Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Material Rumah yang Baik bagi Kesehatan

Material Rumah yang Baik bagi Kesehatan
Perlu rasanya untuk memilih material yang baik bagi kesehatan. Apalagi rumah sebagai hunian kita dan tempat kita beristirahat akan sangat berpengaruh pada kesehatan yang kita miliki. Tak heran, karena kita akan menghabiskan waktu terbanyak kita di rumah. Menggunakan material bahan dari bahan-bahan alami sangat dianjurkan, namun saat ini rasanya sulit untuk menghindari pemakaian material buatan. Oleh karena itu akan sangat baik bagi Anda untuk mengetahui tingkat keamanan material sebelum Anda menggunakannya untuk rumah Anda.

Kaca
  
Kaca termasuk material yang aman karena bahan ini tidak mengakibatkan penecemaran. Namun, kaca tidak mampu berfungsi sebagai insulator terhadap panas dan suara kecuali jika dibuat dengan berlapis dua atau tiga. Karena sifatnya yang transparan, kaca seringkali digunakan sebagai pengisi jendela atau bukaan yang menjadi sumber pencahyaan alami.

Untuk mengatasi atau mengurangi panas yang masuk melalui kaca, solusinya adalah dengan melapisi kaca dengan pelindung berwarna gelap (pelapisan emisi) atau dengan membayanginya dengan teritisan (overstek) di atas jendela sehingga sinar matahari tidak langsung masuk ke dalam rumah.

Besi atau Logam

Sejak era industrialisasi, material besi atau logam menjadi amat populer. Bahan ini mudah dibuat secara masal, mudah dibentuk, dan tahan lama. Namun, sebenarnya bangunan atau elemen interior yang mengandung logam atau besi termasuk bahan yang kurang baik bagi kesehatan. Logam dalam konsentrasi tinggi mengandung arsenikum dan merupakan konduktor panas dan listrik yang dapat mengganggu energi listrik dan magnet dalam tubuh manusia dan lingkungan. Namun, biasanya elemen logam untuk rumah masih dalam kategori aman bagi kesehatan.

Balok baja dan pipa besi dapat mengganggu elektromagnetik tanah. Furnitur terbuat dari logam dan kasur pegas juga dapat mengakibatkan adhesive effect. Ducting AC juga dapat mengganggu keseimbangan ion-ion di udara. Oleh karena itu hindari sedapat mungkin elemen-elemen yang mengandung logam untuk bahan bangunan atau elemen interior.

Jika menginginkan elemen logam untuk diaplikasikan dalam rumah, perhatikan dengan cermat kandungan logamnya. Ada logam yang cukup aman untuk kesehatan, namun ada yang kurang baik bagi kesehatan dalam jangka pendek maupun panjang, misalnya nikel, seng, alumunium, perak, kadmium, merkuri, kobalt, titanium, dan krom.

Semen

Semen biasanya digunakan sebagai bahan plester untuk dinding dan kebutuhan lainnya. Bahan ini termasuk bahan yang tidak mencemarkan lingkungan dan rumah serta dapat bernapas dengan baik. Plester juga mampu melindungi rumah dari efek cuaca seperti panas dan angin. Dari segi estetika, plester mudah diwarnai dengan warna-warna menarik dan permukaannya mudah dibuat tekstur.

Kelemahan semen adalah tidak tahan terhadap air. Air dapat mengakibatkan plester terkondensasi (mengembun) dan tumbuhnya jamur. Oleh karena itu dinding plester hendaknya terlindung dari hujan yaitu dengan menggunakan teritisan yang cukup lebar dan rendah.

Batu

Banyak batu alam yang cukup populer digunakan sebagai elemen bangunan dan interior seperti batu kali, marmer, granit, batu paliaman. Masing-masing batu memiliki keunikan warna, tekstur, serta karakter. Secara visual, batu alam memberikan kesan yang kokoh dan kuat. Sedangkan dari segi kesehatan, batu alam merupakan material yang aman karena tidak mengandung zat pencemar dan mampu bernafas serta dapat mengurangi kelembapan udara.Permukaan batu juga dingin sehingga sesuai untuk rumah tropis yang panas dan lembab.

Kayu

Dari seluruh material yang ada, kayulah yang terbaik untuk kesehatan bila kelembapan kayu antara 8-20%. Kayu basah yang tinggi kelembapannya lebih dari 20% justru merupakan konduktor, karena air yang dikandungnya dapat menghantar listrik.

Dengan kandungan air 8-20% kayu merupakan isolator yang baik. Bahan ini juga dapat bernapas dengan sempurna, dan mampu menyimpan panas. Seperti bahan alam lainnya kayu juga mampu menyerap air. Kelemahan lainnya adalah kayu mudah lapuk dan dimakan rayap. Untuk menghindarinya, kayu harus berada di atas struktur yang kedap air dengan sistem ventilasi yang memadai.
Artikel Lainnya :