Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Kursi Ayun Unik Untuk Taman

Kursi Ayun Unik Untuk Taman
Kursi ayun biasanya diletakan di sebuat taman dan lebih sering digunakan untuk bermain anak-anak. Meski demikian bukan berarti orang yang sudah dewasa tidak pantas untuk duduk sambil bersantai di kursi ayun. Apalagi jika bentuk kursi tersebut memang didesain dengan ukuran untuk orang dewasa, dengan bentuk yang lebih mewah dan elegan.

Contohnya adalah kursi ayun yang punya ukuran lebih besar dengan desain yang sangat menawan ini. Selain bisa untuk bersantai, kursi ini juga dapat digunakan untuk melakukan kegiatan lain seperti tiduran sambil mendengarkan musik atau membaca buku dan majalah.

Bahan utama yang digunakan untuk pembuatan kursi ayun ini adalah kayu yang ukurannya cukup besar sehingga lebih kuat untuk menahan beban yang berat serta membuat tampilan kursi menjadi lebih berkarakter dan punya kesan yang sangat gagah.

Untuk membuat kursi ayun dengan desain seperti ini, yang pertama perlu disiapkan adalah menyediakan kayu, kemudian dipotong-potong menjadi beberapa bagian. Namun sebelumnya harus lebih dulu dibuat polanya yang digambar pada kertas.
Tujuannya tentu saja untuk menentukan ukuran kayu yang dibutuhkan serta bentuk lengkungan yang diperlukan. Masing-masing bagian dari kursi ini membutuhkan bentuk lengkungan yang berbeda-beda.  Demikian pula dengan jumlahnya.

Secara garis besar, bagian-bagian yang perlu dibuat adalah kerangka muka, sandaran punggung dan tempat untuk meletakan bantalan kursi. Sedangkan tiang yang digunakan untuk gantungan terdiri dari dua tiang utama yang dijadikan tempat gantungan serta dua tiang lain yang punya ukuran lebih pendek dan digunakan untuk penguat dan penahan beban bagi tiang gantung tersebut.
Jika pola dan bentuk serta ukuran lengkungan telah dibuat serta jumlah kayu yang dibutuhkan telah dihitung, maka pemotongan dan pembentukan lengkungan bisa dilakukan. Alat untuk membuat lengkungan ini bisa menggunakan mesin atau tatah.

Dan yang tidak boleh dilupakan dalam melakukan pekerjaan ini adalah, setiap pasang lengkungan, meski punya ukuran dan bentuk yang sama, namun arah lengkungannya ada yang saling berlawanan. Terutama pada bagian muka yang nantinya dipakai untuk penempatan tempat duduk atau bantalan kursi.
Setelah pekerjaan pemotongan dan pembuatan lengkungan selesai dikerjakan, langkah selanjutnya adalah melakukan penyusunan dan penyambungan kayu. Agar sambungan dari masing-masing kayu bisa menjadi kuat, gunakan lempengan besi yang diberi lubang kemudian dijadikan alat sambungan antara kayu yang satu dengan kayu yang lain.

Namun sebelumnya kayu tersebut juga dibeli lubang dengan cara dibor. Ukuran besar dan kedalamannya harus disesuaikan dengan ukuran baut yang digunakan untuk menyatukan sambungan tersebut.
Jika tidak punya alat untuk membuat lempengan besi tersebut, carilah tukang bubut besi yang punya persediaan mesin lebih lengkap. Mereka bisanya menerima pesanan untuk membuat element seperti ini. Kita tinggal menentukan ukuran dan jumlahnya saja. Di toko-toko besi lempengan seperti ini juga tersedia, namun ukurannya sudah ditentukan dari pihak pabrik atau produsennya.

Jika semuanya sudah jadi, maka akan terdapat dua bagian yaitu kursi ayun dan tiang untuk penempatan kursi tersebut. Dan untuk meletakan kursi ayun ini, gunakan rantai besi yang dipasang secara erat dan kuat pada bagian atas kursi. Selanjutnya pada bagian ujung tiang dipasang besi lengkung atau hook yang dipakai untuk meletakan rantai besi yang telah dilekatkan pada kursi.

Kursi ayun yang sudah jadi ini kemudian diberi bantalan yang bahannya bisa disesuaikan dengan selera. Bisa menggunakan busa, kapuk, atau bahan lain yang empuk dan nyaman untuk dijadikan tempat duduk dan bersandar atau tiduran. Setelah dibentuk sesuai dengan ukuran dan dipasang dengan tepat, maka kursi ayun ini bisa segera diletakan di taman dan siap digunakan untuk melakukan berbagai kegiatan atau untuk bersantai saja.

Sumber gambar : http://azmyarch.com

Artikel Lainnya :