Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Mempercantik Ruang Menggunakan Tampilan DNA dan Biometric

Mempercantik Ruang Menggunakan Tampilan DNA dan Biometric
Biometric adalah suatu teknologi yang fungsinya adalah untuk menentukan identitas seseorang. Sebagaimana diketahui, setiap manusia punya beberapa anggota bagian tubuh yang selalu tidak sama meski mereka kembar indentik atau masih saudara kandung.

Misalnya pada bagian retina mata, permukaan tangan atau sidik jari, kulit bibir, getar suara dan sebagainya. Meski punya warna dan tampilan yang sama, namun dengan penggunaan teknologi Biometric ini akan ditemukan banyak perbedaan dari setiap orang.

Sedangkan DNA singkatan dari deoxyribonucleic acid, yaitu suatu materi genetik yang berada dalam tubuh setiap manusia yang merupakan turunan atau warisan dari kedua orang tuanya. Adapun yang dijadikan media untuk melakukan tes DNA adalah air liur, darah dan lain-lain. Dan tidak berbeda dengan Biometric, DNA juga bisa dijadikan alat untuk menentukan identitas seseorang.

Untuk menampilkan hasil tes Biometric dan DNA, bisa dicetak dengan menggunakan teknologi Komputer. Nah, hasil cetak dari Biometric dan DNA ini bisa dijadikan sebagai salah satu media untuk mempercantik tampilan ruang yang unik dan cantik.

Meski cara pembuatannya cukup rumit dan membutuhkan prosedur yang mungkin membutuhkan waktu agak lama, namun penggunaan tampilan Biometric dan DNA ini cukup banyak peminatnya. Apalagi setelah ada suatu perusahaan di Inggris yang memberi layanan jasa untuk membuat hiasan dinding yang memuat hasil cetak atau tampilan Biometric dan DNA sendiri.

Melalui situs resminya yang beralamat di http://www.dna11.com perusahaan ini bisa melayani berbagai permintaan dari seluruh dunia termasuk Indoneisa. Cara melakukan pemesanannya juga cukup mudah.
Kita tinggal mengirim sampel sidik jari, air liur atau rekaman suara kita, dan lain-lain. Kemudian pihak perusahaan akan mencetak hasil uji Biometric atau DNA tersebut sesuai dengan permintaan konsumen. Hasil cetak ini kemudian bisa dijadikan hiasan dinding atau pajangan yang ditaruh di atas meja.

Namun jika ingin harga yang lebih murah, kita bisa membuat lukisan DNA dan Biometric sendiri. Caranya tinggal kita pergi ke rumah sakit yang punya fasilitas untuk melakukan tes uji DNA dan Biometric. Hasil tes tersebut akan dicetak dalam bentuk film negatif, seperti ketika kita melakukan foto rongsten.
Hasil cetak uji DNA dan Biometric ini kemudian bisa dicetak lagi dalam bentuk foto atau poster biasa yang kemudian dipasang pada tempat yang diinginkan. Ukuran dan warnanya bisa diselaraskan dengan keinginan dan selera serta warna dinding yang digunakan.

Di Indonesia, untuk melakukan tes DNA dan Biometric ini membutuhkan prosedur yang mungkin sulit untuk ditembus karena undang-undang yang ada memang harus dijalankan demi keamanan dan privacy seseorang.
Untuk mengatasi hal ini bisa dilakukan dengan cara membuat lukisan biasa saja, yang menggambarkan tampilan suatu sidik jari, kornea mata atau garis-garis dan lekukan bibir dan sebagainya. Meski hasil lukisan tersebut bukan merupakan hasil tes uji DNA dan Biometric yang sesungguhnya, namun jika dibuat dengan sistem dan teknik yang baik tentu tetap bisa menghasilkan karya yang punya nilai seni tinggi.

Bahkan hasil karya tangan atau hand made ini bisa lebih bagus dari hasil karya yang menggunakan teknologi digital yang lebih modern. Jadi kita tidak perlu takut untuk melakukan ekplorasi terhadap karya seni yang bertujuan untuk mempercantik tampilan interior rumah sendiri.

Bentuk ruang yang paling cocok untuk menampilkan karya seni Biometric atau DNA ini adalah ruang yang menggunakan gaya desain modern dan minimalis. Namun demikian bukan berarti ruang yang menggunakan gaya klasik atau tradisional tidak bisa menggunakannya. Kita tinggal membuat pigura yang modelnya diselaraskan dengan bentuk atau gaya ruang tersebut. Demikian pula dengan warna lukisannya.

Sumber gambar : http://www.dna11.com

Artikel Lainnya :