Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Layout Rumah dan Zona Ruang

Layout Rumah dan Zona Ruang
Apa itu layout rumah? Apa itu zona ruang?

Pada kesempatan kali ini kami akan mengajak Anda untuk lebih mengenali bagaimana layout rumah dan zona ruang. Hal ini akan berpengaruh kepada keahlian Anda untuk merancang rumah Anda dengan ideal dan cantik. Dengan itu Anda akan dapat mengerti bagaimana menciptakan rumah dengan ruang-ruang fungsional yang ideal.     
Sebelum kita merancang layout ruang-ruang di dalam rumah, sebaiknya kita membuat sketsa diagram pengelompokan area ruang-ruang atau zona berdasarkan fungsinya, misalnya zona publik atau ruang bersama, zona privat untuk ruang-ruang pribadi serta zona servis untuk ruang-ruang penunjang. Pengelompokan zona-zona sesuai fungsi ini akan memudahkan kita menata ruang pada tahap selanjutnya.

Zona privat hendaknya diletakkan di area yang jauh dari jalan atau sumber kebisingan, zona publik dekat dengan pintu utama, sedangkan zona servis diletakkan dekat dengan ruang luar sekunder seperti taman samping atau belakang. Setiap zona ini hendaknya memiliki sirkulasi yang baik untuk menghubungkan antara satu zona, dengan zona lainnya. Pada dasarnya ada dua jenis layout rumah, yaitu layout terbuka atau open plan dan layout sekat atau layout tertutup dengan penggunaan sekat untuk menciptakan pembagian ruang yang jelas.

Pembagian Area-Area Ruang dalam Rumah

Zona Publik
• Ruang Tamu
• Ruang Duduk
• Ruang Makan

Zona Privat
• Kamar Tidur
• Kamar Mandi
• Ruang Kerja

Zona Servis
• Dapur
• Garasi Mobil
• Gudang
• Ruang Cuci dan Setrika
• Ruang Pembantu

Layout Terbuka dan Layout Tertutup

Pada jenis layout terbuka, ruang yang satu dengan ruang lainnya dibuat tanpa sekat sehingga memiliki hubungan yang sangat erat. Layout tipe ini paling ideal untuk menciptakan rumah yang sehat dan segar karena layout jenis ini memudahkan pengaturan sirkulasi udara dan masuknya sinar matahari ke dalam ruang. Layout terbuka juga membuat rumah terasa lapang, leluasa, dan menyenangkan terutama apabila ruang juga dibuat terbuka terhadap ruang luar, seperti beranda atau taman . Kelemahan desain layout terbuka adalah rumah kurang memiliki hierarki ruang serta mengakibatkan ruang-ruang kurang bersifat pribadi. Untuk mengatasinya, kita dapat menciptakan sekat transparan, misalnya dengan cara penataan furnitur yang berkelompok, perbedaan ketinggian lantai, sistem split level, atau perbedaan warna memasang sekat temporer. Masalah lain yang terjadi adalah ruang menjadi lebih bising karena tidak adanya sistem akustik dari dinding penghalang.

Untuk pembagian ruang yang jelas, biasanya dibuat desain rumah dengan layout tertutup. Keuntungan pengolahan ruang seperti ini adanya setiap ruang memiliki privacy yang tinggi sekaligus memiliki akustik yang baik. Namun, untuk rumah mungil, penataan dengan cara ini menyulitkan setiap ruang untuk mendapatkan udara yang baik apalagi bila rumah menempel dengan bangunan di sampingnya. Oleh karena itu, layout tipe ini kurang dianjurkan untuk rumah mungil.

Solusi yang terbaik adalah membuat desain rumah dengan layout kombinasi, yaitu layout terbuka untuk zona publik (ruang bersama) yaitu ruang tamu, ruang keluarga, teras, ruang makan, dan layout tertutup untuk zona privat (ruang pribadi), yaitu kamar tidur dan kamar mandi.

Dengan adanya layout kombinasi ini maka rumah mungil Anda akan terasa lebih fungsional dan cantik. Ada pun jika Anda memiliki rumah yang besar dan luas maka layout tertutup dapat Anda maksimalkan dengan baik. Dengan demikian area privasi Anda akan lebih terakomodir.  
Artikel Lainnya :