Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Rumah Bergaya Victorian

Rumah Bergaya Victorian
Gaya Victorian adalah suatu konsep atau desain bangunan dan furniture yang mulai berkembang dari negara Inggris pada sekitar tahun 1830. Dinamakan dengan gaya Victorian karena pada masa itu Inggris sedang berada di bawah pemerintahan Ratu Victoria.  Dan mulai tahun 1990an, gaya ini mulai mengalami masa surut. Meski demikian hingga saat ini masih ada yang menyukainya dengan alasan karena desain ini punya nilai seni dan keunikan tersendiri.

Contoh bentuk rumah yang menggunakan gaya desain Victorian adalah seperti yang terlihat dalam gambar. Bangunan ini menggunakan konsep dua lantai, dimana pada salah satu bagian atapnya membentuk kerucut. Lokasinya berada di sebuah perempatan jalan, sehingga bagian pojok bangunan dijadikan sebagai muka dan bentuknya tidak membentuk sudut 90 derajat namun agak bundar.

Bangunan ini dibuat lebih tinggi sekitar enampuluh sentimeter dari permukaan tanah. Sehingga pada bagian bawahnya terdapat dinding pondasi yang bisa terlihat dengan jelas. Uniknya susunan pondasi ini tidak menggunakan lapisan penutup, sehingga susunan batu bata yang digunakan nampak terbuka. Ini memang merupakan suatu kesengajaan dengan tujuan untuk memunculkan nuansa seni dan alami yang lebih tinggi pada bangunan.

Sementara pada bagian depan bangunan terdapat teras terbuka yang cukup luas, karena menggunakan tempat dari satu ujung bangunan sampai ujung yang lain. Di depan teras ini terdapat beberapa pilar yang bentuknya bulat, dimana pada bagian bawah punya ukuran diameter yang lebih besar dan makin mengecil pada bagian atas. Warna yang digunakan adalah putih, sama dengan warna pada plafon, yang pada bagian pinggir luarnya diberi garis berwarna merah marun.

Berlanjut pada bagian dinding yang berada di belakang teras, warna yang digunakan adalah kuning segar. Pada bagian dinding ini pula terdapat beberapa pintu kaca yang pada bagian kusennya menggunakan warna coklat. Ukurannya cukup tinggi, hingga menyentuh plafon. Dan untuk pengamanan, pintu kaca ini dilengkapi dengan teralis besi yang disusun secara saling silang.

Jumlah pintu yang dipasang tidak hanya satu namun ada beberapa pintu lain yang diletakan secara berjajar, dengan bentuk dan ukuran yang sama. Pintu utamanya terletak di bagian paling tengah, menghadap ke arah depan dan berada diantara dua pilar depan teras. Dibagian pinggir sekeliling masing-masing pintu ini diberi garis yang menggunakan warna putih.

Paduan warna putih pada pinggir pintu, plafon dan pilar serta warna kuning pada dinding dan coklat pada kusen memunculkan kesan yang sejuk namun tidak terlalu dingin bersahaja.

Selanjutnya untuk lantai atas bentuk desainnya juga menggunakan konsep yang sama, namun tidak menggunakan teras. Susunan tiga pintu yang berada di bagian tengah sejajar dengan posisi pintu yang berada di lantai bawah. Sementara pada dua sisi kiri dan kanan, dipasang jendela yang juga sejajar dengan pintu bawah.

Dari bangunan lantai dua ini kemudian dibuat atap yang bentuknya sangat menjulang dan terdiri dari tiga bagian. Untuk bagian tengah, bentuknya adalah kerucut, selaras dengan bentuk dinding yang berada dibawahnya. Dibagian atas atau pucuk atap kerucut ini dipasang sebuah tiang menara kecil yang warnanya hijau dan diberi hiasan profil yang membuat tampilannya seperti ujung tombak yang lancip.

Lalu dua bagian atap yang lain berada di sebelah kiri dan kanan atap kerucut dengan ukuran ketinggian yang sama dan berbentuk segitiga sama sisi. Karena punya ukuran yang cukup tinggi, pada bagian bawah atap segitiga terdapat dinding yang menggunakan batu bata namun tidak diberi lapisan penutup sama sekali.
Susunan batu bata ini diberi warna hijau yang sangat kontras dengan warna kuning pada dinding. Kesan yang dihasilkan dari penggunaan warna ini adalah sejuk namun tetap segar.

Sumber gambar : http://dreamhouse.onsugar.com
Artikel Lainnya :