Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Desain Atap Unik Dari Toraja

Desain Atap Unik Dari Toraja
Sebagai warga negara Indonesia, kita patut merasa berbangga diri. Karena salah satu bentuk bangunan rumah tradisional kita yang berasal Toraja Sulawesi Selatan, oleh sebuah situs desain rumah internasional dipilih sebagai rumah dengan tampilan atap yang paling unik dan cantik.

Sejak jaman dulu rumah Toraja memang terkenal punya nilai keunikan tersendiri yang tidak dipunyai oleh bentuk bangunan rumah lain di Indonesia, bahkan dunia. Bangunan rumahnya sendiri kebanyakan menggunakan konsep rumah panggung yang hampir semua bagiannya menggunakan bahan kayu dan bambu.

Ketika ingin menggunakan atap sebagai point of interest atau daya tarik utama pandangan, atap tersebut biasanya menghadap ke arah depan. Namun untuk rumah Toraja yang terjadi justru kebalikannya. Bagian samping atap yang menjadi fasad ditampilkan secara atraktif dan dramatis. Arah hadap rumahnya juga sesuai dengan arah samping dari atap tersebut. Di sinilah salah satu bentuk keunikan dari rumah Toraja sehingga tampilannya punya nilai keistimewaan tersendiri.

Atapnya sendiri membentuk suatu lengkungan, dimana pada bagian tengah punya ukuran yang lebih rendah. Sedangkan kedua sisi lain yang berada di pinggir punya ukuran yang lebih tinggi dan menjorok ke arah depan serta agak menjulang ke atas.

Pada bangunan yang masih asli alias belum tersentuh oleh hal-hal yang bersifat modern, pada bagian bawah atau dalam atap ini terdapat berbagai ornament yang menggunakan merah tua dan coklat sebagai warna dominan. Pada sisi depan selalu dipasang dinding kayu yang diberi lukisan yang menggambarkan kehidupan tradisional masyarakat Toraja.

Bangunan yang biasanya terdiri dari dua lantai ini pada bagian atasnya tidak terdapat pintu, namun diberi jendela yang juga terbuat dari kayu dan diberi lukisan dengan konsep yang sama dengan bagian dinding. Jika jendela ini ditutup, maka jika dilihat dari luar tampilannya menyatu dan tidak terlihat secara nyata sebagai jendela.

Jika rumah tersebut merupakan tempat tinggal kaum bangsawan atau keluarga yang kaya, di depan rumah ini terdapat susunan tanduk kerbau yang merupakan penggambaran dari status sosial dari penghuni atau pemilik rumah tersebut. Makin banyak tanduk kerbau yang dipasang secara vertikal, maka makin tinggilah status sosial yang dimiliki.

Tanduk-tanduk kerbau ini sendiri diperoleh dari berbagai macam upacara dan pesta yang sering diadakan oleh keluarga tersebut. Bahkan ada kalanya susunan tanduk ini dipasang lengkap dengan kepala kerbau yang disembelih ketika mengadakan acara tersebut.

Sedangkan bahan untuk membuat atapnya terbuat dari rumput ilalang yang disusun dengan rapat dan tebal. Bagian pinggirnya diberi susunan batang yang diperoleh dari suatu pohon yang kayunya bersifat lunak. Namun kadangkala kayu lunak tersebut diganti dengan papan kayu biasa yang menjadikan tampilannya menjadi terlihat lebih rapi.

Bagian samping atap kiri dan kanan diberi penguat yang juga menggunakan bahan kayu dan dipasang secara melintang antara dinding atap sebelah kiri dan dinding atap sebelah kanan. Jumlah yang digunakan disesuaikan dengan ketinggian julangan atap.

Dan sebagai penahan beban, dipasanglah sebuah tiang penyangga yang diletakan di tengah dan dihubungkan dengan salah satu kayu penguat tadi. Pada tiang penyangga inilah tanduk-tanduk kerbau disusun dan diletakan.
Jika tiang tersebut sudah penuh, tanduk kerbau yang lain dipasang pada tiang lain yang berada di samping bangunan. Penggunaan tanduk kerbau sebagai hiasan ini menjadikan tampilan atap rumah Toraja makin terlihat cantik dan sangat unik.

Saat ini, bentuk rumah Toraja tersebut sering dibuat dalam bentuk miniatur dan untuk dijadikan cinderamata atau souvenir yang cukup banyak penggemarnya. Miniatur rumah Toraja tersebut dijadikan pajangan dalam ruang sebagai hiasan interior.

Sumber gambar : http://www.anjieya.com

Artikel Lainnya :