Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Rumah Berlantai Tiga Dengan Tampilan yang Unik

Rumah Berlantai Tiga Dengan Tampilan yang Unik
Bangunan rumah villa yang berada di daerah Valais, Swiss punya tampilan yang cukup unik. Lokasi yang digunakan rumah merupakan lahan miring dan dibiarkan tampil apa adanya alias tidak dibuat datar atau diratakan lebih dahulu.

Agar lantai dalam rumah tetap lurus dan datar, bangunan rumah tersebut dibuat dengan cara menjorok ke dalam tanah yang miring tersebut. Maka jika dilihat dari luar, tampilan dinding yang berada di bagian belakang seperti tertanam di dalam tanah. Sehingga bentuknya seperti segitiga dimana pada bagian sisi bawahnya juga terlihat miring, mengikuti alur atau bentuk susunan tanah.

Selain itu hal lain yang menjadikan bentuk bangunan ini terlihat makin istimewa adalah, setelah diberi lapisan bagian dindingnya tidak diberi cat warna sama sekali. Sehingga abu-abu yang merupakan warna asli semen menjadi warna dominan pada bagian luar.

Sedangkan lapisan semen pada dinding tersebut juga tidak dihaluskan begitu saja, namun diarsir dengan suatu alat sehingga tampilannya membentuk semacam serat atau garis horizontal. Hal ini menjadikan tampilan rumah terlihat lebih panjang dan lebar.

Bagian depan diberi lubang dengan ukuran yang cukup besar berbentuk kotak. Di sebelah kiri pada lubang kotak ini dibuat pintu dari kaca bening. Sedangkan di sebelah kanannya ditutup dengan dinding yang juga menggunakan kaca. Hal ini menjadikan bagian interior ruang bisa terlihat dari luar. Warna dominan dalam ruang tersebut adalah putih terang.

Di depan pintu ini terdapat semacam lantai kasar yang terbuat dari adonan atau cor semen dan pasir. Namun warnanya lebih terang dibanding dengan warna dinding. Tujuan dari penggunaan lantai kasar ini adalah untuk memudahkan penghuni ketika ingin masuk ke dalam ruang atau rumah, Karena dibuat dengan bentuk yang datar, tidak mengikuti alur atau susunan tanah yang miring.

Sedangkan di sebelah kiri dinding, terdapat dua jendela yang bentuknya kotak dan dibuat secara terpisah namun tetap sejajar. Daun jendela tersebut juga menggunakan kaca yang bening dan diletakan pada bagian dinding dalam.

Kemudian untuk lantai yang kedua, hampir semua bagian yang berada di dalam ruang menggunakan dinding kaca. Bahkan dinding pemisah atau penyekat ruang juga menggunakan bahan yang sama. Kaca-kaca yang digunakan tersebut punya ukuran yang besar dan dipasang secara utuh. Masing-masing kaca tersebut disambung dengan logam alumunium.

Untuk lantai ketiga atau yang berada di bagian paling atas, penggunaan dinding semen yang diarsir kembali digunakan. Pada bagian samping, dibuat dua jendela yang diletakan di daerah belakang. Jendela yang berada di sebelah kiri punya ukuran yang lebih kecil dengan jendela yang berada di sebelah kanan. Namun bentuk dan konsep pembuatannya juga sama dengan jendela yang berada di lantai paling bawah.

Pada bagian lantai atas ini terdapat ornament yang cukup menarik meski terlihat sangat sederhana sekali. Yaitu besi tulang yang merupakan kontruksi bagian atas dinding dibuat sedikit lebih panjang dari ukuran bangunan rumah. Tonjolan dari kontruksi ini juga diberi lapisan semen dengan cara yang sama. Tonjolan ini memunculkan suasana yang menjadikan tampilan rumah menjadi lebih unik.

Selanjutnya untuk atapnya juga berbentuk segitiga namun pada bagian depan punya ukuran yang jauh lebih lebar dibanding dengan atap yang berada di belakang. Di atas atap ini terdapat cerobong asap dengan ukuran yang tidak begitu besar.

Meski terlihat sangat sederhana, namun rumah yang sangat irit dalam penggunaan ornament ini tetap punya nilai keunikan tersendiri, terutama dalam penggunaan dinding kaca pada lantai dua.

Sumber gambar : http://homedesigndecorator.com
Artikel Lainnya :