Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Rumah Di Atas Bukit Berbatu

Rumah Di Atas Bukit Berbatu
Meski berada di daerah perbukitan kering yang berbatu, namun tampilan rumah yang satu ini tetap terlihat indah dan cantik. Pembuatan rumahnya sendiri menggunakan konsep rumah panggung dengan tujuan untuk menghemat waktu dan biaya karena tidak perlu meratakan permukaan tanah lebih dahulu. Sedangkan bangunannya sendiri terdiri dari dua bagian namun tetap menjadi satu kesatuan yang utuh.

Pada bangunan yang berada disebelah kiri, dibagian depan terdapat teras yang terbuat dari papan kayu. Pada bagian kiri dipasang pagar pengaman yang terbuat dari besibesa dan kecil. Ditempat ini terdapat dua meja santai dengan bentuk desain yang cukup unik serta berwarna kuning.

Untuk pelengkapnya juga disediakan meja bundar dengan ukuran yang tidak begitu besar. Selain kursi dan meja, di teras tersebut juga masih terdapat dipan yang digunakan untuk bersantai dan terletak tidak jauh dari pintu.

Untuk akses masuk ke dalam ruang atau rumah pintu yang digunakan pintu terbuat dari kaca bening, sedangkan cara membuka dan menutupnya menggunakan sistem geser. Penggunaan sistem pintu geser ini selain lebih pratis juga bisa menghemat penggunaan ruang, terutama pada bagian dalam.

Pintu ini terletak di bagian tengah. Dan di sebelah kiri serta kanan pintu terdapat dinding yang menggunakan warna jingga. Di sebelah atas dinding jingga dan pintu kaca ini masih terdapat dinding lain yang menggunakan bahan dari kaca berwarna gelap. Meski tidak begitu mencolok, namun penggunaan warna jingga dan kaca gelap ini memunculkan suasana yang begitu hangat dan cerah namun tetap sejuk  pada bangunan rumah tersebut.

Kemudian untuk bagian yang berada di sebelah kanan, dinding yang berada di depan dan samping menggunakan kaca bening semua. Demikian pula dengan pintu geser yang berada di bagian tengah. Berbeda dengan bangunan yang berada di bagian kiri, kaca gelap tidak digunakan di tempat ini.

Untuk dinding depan yang berada di bagian atas pintu, kacanya tetap menggunakan yang transparan dan terbagi menjadi dua bagian, dimana masing-masing bagian tersebut punya ukuran panjang dan lebar yang sama. Sedangkan dinding yang berada di bagian samping, dinding kaca yang digunakan adalah utuh dan tidak dipisah-pisah.

Di dalam ruang tersebut terdapat beberapa kursi tamu yang model dan warnanya berbeda. Sementara itu dinding yang digunakan diberi lapisan penutup dari papan kayu dengan warna coklat tua. Sedangkan lantainya juga menggunakan warna yang sama.

Meski warna coklat tersebut memunculkan kesan yang lebih gelap, namun hal ini bisa dikurangi dengan penggunaan kaca pada dinding depan dan samping ruang tersebut. Sehingga tampilannya tetap bisa terlihat terang dan terasa lebih luas dan besar.

Selain itu dengan menggunakan kaca bening, maka sistem pencahayaan alami dari sinar matahari bisa masuk dan memberi penerangan secara langsung pada ruang tersebut. Hal ini menjadikan penggunaan energi listrik untuk lampu bisa dihemat secara maksimal, terutama pada waktu siang hari.

Selanjutnya dua bagian dari bangunan ini disatukan dengan atap yang dibuat miring dari arah depan menuju arah belakang. Ukuran atap ini lebih lebar dari luas bangunan, sehingga mampu menutup semua teras yang berada di depan rumah. Plafon yang digunakan untuk menutup bagian bawah atap juga dipakai untuk membuat sistem pencahayaan dari lampu listrik.

Tampilan rumah ini makin terlihat eksotik karena adanya batu-batu yang berada di bagian depan rumah. Apalagi penggunaan warna pada dinding dan perabot furniture juga selaras dengan warna batu dan alam yang berada di sekitarnya.

Sumber gambar : http://www.besthousedesign.com
Artikel Lainnya :