Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Bangunan Tas Anyam/Belanja

Bangunan Tas Anyam/Belanja
Ketika berbelanja dipasar, ibu-ibu atau kaum perempuan pasti banyak yang membawa tas keranjang untuk menaruh berbagai macam barang belanjaan yang mereka beli. Terutama sekali ketika mereka pergi ke pasar tradisional.

Pada umumnya bentuk tas belanja ini adalah seperti kotak anyaman yang dilengkapi dengan sepasang pegangan untuk membawa atau menjinjing tas.  Letaknya selalu berada di tengah dan saling berdekatan dan dijadikan satu ketika digunakan.

Bentuk tas jinjing yang sangat khas sekali ini telah memberi inpirasi kepada  Dave Longaberger seorang desainer bangunan dari Amerika untuk membuat bangunan kantor yang bentuk desainnya sama persis dengan tas belanjaan tersebut.

Pada awalnya bangunan yang berada di daerah Ohio ini banyak ditentang orang. Namun setelah melihat hasil dan tampilannya, masyarakat di sana langsung berbalik arah dan memberi dukungan secara penuh kepada Dave Longaberger.

Proses pembangunan yang kabarnya membutuhkan waktu hingga dua tahun ini sebenarnya juga menggunakan konsep yang sama dengan bangunan yang berbentuk kotak lainnya. Konsep konstruksi yang dipakai juga tidak jauh berbeda.
Perbedaan yang paling mencolok terletak pada desain dindingnya, yang berbentuk seperti anyaman. Pembuatan dinding ini merupakan pekerjaan yang paling sulit karena membutuhkan teknik tersendiri dengan perhitungan yang sangat cermat.

Dinding ini dibuat berselang seling antara dinding yang membentuk bidang datar serta dinding yang lapisan atau acinya dibuat agak cembung, sehingga tampilan anyaman tas benar-benar terlihat lebih nyata.
Kemudian di sela-sela dinding yang bentuknya seperti anyaman ini terdapat bidang kosong yang digunakan untuk meletakan kaca yang berguna untuk mengatur teknik pencahayaan alami dari sinar matahari serta untuk melihat pemandangan luar dari dalam ruang.

Jika diperhatikan lebih teliti lagi, terutama pada bagian pojok kiri dan kanan, maka akan terlihat jika makin ke atas maka lekukan pada susunan dinding tersebut akan semakin membesar namun dengan ukuran lebar yang tetap sama. Konsep ini juga sama persis dengan tas belanja yang bentuknya juga lebih besar pada bagian atas meski punya selisih yang tidak banyak dibanding dengang bagian dasar atau bawah.

Sedangkan bagian yang paling atas, dinding dibuat mendatar penuh tanpa ada selingan dan tidak memberi bidang yang kosong lagi. Sementara pada bagian tengahnya, lapisan dinding dibuat lebih tebal dan membentuk garis yang membujur ke arah samping.

Untuk menguatkan karater tampilan tas belanja, pada bagian atas bangunan juga diberi semacam lengkungan besar yang jumlahnya ada dua dan menyerupai bentuk dari pegangan tas. Untuk membuat lengkungan yang berbentuk pegangan tas ini juga merupakan pekerjaan yang tidak mudah terutama dalam penyusunan kerangkanya. Sebagai pelengkap, dibagian ujung pegangan tas juga diberi ornament berbentuk bulatan yang menyerupai knop.

Warna kuning gelap digunakan untuk memberi lapisan penutup atau finishing pada dinding. Sedangkan pada bagian knopnya diberi warna coklat tua. Penggunaan warna ini bertujuan untuk memunculkan kesan yang lebih alami dan tradisional.

Sebagaimana kita ketahui, tas belanja dengan bentuk seperti ini sudah banyak digunakan sejak ratusan tahun yang lalu. Hingga saat ini, meski menggunakan bahan yang berbeda-beda namun bentuknya tidak mengalami banyak perubahan.

Agar karakter tas belanja yang sangat khas ini semakin kuat, maka disekeliling bangunan ini dibiarkan menjadi area yang kosong tanpa diisi oleh bangunan yang lain. Pagar yang dibuat juga menggunakan ukuran yang pendek dan bersifat terbuka sehingga tampilannya bisa terlihat secara utuh dari luar.

Sumber gambar : http://villageofjoy.com
Artikel Lainnya :