Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Menghias Dinding Menggunakan Kabel dan Stop Kontak

Menghias Dinding Menggunakan Kabel dan Stop Kontak
Fungsi utama dari kabel adalah untuk mengalirkan arus listrik sehingga lampu dan peralatan elektronik lain yang menggunakan listrik sebagai sumber energinya bisa menyala dan bekerja. Kabel yang digunakan ini biasanya menggunakan ukuran panjang tertentu sesuai dengan jarak antara tempat menghidupkan lampu atau stop kontak dan tempat atau posisi dimana lampu dan peralatan elektronik ditempatkan.

Hal ini kadangkala mengakibatkan ada sisa kabel yang tidak terpakai. Karena ketika membeli di toko, harus dengan ukuran minimal satu meter. Jadi misalnya ketika kabel yang dibutuhkan hanya 2,75 meter, maka akan terdapat sisa 25 cm. Tentu kabel dengan ukuran sependek itu tidak bisa digunakan sama sekali.
Demikian pula halnya dengan stop kontak yang digunakan dan element lain yang digunakan untuk menghidupkan aliran listrik. Kita sering mendapatkan sisa yang tidak bisa dipakai sama sekali. Jadi tidak ada pilihan lain kecuali membuang berbagai komponen untuk menghidupkan dan menjalankan sistem kelistrikan tersebut.
Namun jika kita mau mencontoh apa yang dilakukan oleh kantor cabang Skype yang berada di kota Stockholm Swedia, maka sisa kabel dan berbagai macam komponen listrik ini tidak perlu dibuang begitu saja. Karena dari berbagai barang yang sepertinya sudah tidak bisa dimanfaatkan tersebut bisa diciptakan suatu hiasan interior yang sangat artistik dan mampu menambah kecantikan tampilan ruang.

Di kantor Skype Stockholm tersebut sisa kabel dan peralatan yang lain dikumpulkan kemudian di tata dengan teknik tertentu sehingga menghasilkan karya yang indah dan punya cita rasa yang tinggi.
Bagi kita yang tinggal di rumah (bukan kantor) pembuatan hiasan dinding dengan menggunakan sisa kabel, stop kontak dan aneka peralatan listrik yang lain juga bisa dilakukan. Tinggal kita mengumpulkan barang yang sudah tidak terpakai atau bekas dan menyiapkan alat yang digunakan untuk membuat hiasan tersebut. Peralatan yang diperlukan juga cukup sederhana dan mudah ditemukan yaitu obeng, tang, palu, dan alat pertukangan sederhana yang lain.

Setelah semua sisa kabel dan yang lain terkumpul serta peralatan sudah disiapkan, kita bisa menentukan lokasi atau tempat yang ingin dijadikan sebagai media untuk membuat hiasan kabel atau peralatan listrik tersebut.
Lalu buatlah sketsa atau pola yang ukuran besarnya disesuaikan dengan luas ruang, dan model yang diinginkan. Jika belum begitu ahli membuat pola, bisa mencontoh pada gambar kemudian disesuaikan dengan sisa kabel, stop kontak atau element listrik lain yang dimiliki.
Hanya yang perlu diperhatikan adalah, karena hanya menggunakan kabel sisa yang ukurannya terbatas, maka pola yang dibuat juga harus disesuaikan dengan banyaknya kabel dan ukuran panjangnya serta peralatan listrik lain yang dimiliki.

Jika polanya sudah dibuat maka langkah selanjutnya adalah memotong kabel sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan. Demikian pula dengan element lain yang mau dijadikan satu atau disambungkan dengan kabel.
Setelah semuanya selesai ditata dan dipasang-pasangkan, langkah selanjutnya adalah melakukan penempelan pada dinding. Cara penempelannya adalah menggunakan lem tembok yang berwarna bening, sehingga tidak bisa terlihat dan mengganggu tampilan dan pandangan terhadap kabel yang dipasang. Lakukan penempelan sesuai dengan pola yang telah ditentukan dan aturlah agar susunan kabel yang dipasang tetap terlihat rapi.

Jika kita melihat contoh pada gambar, di bagian tengah hiasan kabel yang berada di ruang kantor tersebut dipasang papan tulis yang digunakan untuk mencatat hasil rapat. Namun untuk ruang tempat tinggal atau rumah, papan tulis tersebut bisa diganti dengan lukisan atau hiasan dinding yang lain.
Namun jika tidak mau menggunakannya bisa membuat desain lain yang lebih menarik dan mampu membuat tampilan ruang makin cantik dan sedap dipandang mata.

Sumber gambar : http://www.home-designing.com

Artikel Lainnya :