Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Rumah Kayu di Tengah Pantai

Rumah Kayu di Tengah Pantai
Keindahan pantai dengan air biru dan pasir putihnya sering menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk menghasilkan karya seni, termasuk seni arsitektur bangunan . Bahkan dengan tujuan agar bisa menikmati panorama yang indah tersebut, mereka membuat bangungan rumah yang lokasinya bukan sededar berada di dekat pantai, namun langsung berada di tengah pantai sekalian.

Contohnya adalah bangunan rumah yang dijadikan sebagai vila pada Six Senses Resort yang berada di pantai Laamu, Maldives. Bangunan ini menggunakan tanah yang berada di tengah pantai sebagai tempat untuk membuat rumah kayu dengan bentuk desain yang sangat unik dan cantik.

Kontruksi yang digunakan menggunakan bahan kayu utuh atau gelondongan yang telah diambil kulitnya. Tentu saja kayu tersebut harus diambil dari pohon yang umurnya sudah tua sehingga punya kualitas yang sangat bagus serta kuat dan tidak bisa lapuk ketika menahan gelombang serta percikan air laut yang kandungan garamnya lebih tinggi.

Selain kontruksi, bangunan yang konsep pembuatannya tidak berbeda jauh dengan rumah panggung ini juga menggunakan kayu dari jenis yang sama untuk semua bagian. Mulai dari kerangka bangunan, dinding, lantai, tangga hingga perabot interior yang digunakan menggunakan kayu semua. Agar bisa menyatu dengan kehidupan pantai, kayu tersebut dibiarkan tampil apa adanya, tanpa diberi lapisan warna sama sekali.

Sedangkan untuk penutup atau atapnya, menggunakan rumput ilalang yang disusun sehingga menjadi tebal dan mampu memberi rasa sejuk pada bagian dalam ruang. Warnanya juga sangat selaras dengan warna kayu yang digunakan.

Sebagai akses untuk masuk ke dalam rumah, pada bagian depan diberi tangga yang pada bagian bawahnya langsung menyentuh permukaan air pantai. Dari tangga ini kita bisa naik ke bagian teras. Yang cukup unik adalah, di bagian samping tangga terdapat seperangkat kursi untuk bersantai yang diletakan agak ke dalam dan hampir menyentuh air pantai. Ketika duduk ditempat itu, maka secara otomatis kaki akan bisa menikmati kesegaran air secara langsung.

Pada bagian lain, di teras tersebut masih terdapat kursi lain yang menempel secara langsung pada dinding rumah. Kursi panjang ini juga dilengkapi dengan meja untuk menaruh makanan kecil atau barang lain. Dengan duduk ditempat ini kita bisa menikmati pemandangan yang berada di daratan, sesuai dengan arah hadap dari rumah ini. Warna coklat tua pada sandaran kursi memunculkan nuansa yang sangat akrab dan kontras dengan warna dominan kayu yang coklat terang.

Dari teras depan kita bisa masuk ke dalam ruang yang posisinya lebih tinggi dari teras. Sehingga untuk naik ke tempat tersebut juga disediakan tangga lagi. Dalam ruang ini terdapat satu dipan untuk istirahat atau tidur.
Warna putih kekuningan yang digunakan pada kain sprei penutup kasur sangat menyatu dan selaras dengan warna kayu sehingga mampu memunculkan kesan yang lebih alami khas pantai. Demikian pula dengan kain korden yang digunakan untuk menutup jendela kaca, juga menggunakan warna yang sama.

Keunikan lain yang muncul dari rumah mungil yang hanya terdiri dari satu ruang tidur saja ini adalah terdapatnya papan melengkung warna putih yang berada dibagian samping bangunan. Fungsinya adalah untuk menghindari hembusan angin pantai yang keras sekaligus untuk menjaga privacy penghuni. Tampilan papan lengkung yang menyerupai pagar ini sangat cantik dan mampu menambah nilai keindahan dan daya tarik desain bangunan.
Sebagai penghubung antara satu bangunan rumah dan bangunan yang lain, dibagian belakang pintu keluar terdapat jembatan yang lebih tinggi namun sejajar dengan ketinggian pintu belakang. Selain untuk alat penghubung, jembatan yang tampilannya seperti dermaga ini juga bisa digunakan untuk menikmati pemandangan pantai secara langsung dari luar rumah.

Sumber gambar : http://www.home-designing.com
Artikel Lainnya :