Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Rumah Cantik di Tepi Danau

Rumah Cantik di Tepi Danau
Kehidupan dan keindahan pemandangan di danau atau sungai yang alami selalu memunculkan nuansa istimewa tersendiri. Suasana seperti ini menjadikan beberapa orang menjadi punya hasrat untuk tinggal di rumah yang berada di tempat tersebut. Alasannya adalah agar bisa menikmati suasana yang tenang dan sejuk serta udara yang segar sepanjang hari dengan lebih maksimal.

Membangun rumah yang berada di tepi sungai atau danau tentu membutuhkan teknik tersendiri. Apalagi jika letaknya persis di bagian pinggir dan menghadap ke arah air. Tentu konstruksinya harus melalui perhitungan yang cermat karena tanah yang berada ditempat tersebut punya sifat yang cenderung lebih lunak atau tidak keras.
Berikut ini ada contoh sebuah bangunan rumah yang lokasinya juga menggunakan daerah tepian danau. Yang perlu dilakukan sebelum membuat bangunan seperti ini adalah di sekitar tempat yang mau dijadikan rumah harus diberi semacam dinding atau sering disebut dengan bantaran. Tujuannya adalah untuk menghindari terjadinya tanah longsor atau erosi, terutama ketika ada arus air dan ombak yang deras.

Bahan yang digunakan untuk membuat bangunan juga harus memilih yang lebih ringan. Karena tanah yang berada di dekat danau atau sungai biasanya lebih lembek atau lunak sehingga kurang begitu kuat menahan beban yang lebih berat. Jika ini tetap dilakukan akan mengakibatkan bangunan yang sudah jadi bisa menurun atau ambles.

Bangunan yang terlihat pada gambar juga demikian. Rumah yang terdiri dari dua lantai ini menggunakan dinding batu bata pada lantai bawahnya. Namun untuk lantai atasnya menggunakan bahan kayu. Hal yang sama juga dilakukan pada bagian lantai.

Yang cukup unik dari bangungan ini terletak pada bagian lantai atasnya. Kayu yang digunakan untuk membuat dinding terdiri dari dua jenis dengan warna serat yang berbeda. Yang satu menggunakan kayu yang warna seratnya coklat tua, sementara kayu yang lain warna seratnya adalah coklat terang.
Susunan kayu yang dipasang secara berselang-seling menghasilkan garis-garis tegas yang menjadikan tampilan rumah punya daya tarik tersendiri. Selain itu dinding tersebut dibuat agak miring kearah samping luar, sehingga ukuran ruangnya menjadi lebih besar dibanding dengan ruang yang berada di lantai bawah.

Pada bagian depan, terdapat pintu besar yang memakan tempat hampir 80% dari seluruh luas dinding yang ada. Pemasangan daun pintunya menggunakan teknik yang sangat kreatif, yaitu kepernya diletakan pada bagian atas. Jadi cara membuka pintu ini harus didorong dari dalam pada bagian bawah atau ditarik jika kita sedang berada di luar.

Jika dalam kondisi tertutup, pintu ini punya fungsi yang tidak jauh berbeda dengan pintu yang lain yang lain yaitu untuk menghindari angin atau udara dan sinar matahari yang masuk ke dalam ruang.
Namun jika kondisinya dalam keadaan terbuka, daun pintu akan menghasilkan fungsi yang lain, yaitu sebagai atap teras yang berada di depannya. Agar pintu ini tidak bisa tertutup kembali ketika dijadikan sebagai atap, pada bagian sisi kiri dan kanannya diberi semacam alat penahan yang terbuat dari besi yang dihubungkan pada kusen.
Untuk menghadirkan kondisi yang lebih aman, teras ini dilengkapi dengan pagar yang kerangkanya terbuat dari besi. Sedangkan pagarnya sendiri menggunakan kawat besar yang diletakan atau disusun secara melintang.  Warna yang digunakan adalah putih keperakan.

Pada bagian samping kiri dan kanan dinding diletakan tonk yang bentuknya seperti wadah untuk menyimpan minuman anggur pada jaman dulu. Fungsinya adalah untuk menampung air hujan yang turun dari atap.
Kemudian dibagian lantai bawah, dibagian depannya dibuat semacam dermaga yang dilengkapi dengan perahu dayung dan digunakan untuk alat transportasi jika penghuni ingin pergi ke seberang sungai atau danau.

Sumber gambar : http://www.archidir.com
Artikel Lainnya :