Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Rumah Bergaya Unfinished

Rumah Bergaya Unfinished
Yang dimaksud dengan rumah gaya unfinished adalah proses pembangungan rumah yang sengaja tidak diselesaikan hingga tahap akhir, terutama pada bagian finishingnya. Tujuannya adalah untuk menciptakan suatu nuansa yang tidak biasa namun tetap mampu memunculkan kesan yang istimewa.

Rumah yang berada di daerah Shanghai China ini merupakan contoh rumah yang menggunakan konsep desain unfinished. Tampilan bangunannya cukup unik dan terkesan sangat alami. Di halaman depan terdapat kolam yang pada bagian dindingnya tidak diberi warna sama sekali kecuali hanya lampisan semen saja. Bentuk kolam ini sebenarnya kotak, namun pada bagian pojoknya dibuat lengkungan, tidak lancip atau membentuk sudut.

Disekitar kolam ini masih terdapat lahan kosong yang sebagian permukaan tanahnya ditutup dengan paving blok berbentuk kotak. Paving blok yang digunakan ini disusun dengan sistem atau konsep tertentu sehingga memunculkan tampilan seperti mosaik.

Pada bagian yang agak jauh dari halaman rumah, jumlah paving blok yang digunakan lebih sedikit. Sedangkan pada jarak yang lebih dekat, jumlahnya semakin banyak dan rapat. Selanjutnya di sebelah samping halaman diberi pagar yang juga memunculkan kesan unfinished, yaitu berupa susunan pohon bambu yang diletakan atau ditanam secara berjajar.

Tampilan muka rumah juga punya daya tarik tersendiri, terutama dalam penggunaan pohon peneduh yang ukurannya cukup besar dan tinggi, melebihi tinggi bangunan rumah. Daya tarik tersebut terletak pada bagian batang pohon yang menembus suatu bidang atau dinding lantai yang merupakan pembatas antara lantai satu dan lantai dua.

Sementara itu dinding lantai tersebut juga punya tampilan yang  yang tidak kalah unik, yaitu berbentuk segitiga. Jika di lihat dari arah kanan, bentuk dinding lantai lebih lebar, namun semakin kekiri makin menyempit dan menjadi lancip pada bagian yang paling kanan.

Sehingga pagar pengaman yang digunkan pada bagian kirinya menyatu dengan dinding tembok. Bentuk dari pagar ini sangat sederhana, hanya terbuat dari besi dan berbentuk kotak-kotak bujur sangkar. Warna yang digunakan adalah hitam. Penggunaan warna ini terasa kontras dengan warna bangunan yang tidak diberi lapisan cat, namun tetap bisa menyatu.

Bagian depan pada lantai atas menggunakan dinding kaca bening dengan ukuran yang cukup besar dan tidak menggunakan teknik penyambungann. Kusen yang digunakan menempel secara langsung pada dinding dan menggunakan warna yang sama dengan pagar, yaitu hitam. Sedangkan pintunya juga menggunakan bahan kaca dan diletakan pada bagian pinggir kiri agak ke tengah.

Penggunaan dinding dan pintu kaca ini menjadikan semua yang ada di bagian dalam ruang atau interior bisa terlihat dengan jelas. Di tempat tersebut terdapat beberapa perangkat atau perabot furniture yang jumlahnya tidak begitu banyak. Hal ini memunculkan suasana ruang yang terkesan lebih longgar.

Apalagi warna yang digunakan untuk ubin lantai, dinding tembok dan bagian plafon menggunakan warna yang sama, yaitu putih terang. Bahkan teknik pencahayaan yang digunakan juga menghasilkan sinar yang warnanya juga putih. Kesan luas dan lapang makin terasa dalam ruang ini.

Kemudian untuk lantai atasnya, konsep yang digunakan pada tampilan depan tidak berbeda dengan lantai bawah. Pintu kacanya juga punya bentuk yang sama dan dipasang dalam posisi yang sejajar. Dinding yang berada di sebelah kanan yang berada di samping dinding lantai segitiga sama-sama menggunakan kaca bening, dan menyatu dengan dinding yang menghadap ke arah depan.

Abu-abu yang merupakan warna asli semen dan menjadi warna dominan pada bangunan ini memunculkan suasana yang sangat kering dan gersang. Namun penggunaan pohon besar dan dinding kaca serta teknik pencahyaan yang digunakan serta bentuk bangunannya yang unik mampu menghapus kesan kering tersebut.

Sumber gambar : http://freshome.com
Artikel Lainnya :