Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Membuat Dinding Dari Botol

Membuat Dinding Dari Botol
Botol adalah tempat atau wadah untuk menyimpan air dan minuman. Namun di tangan orang kreatif dan punya jiwa seni yang tinggi, benda yang terbuat dari beling atau kaca ini bisa punya fungsi yang lain, yaitu untuk membuat dinding yang tidak ada bedanya dengan tembok batu bata.

Dan sebagaimana dinding batu bata yang tidak diberi lapisan penutup atau aci dengan tujuan untuk menonjolkan tampilan alami batu batanya, demikian pula halnya dengan dinding botol ini. Bentuk kepala botol yang bundar kecil dan tebal jika ditata dengan baik pada dinding ternyata bisa memunculkan nuansa sensasi tersendiri.
Ada beberapa jenis botol yang pada bagian bawahnya membentuk suatu pola atau lekukan yang menyerupai bunga mekar. Pola bunga mekar ini juga bisa dihadirkan untuk dijadikan pola baru sehingga dinding botol ini nantinya akan tampil lebih menawan tanpa meninggalkan nuansa seni yang memang sengaja dihadirkan.

Proses untuk membuat dinding botol ini juga sama dengan dinding biasa yang menggunakan batu bata. Sedangkan penempatan yang paling cocok adalah untuk pagar atau dinding luar yang lain. Namun jika mau berani untuk melakukan eksplorasi pada bagian interior, dinding botol ini juga bisa diaplikasi untuk ruang dalam rumah.

Hal pertama kali yang harus dilakukan adalah mengumpulkan botol yang jumlahnya disesuaikan dengan luas dinding yang mau dibuat. Sebaiknya botol yang digunakan sama bentuk dan ukurannya. Sedangkan warnanya bisa menggunakan jenis yang sama atau menggunakan warna yang berlainan dengan tujuan untuk menghadirkan pola-pola tertentu.

Setelah botol terkumpul langkah selanjutnya adalah mengisi botol tersebut dengan pasir. Tujuan dari pengisian pasir ini adalah untuk menjadikan botol-botol tersebut lebih tahan dan kuat menahan beban sekaligus untuk menghindari ada kotoran maupun binatang kecil yang masuk ke dalam botol tersebut.

Selain itu dengan diberi pasir, botol ini otomatis akan tertutup. Sehinga ketika sudah menjadi dinding sifat kaca yang bisa tembus pandang bisa terhalang. Orang lain tidak bisa mengintip atau melihat bagian dalam rumah. Apalagi jika botol yang digunakan adalah botol bening yang punya sifat lebih transparan.

Tujuan lainnya adalah untuk mengatur sistem pencahayaan dari dari sinar matahari agar tidak masuk secara langsung, terutama jika tembok botol berada dalam ruang. Selain itu juga untuk mengurangi dampak kilau sinar yang membias.

Pengisian pasir ini tidak dilakukan secara penuh. Sisakan sekitar satu hingga dua senti dari mulut botol, setelah itu pasir ini ditutup dengan adonan semen dan pasir. Maka ketika adonan sudah kering pasir dalam botol tadi tidak bisa tumpah keluar.

Langkah selanjutnya adalah menyususun botol-botol tersebut menggunakan adonan yang juga merupakan campuran semen dan pasir. Yang perlu diperhatikan dalam penyusunan ini adalah sistem penataan botolnya harus saling silang antara botol bagian atas dan botol bagian bawah.

Seperti kita ketahui ukuran diameter bagian bawah botol selalu lebih besar dibanding dengan diameter bagian atas. Dengan penataan saling silang ini maka susunan botol tidak akan menjadi miring. Selain itu ketika sudah kering nanti susunan botol juga tidak akan mudah lepas karena antara botol yang satu dengan yang lain saling mengunci.

Selain konsep penataan susunan, pemilihan warna botol yang dipasang juga bisa disesuikan dengan konsep desain warna yang ingin diterapkan. Jadi ketika sudah jadi susunan botol pada dinding akan membentuk pola tertentu sesuai dengan warnanya.

Khusus untuk penggunaan dalam ruang, yang perlu diperhatikan dari dinding botol ini adalah konsep pencahayaannya. Botol beling ini punya sifat yang mengkilat dan mampu membiaskan sinar. Sehingga harus diusahakan agar konsep pencahayaan dari lampu listrik yang diterapkan tidak akan membuat mata menjadi silau.

Sumber gambar : http://www.home-designing.com
Artikel Lainnya :