Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Tips Perawatan Alang alang Sebagai Atap Rumah Tradisional Bali

Tips Perawatan Alang alang Sebagai Atap Rumah Tradisional Bali
Pelajari tips perawatan alang alang sebagai atap rumah tradisional Bali di sini. Alang alang ataupun ilalang merupakan salah satu jenis tumbuhan alam yang bisa dijadikan sebagai salah satu bahan dasar atap rumah. Di samping alang alang, ada juga bahan-bahan alami lainnya yang biasa digunakan sebagai atap rumah-rumah tradisional seperti misalnya pohon nipah. Alang alang sebagai atau rumah tradisional telah cukup dikenal semenjak ratusan tahun yang lalu, tak hanya di Indonesia bahan alami ini digunakan sebagai bahan dasar atap rumah, bahkan masyarakat Inggris telah menggunakannya semenjak tiga ratus tahun yang silam. Kelebihan utama yang dirasakan pada saat berada di dalam bangunan yang menggunakan atap alang alang adalah kesejukan dan rasa adem tidak panas. Celah diantara anyaman alang alang yang satu dengan yang lainnya menjadi ruang ventilasi udara, sehingga kita akan tetap merasa sejuk berada di bawah atap alang alang. Di samping itu penggunaan alang alang sebagai atap dari bahan alami juga memberi nuansa estetika yang baik, penggunaan bahan alang alang ini juga cukup ramah lingkungan .

Bagi Anda yang memiliki atap rumah alang alang tentunya ingin mengetahui tips perawatan alang alang sebagai atap rumah tradisional Bali. Di Bali, alang alang memang menjadi atap rumah tradisional. Meskipun tradisional, namun tampilan dari atap berbahan alang alang tidak kalah modern nya dengan berbagai bahan atap sintetis, bahkan lebih memberi kesan seni yang tinggi. Penggunaan alang alang sebagai atap rumah pun semakin luas, di berbagai bangunan hotel serta gazebo biasanya atap alang alang dipadukan dengan berbagai bahan-bahan modern sehingga memberi nuansa modern etnik yang kental.

Sebelum mengetahui tips perawatan alang alang sebagai atap rumah tradisional Bali, ada baiknya kita mengetahui tampilan fisik dari atap alang alang tersebut, bahan utama dari atap lalang tersebut terdiri dari sebuah batang bilah bambu (tempat mengikat dan merangkai rumput lalang), rumpun alang alang, serta tali. Tali pengikat terdiri dari dua pilihan yakni tali ijuk berwarna hitam serta tali bambu dengan warna putih kekuningan. Tali ijuk dinilai lebih kuat dan tahan lama dibanding dengan tali bambu, tetapi  untuk sebagian orang lebih memilih tali bambu sebab tampilan visualnya yang dirasa lebih indah.

Apa saja tips perawatan alang alang sebagai atap rumah tradisional Bali? Berikut ini beberapa diantara tips merawat atap alang alang tersebut:

1. Pasang lah atap alang alang dengan jarak sebesar 2 sampai 3 cm satu sama lain. Cara pemasangan
menggunakan paku lalu diikat pada kaso menggunakan tali bambu. Teknik jarak pemasangan sekitar 2 hingga 3 cm satu sama lain tersebut akan mempengaruhi usia alang alang. Semakin renggang pemasangan, maka usia atap alang alang akan semakin cepat habis, sebaliknya jika semakin rapat maka akan semakin awet. Jarak pemasangan sejauh 2-3cm tersebut akan membuat usia atap alang alang Anda berumur enam hingga tujuh tahun.

2. Cuci lah atap alang alang Anda dalam jangka waktu tiga sampai empat bulan sekali dengan cara menyiramkan air pada atap alang alang, hal ini bertujuan agar debu dan kotoran yang ada di atap akan turun dan atap alang alang menjadi bersih kembali.
Artikel Lainnya :