Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Bangunan Berbentuk Susunan Buku

Bangunan Berbentuk Susunan Buku
Perpustakaan adalah tempat untuk meminjam dan membaca buku dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Maka tidak mengherankan jika kualitas dari suatu perpustakaan selalu dinilai dari banyaknya koleksi buku yang dimiliki oleh perpustakaan tersebut. Semakin lengkap dan banyak koleksinya, maka perpustakaan tersebut juga mendapat nilai yang makin tinggi.

Namun selain fasilitas buku yang lengkap, bentuk bangunan yang digunakan juga bisa menjadi nilai tambah untuk menarik banyak orang dan masyarakat agar mau mengunjungi perpustakaan tersebut. Karena itu, banyak pengelola perpustakaan yang selalu berusaha untuk membuat desain bangunan agar punya tampilan yang spesifik dan sangat khusus.

Jadi dengan melihat tampilan bangunannya saja, orang bisa langsung mengetahui jika di dalam bangunan tersebut terdapat perpustakaan yang punya koleksi buku dalam jumlah yang sagat banyak. Contohnya adalah seperti yang dilakukan oleh pengelola perpustakaan kota di Kansas Amerika. Meski berada dipinggir jalan besar, namun keberadaan dari perpustakaan ini kurang begitu dikenal oleh masyarakat.

Untuk mengatasi masalah tersebut sekaligus sebagai media promosi, maka pada salah satu bagian dinding gedung, tampilannya dibuat seperti susunan buku. Jenis buku yang digunakan punya ukuran yang tebal, karena pada bagian samping buku yang tebal selalu terdapat tulisan judul, nama pengarang dan penerbit dari buku itu.

Dengan demikian tampilan susunan buku ini juga sepeti buku yang ditata secara mendatar, tidak memperlihatkan bagian cover buku yang ada di didepan. Dan agar terlihat seperti susunan buku yang sesungguhnya, maka ukuran tinggi yang digunakan juga tidak sama.

Masing-masing ukuran buku tersebut memang menggunakan skala atau perbandingan dengan ukuran buku yang asli, jadi tidak dibuat secara sembarangan atau asal-asalan saja. Demikian pula dengan bentuk tulisan, ukuran huruf dan sebagainya, dibuat dengan persis. Untuk menambah daya tarik, buku-buku yang digunakan juga harus terkenal dan nama pengarangnya sudah populer di masyarakat.

Hal lain yang juga perlu diperhitungkan dalam membuat dinding buku ini adalah paduan warna yang digunakan. Setiap buku tentu punya teknik pemilihan warna untuk cover dan huruf tersendiri. Agar tampilan dinding tidak terlihat monoton dan sedap dipandang, maka pemilihan warna buku juga dilakukan secara berselang-seling antara warna gelap dan warna terang.

Agar tampilannya makin terlihat indah, pada bagian bawah susunan buku diberi ornament berupa dua garis mendatar warna coklat tua yang kedua ujungnya diberi kotak warna cokklat terang. Sementara warna dasarnya menggunakan coklat muda.

Dibagian bawah  dua garis ini kemudian diberi hiasan mosaik dari keramik atau bahan lain atau menggunakan cat saja. Mosaik ini hanya memaki dua warna saja, coklat tua dan muda, sama dengan warna garis dan kotak. 

Tujuan dan penggunaan tiga warna yang selaras ini adalah agar tampilan susunan buku tetap bisa menjadi fokus utama pandangan atau point of view. Penggunaan beberapa warna yang jenisnya saling berlainan akan membuat tampilan dinding terlihat terlalu ramai dan padat. Selain itu warna coklat juga bisa menimbulkan nuansa yang hangat, segar dan akrab.

Di depan perpustakaan yang berada di pinggiran trotoar ini kemudian diberi hiasan lain berupa ranting pohon yang terlihat sangat artistik. Penggunaan ranting pohon yang sudah kering ini juga punya alasan khusus, yaitu ingin memunculkan nuansa yang alami namun tampilan dinding buku tetap terlihat dengan jelas.

Jika menggunakan pohon yang punya banyak daun tentu akan menutup sebagian dinding atau bangunan buku tersebut yang mengkibatkan orang yang sedang lewat tidak bisa melihat susunan buku secara utuh.

Sumber gambar : http://villageofjoy.com
Artikel Lainnya :