Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Mengenal Lebih Jauh Desain Interior Ruang Keluarga Gedung Putih

Mengenal Lebih Jauh Desain Interior Ruang Keluarga Gedung Putih
Sebagai pemimpin negara adidaya, apa yang terjadi di Amerika selalu mendapat perhatian. Tidak terkecuali dengan istana yang menjadi tempat tinggal presiden yang punya sebutan popular sebagai gedung putih. Dinamakan demikian karena memang warna dominan yang digunakan pada bangunan tempat tinggal dan kantor resmi presiden memang menggunakan warna dominan putih, terutama untuk tampilan bagian luarnya.

Namun untuk interior atau bagian dalam ruang, warna yang digunakan bisa bermacam-macam. Contohnya adalah ruang keluarga digunakan pada masa presiden John F Kennedy ini menggunakan warna dominan hijau. Warna ini hampir menutup semua bagian dinding ruang. Sementara untuk plafonnya tetap menggunakan warna putih bersih. Penggunaan warna hijau ini masih dilanjutkan untuk penggunaan warna kain korden penutup jendela. Namun untuk pelapisnya menggunakan warna hijau yang lebih terang.

Demikian pula dengan warna karpet penutup lantai, tetap menggunakan warna yang sama. Meski karpet ini menggunakan desain atau ornament yang didominasi oleh warna kuning emas, merah dan putih, namun warna hijau ini tentu saja akan menimbulkan kesan yang padat.

Untuk mengatasi hal ini bisa diatasi dengan penataan perobot interior yang menggunakan warna selain hijau. Misalnya pada salah satu kursi yang diberi penutup dari kulit menggunakan warna merah. Selain memunculkan suasana yang lebih segar, penggunaan warna merah ini juga berfungsi untuk memunculkan suasana yang lebih lebar.

Sedangkan untuk kursi yang lain menggunakan warna hijau yang lebih terang atau muda. Dan tidak berbeda jauh dengan warna merah, pemilihan warna hijau terang juga bisa membuat tampilan ruang menjadi lebih cantik dan memunculkan kesan yang tidak terlalu berat atau ramai.

Lalu untuk kerangka kursinya menggunakan warna yang paling banyak digunakan yaitu coklat. Tujuannya adalah untuk menciptakan nuansa yang lebih akrab dan hangat. Kesan yang terlalu gelap dan dingin dari warna hijau bisa dikurangi dengan penggunaan warna ini.

Kembali pada warna hijau untuk dinding, agar warna tersebut tidak terlalu kaku, pada salah satu bagiannya diberi lukisan yang berupa foto atau gambar presiden Amerika pada masa lalu. Warna kuning yang diaplikasi untuk pigura memunculkan kesan yang lebih terang. Demikian pula dengan lukisan lain yang juga dipasang pada bagian dinding samping, menggunakan warna pigura yang sama.

Untuk menghindari kesan yang gelap sekaligus untuk memunculkan suasana yang lebih terang lagi, kusen pintu untuk akses menuju ruang lain menggunakan warna putih. Dan selain kusen pintu, warna putih yang lain diaplikasikan pada meja dinding atau bagian atas perapian (penghangat ruang yang menggunakan kayu bakar), serta kap atau penutup untul lampu duduk yang diletakan di atas meja kecil. Sedangkan untuk warna daun pintunya menggunakan coklat terang.

Warna coklat terang yang lain juga digunakan untuk memberi warna perabot lemari yang diletakan di samping jendela. Lemari ini dibuat dengan konsep setengah terbuka, dimana pada bagian atasnya menggunakan tutup kaca sehingga bisa digunakan untuk menaruh pernak-pernik hiasan interior yang berukuran kecil.
Selanjutnya untuk menambah kesan yang mewah dan elegan, pada bagian plafon diberi lampu gantung kristal berukuran besar yang pada bagian kerangkanya menggunakan logam dan diberi warna kuning emas.

Untuk menambah kecantikan tampilan interior di atas meja diberi hiasan tempat lilin dan semacam toples yang menggunakan warna perak. Sedangkan pada meja yang berada di atas perapian juga diberi beberapa hiasan yang menggunakan warna kuning emas. Sehingga meski terkesan padat, namun ruang ini tetap nyaman untuk digunakan.

Sumber gambar : http://www.cityknown.com
Artikel Lainnya :