Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Kayu Lengkung untuk Fasad Bangunan

Kayu Lengkung untuk Fasad Bangunan
Karena berada di bagian depan, tampilan fasad punya pengruh yang cukup besar terhadap nilai estetika dan keindahan suatu bangunan. Karena itu penataan dan desainnya juga perlu mendapat perhatian khusus dan harus melalui perhitungan yang cermat. Membuat desain fasad secara sembarangan bisa menyebabkan nilai keindahan rumah bisa berkurang.

Bahkan jika perlu, fasad dibuat dengan desain yang lebih istimewa sehingga bangunan rumah bisa menjadi icon atau pusat perhatian dalam suatu komplek perumahan. Jika ini terjadi tentu akan menjadi kebanggan tersendiri bagi pemilik atau penghuni yang tinggal di rumah tersebut.

Contoh desain fasad yang punya tampilan cukup unik dan cantik adalah sebuah bangunan rumah yang berada di daerah Niew Leiden Belanda ini. Dinding depan rumah menggunakan tembok biasa seperti yang dipakai oleh kebanyakan orang. Namun yang membuat tampilan fasad bangunan ini menjadi sangat istimewa adalah dinding tersebut ditutup seluruhnya menggunakan kayu.

Dan kayu yang digunakan bukan hanya ditempelkan untuk menutup dinding, namun ditata dengan teknik tertentu sehingga bisa memunculkan tampilan yang sangat dramatis serta menghasilkan nuansa seni kontemporer yang punya cita rasa dan nilai seni tinggi.

Pertama kali kayu dipotong dan dijadikan papan kecil namun  ukurannya tetap panjang. Kayu ini kemudian ditata dan dtempelkan secara vertikal hingga menutup semua bagian dinding kecuali pada jendela dan pintu. Proses penempelan ini dilakukan dengan rapat sehingga tidak memunculkan celah sedikitpun.

Setelah itu disiapkan lagi potongan kayu lain yang bentuknya tidak lebar , namun lebih kurus dan ramping. Pada bagin pojok atas, kayu disusun secara vertikal dan berjajar serta menggunakan jarak sekitar dua hingga empat sentimeter. Di sebelah kiri, kayu yang digunakan punya ukuran lebih panjang hingga menyentuh bagian atas pintu.

Dan semakin ke kanan kayu yang digunakan ukurannya makin pendek, sehingga akan menghasilkan  bidang yang bentuknya seperti segitiga. Selanjutnya dari arah bawah samping pintu, dipasang satu pasang kayu panjang yang masing-masing disusun secara menyambung. Ketika melewati bagian atas pintu, kayu ini dibelokan melewati susunan kayu yang berada di atas dan membentuk garis yang membatasi susunan kayu berbentuk segitiga tadi.

Sementara itu kayu lengkung lain yang juga dipasang secara menyambung dan dimulai dari dinding bagian tengah bawah. Kayu lengkung ini kemudian menyatu dengan satu pasang kayu yang muncul dari arah kiri pintu.

Selain itu beberapa kayu panjang yang lain juga dipasang dan ditata dengan model lengkungan yang berbeda-beda sehingga bisa menghasilkan garis-garis lengkung baru yang arahnya juga berlainan.

Antara susunan kayu lengkung yang satu dan kayu lengkung yang lain kadang-kadang punya jarak yang cukup jauh, sehingga menghasilkan beberapa bidang yang kosong. Bidang yang kosong ini ditutup dengan papan kayu dari jenis yang berbeda dan diletakan secara utuh, tidak dipotong-potong lagi.

Susunan kayu kecil lainnya disusun secara berjajar dan vertikal serta menggunakan lokasi didepan jendela dan menutup sebagian jendela tersebut.  Susunan kayu-kayu ini kemudian diberi kayu lain yang diletakan secara horizontal, sehingga tampilannya akan seperti pagar atau teralis. Di bagian atas jendela juga dibuat susunan kayu dengan konsep yang sama namun tidak diberi kayu horizontal sehingga bentuknya hanya  berupa garis-garis saja.

Semua bahan kayu yang digunakan tidak diberi warna yang membuat tampilan fasad menjadi makin terlihat alami. Sedangkan jendela dan pintunya menggunakan kaca yang menjadikan nilai estetika tampilan fasad makin bertambah tinggi.

Konsep desain seperti ini sangat cocok diaplikasikan pada fasad yang bagian dindingnya menyatu dengan jendela dan pintu.
 
Sumber gambar : http://www.archidir.com
Artikel Lainnya :