Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Menggunakan Pohon Hidup Untuk Penghias Ruang Terbuka

Menggunakan Pohon Hidup Untuk Penghias Ruang Terbuka
Keberadaan pohon merupakan hal yang penting untuk menghasilkan suasana sejuk dan segar pada bangunan rumah. Karena dari pohon inilah dihasilkan udara bersih dan oksigen yang sangat berguna bagi sistem kehidupan manusia atau penghuni yang tinggal di rumah itu. Selain itu pohon juga bisa memunculkan kesan yang lebih alami dan natural.

Namun pada sisi yang lain, pohon juga bisa memunculkan persoalan tersendiri jika terletak pada lokasi yang sebenarnya mau digunakan untuk membangun suatu ruang. Apalagi jika ukurannya terlalu besar dan jumlahnya tidak hanya satu batang saja. Jika dipotong atau ditebang, tentu sangat sayang karena untuk menghasilkan pohon yang besar dibutuhkan waktu yang lama bahkan hingga puluhan tahun.

Permasalahan seperti ini sebenarnya bisa dipecahkan tanpa perlu menghilangkan pohon tersebut. Contohnya adalah seperti yang dilakukan pada sebuah bangunan yang berada di daerah Costa Rica ini. Pohon-pohon yang ada dibiarkan tetap tumbuh dan hidup tanpa melakukan penebangan sama sekali dan dijadikan sebagai penghias atau ornament dari bangunan yang bersifat terbuka atau teras yang berada di luar ruang atau eksterior.

Permukaan tanah diberi lantai kayu dengan yang teknik pemasangannya menggunakan konsep yang sama dengan konsep pada rumah panggung. Jadi sebelum lantai kayu dipasang, dibuat pondasinya dan tiang penyangganya lebih dulu namun dengan ukuran yang lebih pendek. Ketika melewati beberapa pohon, lantai kayu dipotong sesuai dengan bentuk atau alur batang pohon tersebut, sehingga bagian bawah pohon jadi tertutup dan tidak terlihat.

Hal yang sama juga dilakukan pada bagian atap. Jika dilihat dari dalam, batang pohon tersebut akan nampak seperti tiang atau pilar penyangga bangunan namun dengan tampilan yang sangat eksentrik dan unik. Apalagi jika batang pohon tersebut punya bentuk yang menarik. Posisinya agak miring dan sebagian akar besarnya terlihat menyentuh lantai.

Atap yang dibuat bentuknya seperti kerucut, dimana susunan kerangka atau kayu usuknya juga ditata mengikuti alur tumbuhnya pohon. Jika diamati dengan seksama tampilan atap ini nampak seperti payung yang dibuka atau sedang dimegarkan. Karena susunan kerangkanya juga menyerupai jeruji besi pada kerangka payung.

Untuk plafonnya juga menggunakan kayu yang membuat tampilan ruang menjadi lebih alami dan segar. Dibeberapa bagian atap dipasang genting kaca namun dengan ukuran yang besar dan berbentuk seperti jendela. Fungsinya adalah untuk mendapatkan sistem pencahayaan yang alami dari sinar matahari. Selain itu dengan adanya genting kaca yang besar ini maka kesegaran warna hijau pada daun di atas pohon juga bisa dinikmati dari bawah atau dalam ruang. 

Teknik pencahayaan lain menggunakan lampu yang dipasang secara menggantung pada atap atau plafon. Warna sinarnya adalah kuning untuk memunculkan kesan yang lebih akrab dan hangat namun tidak silau.

Dibagian tengah ruang terdapat kursi panjang yang bahan pembuatannya juga menggunakan kayu sehingga tampilannya bisa lebih menyatu dengan lantai, tiang pohon dan atap atau plafon. Semua element ini sama sekali tidak diberi warna kecuali hanya lapisan pelitur saja.

Untuk menambah kecantikan tampilan, pada salah satu tiang pohon diberi meja gantung yang ukurannya sangat kecil dari papan kayu dan digunakan untuk menaruh barang atau hiasan yang ukurannya juga mungil.
Sementara itu pada bagian pinggir ditaruh lemari pendek yang juga menggunakan bahan kayu dan digunakan untuk menyimpan aneka barang. Sedangkan bagian pinggir yang lain diberi pagar yang terbuat dari kayu berukuran kecil dan diberi warna coklat tua.

Bangunan terbuka ini sangat cocok untuk bersantai dengan anggota penghuni rumah atau teman dekat. Di tempat ini pula bisa dilakukan perbincangan yang ringan atau serius namun dalam suasana yang tidak formal atau resmi.

Sumber gambar : http://www.archidir.com
Artikel Lainnya :