengan element lain tersebut terlihat sangat etnik sekali.

Susunan kayu yang digunakan sebagai kerangka dan penahan beban atap juga terlihat jelas dan sangat rapi. Apalagi atap limasan tersebut bentuknya menjulang tinggi. Meski berada di dalam, namun kesan yang megah juga hadir di ruang ini.

Dan yang tidak kalah menarik adalah, dua kipas angin yang berada di bawah plafon, tampilannya bisa menyatu dengan yang ada dibawahnya. Meski merupakan perabot modern, tapi warna coklatnya mampu menghadirkan kesan yang bersifat etnik.

Sumber gambar : http://www.houzz.com



Artikel Lainnya :