Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Tips Membeli Rumah Pasangan Muda

Tips Membeli Rumah Pasangan Muda
Kita semua tahu, hal yang pasti selalu diimpikan buat pasangan muda adalah memiliki Rumah Idaman sendiri untuk memulai hidup baru tanpa harus dihantui perasaan untuk selalu tinggal di “Pondok Mertua Indah” selamanya. Akan tetapi banyak diantara mereka yang harus memutar “kepala” karena harga untuk membangun rumah baru ataupun membeli rumah baru di situasi saat ini benar memusingkan karena harus mengeluarkan “kocek” yang cukup besar. Mahalnya harga property rumah saat ini membuat mereka frustasi untuk harus berbuat apa karena harga property rumah sudah benar2 jauh dari kemampuan mereka…. Trus bagaimana dong solusinya?

Kali ini Image Bali Arsitek dan Kontraktor akan memberikan Tips berkaitan dengan kebutuhan Pasangan Muda untuk memilki rumahnya sendiri dengan pendekatan Kemampuan “Credit Power” ataupun “Buying Power”, yang tentunya akan sangat berbeda dari masing masing setiap pasangan muda. Caranya Bagaimana???, Baik, kami akan memberikan contoh kasus, sbb:

Contoh kasus:

Suami istri muda, Rommy 27 th dan Julie 24 th dengan join income sebesar 6 juta sebulan, masa kerja kurang dari 1 tahun, belum ada SPT, belum ada kartu keluarga. Menginginkan rumah kecil dan sehat di pemukiman atau perumahan murah yang layak.

Hal yang pertama tama harus dipertimbangkan dalam upaya membeli property rumah adalah kemampuan finansialmu, jangan pernah paksakan kemampuan finansialmu untuk membeli rumah yang benar2 diluar daya belimu. Pendekatan untuk menghitung Kemampuan Finansialmu adalah:

a. Hitung Credit Power-mu (Kemampuan Mencicil),

Mengetahui kemampuan mencicil rumah . Bank biasanya hanya mengijinkan atau menyetujui cicilan bila tidak lebih dari satu per tiga (1/3) gaji perbulannya. Misal gaji gabungan suami istri adalah Rp 6jt maka cicilan akan disetujui oleh bank bila tidak lebih dari Rp 2jt perbulan.

Misalnya rumah tersebut akan dibeli lewat KPR, entah rumah baru dari developer ataupun rumah second besarnya cicilan kredit rumah itu biasanya 1/3 gaji, walau ada beberapa bank bisa mencapai 40% atau bahkan 50%. Sebagai contoh perhitungan dengan bunga 14% pertahun dan jangka 15 tahun maka kita bisa meminjam:
  • 100 juta, cicilan 1.3juta/bulan, income 4 juta
  • 150 juta, cicilan 1.9juta/bulan, income 6 juta
  • 200 juta, cicilan 2.6juta/bulan, income 8 juta
Sekarang anda bias menghitung sendiri di posisi mana credit powermu…….

b. Hitung Buying Power-mu (Kemampuan Membeli Rumah )

Bank umumnya hanya akan mendanai 80% dari harga rumah, maka kita harus mencari 20% sisanya. Ambil contoh kasus diatas dimana buying power kita 150 juta. 150 juta adalah 80%-nya sehingga harga rumah maksimal yang bisa kita dapatkan adalah di kisaran 187.5 juta. Atau dengan DP sebesar 37.5juta.

1. Yang perlu diperhatikan, buying power = DP + administrasi. Dalam kasus diatas. Maka first paymentnya adalah 37.5 juta + 10 juta (5% dari harga rumah biasanya untuk keperluan administrasi). Sehingga total dana yang harus disiapkan adalah 47.5 juta.

2. Setelah anda ketahui kisaran harga rumah yang bakal disetujui oleh bank, maka barulah anda mencari rumah yang anda idamkan sesuai dengan kemampuan. Anda bisa memilih rumah yang baru dikembangkan oleh developer maupun rumah second.:
a. Rumah Baru, rumah baru dari developer ini hitungannya lebih mudah. angkanya pun jelas, namun masalahnya pilihan sangat terbatas. Waktu idle untuk menunggu rumah ini pun cukup lama, beberapa perumahan besar bahkan memasang tenggang waktu hingga 2 tahun-an. Ini pun belum menjamin kita punya tetangga.

b. Rumah Second, rumah second sebenarnya pilihan yang sangat menarik. Selain lokasinya yang lebih dekat. membeli rumah second berarti membeli masyarakat dan lingkungan yang sudah jadi. Dan rumah ini bisa langsung ditempati.


Tips dan Saran:
1. Jangka waktu cicilan baiknya adalah kurang dari 15 tahun, lebih dari itu akan memberatkan sang kreditor.
2. Rumah second selalu lebih menguntungkan dibandingkan rumah baru. Rumah second sendiri dibagi dalam 3 kategori:
-usia < 10 tahun
-usia 10-20 tahun
-usia > 20 tahun
Pembagian sederhana ini didasarkan dengan penggunaan material dan design dari rumah tersebut. Rumah dalam kategori pertama sebenarnya merupakan pilihan yang terbaik. Disamping harganya lebih murah, kondisi bangunannya tergolong masih baik.

3. Lokasi adalah komponen yang signifikan, dengan budget yang terbatas. Lebih baik memilih rumah yang lebih kecil namun jelas keamanan dan sarana prasarananya.

Demikian tips yang dapat kami sampaikan kali ini, apabila anda masih membutuhkan konsultasi lebih lanjut mengenai rencana kamu untuk memiliki rumah idaman yang sesuai dengan budget kamu, jangan segan segan menghubungi kami Image Bali Arsitek dan Kontraktor untuk mendapat informasi lebih lanjut, Salam….


Artikel Lainnya :