Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Warna Coklat yang Elegan pada Bangunan

Warna Coklat yang Elegan pada Bangunan
Penggunaan warna coklat pada bangunan biasanya selalu memunculkan kesan yang lebih gelap dan kaku. Namun jika dikombinasikan dengan warna yang lebih terang, maka suasana yang segar hangat dan akrab bisa muncul dengan baik. Apalagi jika bangunan rumah tersebut dibuat dengan desain yang lebih sederhana dan tidak begitu rumit.

Contohnya bangunan rumah seperti yang terlihat pada gambar. Rumah yang berada di daerah Inggris ini punya tampilan yang sangat sederhana dan simple, hanya berbentuk kotak saja. Tidak ada ornament atau hiasan yang mencolok pada bangunan ini. Semua bagian dinding hanya berbentuk lurus saja dan menggunakan batu bata tanpa diberi lapisan penutup. Hal inilah yang menjadikan bangunan ini didominasi oleh warna coklat dari batu bata.

Pada bagian muka, ada pintu yang digunakan sebagai akses utuk masuk ke dalam bangunan. Pintu ini jumlahnya tidak hanya satu, namun ada beberapa dan letaknya menyebar dari ujung kiri hingga ujung kanan. Bentuk dan ukurannya sama semua. Demikian pula jarak antara pintu yang satu dengan pintu yang lain.

Namun sebelum masuk kepintu, di depannya ada tangga yang hanya terdiri dari dua tingkat atau strip saja. Alasan dari penggunaan tangga ini adalah selain untuk mempercantik tampilan pintu juga karena posisi bangunan berada dia tas permukaan tanah, meski jaraknya tidak begitu tinggi.

Daun pintunya ada dua dan menggunakan bahan kaca. Sedangkan untuk kusen, menggunakan bahan kayu yang diberi lapisan warna putih. Penggunaan kaca dan warna putih pada kusen ini menghasilkan kesan yang sangat elegan dan mewah pada banguan tersebut. Karena tampilannya sangat kontras dengan dinding batu bata yang berwarna coklat.

Konsep pembuatan pintu ini diaplikasikan pada jendela yang terletak di bagian atas. Jumlah jendela ini juga sama, dengan posisi yang sejajar dengan pintu di bagian bawah. Namun khusus untuk jendela yang berada di bagian tengah, punya tampilan yang lebih istimewa. Ukurannya lebih panjang ke bawah dibanding dengan jendela yang lain.

Pada bagian bawah jendela ini terdapat ornament atau hiasan seperti pagar yang bentuknya setengah lingkaran. Jadi selain berfungsi sebagai tempat untuk menciptakan sirkulasi udara yang alami, jendela ini punya tampilan seperti balkon, namun tidak menggunakan teras atau veranda.

Kemudian untuk bagian samping, ditempat tersebut terdapat dinding lain namun tetap menyatu dengan dinding utama. Ukurannya juga agak besar dan tinggi. Di tempat ini juga terdapat pintu yang desain dan bentuknya juga sama dengan pintu yang berada di bagian depan. Tangga berundak juga dibuat di depan pintu tersebut.

Konsep yang sama kembali digunakan pada jendela yang berada di bagian atas. Namun posisinya tidak sejajar dengan pintu, karena pintu tersebut berada di bagian tengah.

Sedangkan untuk atap bentuknya juga tidak kalah sederhana, namun mampu menghadirkan kesan yang lebih megah pada bangunan tersebut, karena punya ukuran yang agak tinggi. Genting disusun dengan rapi dan halus serta menggunakan warna coklat tua. Hal ini menjadikan tampilan bangunan tersebut secara keseluruhan terlihat makin mewah dan elegan.

Pada bagian samping, terdapat genting kaca yang digunakan untuk menciptakan sistem pencahayaan alami dari sinar matahari. Selain itu di bagian tengah atap ada menara atau tower yang bentuknya kotak persegi panjang. Dinding tower ini juga juga menggunakan bahan batu bata, sehingga tampilannya juga tidak berbeda dengan dinding bangunan.

Selain digunakan untuk media pembuangan asap, tower ini juga dipakai untuk memasang antena atau alat penahan petir serta antena lain untuk alat komunikasi. Menara lain dengan bentuk yang sama juga dibuat dan diletakan di sebelah kiri atau belakang bangunan.

Agar bangunan  berwarna coklat ini bisa terlihat makin cantik dan elegan, di depannya diberi dua pohon cemara atau oak yang diletakan secara berdampingan pada sisi kiri dan kanan tangga yang menjadi akses untuk menuju banguan tersebut.

Sumber gambar : http://www.besthousedesign.com

Artikel Lainnya :