Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Atap Unik Berbentuk Bunga atau Daun

Atap Unik Berbentuk Bunga atau Daun
Selain dinding, tampilan atap juga bisa dijadikan sebagai fokus utama pandangan atau point of view sebuah bangunan. Apalagi jika desain atap tersebut punya tampilan yang sangat menarik atau menggunakan konsep tertentu yang sangat spesifik, seperti membentuk obyek tertentu.

Contoh bangunan rumah yang menggunakan atap sebagai point of view bangunan adalah rumah yang berada di sebuah pantai dia Rio de Jeniro Brazil ini. Tampilan atapnya sangat istimewa karena berbentuk daun pisang yang merupakan salah satu jenis buah khas yang berasal dari daerah berhawa tropis. Sehingga sangat cocok untuk dijadikan tema desain, karena Brazil juga berada di daerah tropis yang suhu udaranya lebih cerah dan panas.
Bentuk daun pisang yang digunakan tidak hanya terdiri dari satu saja, namun sebanyak enam daun yang disusun secara melingkar. Susunan ini disatukan  pada bagian ujungnya dan menghasilkan bentuk seperti kelopak bunga yang sedang mekar.

Pada bagian paling tengah susunan daun pisang ini terdapat suatu cekungan ke dalam, yang pada bagian pusatnya digunakan untuk memasang menara besi penangkal petir. Jadi selain untuk perlindugan terhadap becana sambaran petir, menara besi ini juga bisa memperidah tampilan atap karena akan terlihat seperti putik bunga.

Selain untuk menaruh menara anti peting, pusat pertemuan antara pangkal daun ini juga diberi lubang yang pada bagian bawahnya diberi pipa peralon. Tujuan pembuatan lubang dan pipa ini adalah untuk menampung air hujan yang jatuh dan mengalir. Dari pipa yang pada bagian bawahnya terletak di bagian tengah ruang dalam, air ini bisa dikeluarkan melalui sambungan pipa yang lain.

Sedangkan tulang atau kerangka atapnya menggunakan besi atau baja yang dibengkokan sesuai dengan bentuk lekukan daun pisang. Selain besi, kayu juga bisa digunakan namun memerlukan proses yang lebih rumit. Untuk membuat lekukan daun pisang tersebut tentu jumlah kayu yang dibutuhkan tidak satu potong saja, namun terdiri dari beberapa potong yang disambung. Proses penyambungan ini membutuhkan ketelitian yang sangat akurat dan tepat.

Sementara itu untuk bagian atas atau atapnya menggunakan bahan dari rumput jerami atau ilalang. Tujuan dari penggunaan bahan ini adalah untuk memunculkan kesan yang lebih alami, khas pemandangan pantai yang berada di daerah tropis. Jika ingin tampilan yang lebih gelap, atap jerami ini bisa diganti dengan atap yang terbuat dari ijuk hitam.

Jika diperhatikan dengan seksama, dibawah atap ini terdapat ruang yang bersifat terbuka karena hanya menggunakan susunan kayu kecil, tanpa menggunakan dinding sama sekali. Hal ini menjadikan rumah tersebut bisa mendapat sirkulasi udara yang lebih banyak dan segar.

Bentuk dari susunan kayu ini juga mengikuti alur atau pola dari atap daun pisang, sehingga bentuknya juga melengkung dan lancip pada bagian ujung. Dan  pada bagian ujung inilah diletakan kayu atau tiang yang lebih besar yang digunakan sebagai tiang penyangga dari masing-masing susunan atap.

Sedangkan tiang utama yang digunakan sebagai pilar penyangga untuk semua susunan daun terletak dibagian tengah di dalam ruang. Tentu ukuran tiang ini lebih besar lagi karena harus menahan beban lebih berat, yang terdiri dari enam susunan atap sekaligus.

Karena bagian atap menjadi point of view, maka lokasi yang digunakan untuk membangun rumah ini tidak boleh berada di dataran yang lebih tinggi apalagi di atas perbukitan. Jika berada ditempat yang tinggi tampilan atap tidak mungkin bisa terlihat secara utuh, apalagi pada bagian atasnya.

Jika berada di dataran rendah, maka atap tersebut bisa terlihat dengan jelas dan lengkap. Maka pemilihan lokasi pantai yang digunakan untuk membuat banguan yang beratap seperti daun pisang ini merupakan keputusan yang sangat tepat.

Sumber gambar : http://www.seeof.com
Artikel Lainnya :