Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Teknik Mendesain Pilar

Teknik Mendesain Pilar Fungsi utama dari pilar adalah untuk menahan beban bangunan terutama yang berada di bagian atas seperti atap. Sehingga pembuatannya perlu memperhitungkan kekuatan dan beban yang harus disangga pilar tersebut. Mulai dari ukuran ketinggian, diameter dan bahan yang digunakan. Semua harus melalui pertimbangan yang sangat cermat dan teliti.

Namun demikian karena berada di tempat yang bisa terlihat secara langsung, maka pilar juga membutuhkan teknik dan desain khusus sehingga bisa menambah nilai keanggunan dan kemegahan tampilan bangunan atau ruang.

Bahan untuk membuat pilar adalah kayu, batang pohon kelapa dan beton. Namun untuk saat ini dengan alasan punya ketahanan dan daya topang yang lebih kuat maka orang lebih suka menggunakan beton. Sedangkan untuk rumah yang menggunakan konsep desain etnik atau daerah, pilar beton tersebut tetap ditutup dengan papan kayu sehingga tampilan betonnya tidak terlihat langsung.
Untuk menambah nilai estetika dan kecantikan penutup pilar dari kayu ini diberi ukiran yang desainnya juga disesuaikan dengan konsep penataan ruang. Kemudian pada bagian bawah diberi ornament lain yang terbuat dari kuningan atau tembaga.

Sedangkan untuk rumah yang bergaya modern dan minimalis, mereka biasanya menutup pilar beton dengan batu alam. Kadang kala pilar yang ditutup hanya sebagain saja pada bagian bawahnya. Untuk bagian atas dibiarkan tampil apa adanya dan dituup dengan  cat tembok yang warnanya memunculkan kesan masa kini. Sedangkan desainnya lebih sederhana dan berbentuk kotak.

Bagi bangunan bergaya country, maka pilihan penutup pilar yang baik adalah batu bata. Bentuk pilarnya juga kotak sehingga kesan hangat dan akrab akan muncul. Dan untuk rumah mediteranian bentuk pilar yang menggunakan bentuk kotak dan juga sangat cocok  diaplikasikan untuk mempercantik tampilan rumah. Bagian pilar tersebut diberi semacam ceruk memanjang. Bagian atas dan bawahnya diberi kotak yang lebih besar yang gunanya untuk memunculkan kesan elegan.

Untuk menambah kesan mewah dan elegan batu marmer juga digunakan untuk menutup pilar. Batu marmer akan memunculkan tampilan yang punya keistimewaan tersendiri. Jika penggunaan pilar marmer berada di bagian luar depan rumah bisa menjadi view of point atau fokus utama pandangan. Sedangkan untuk bagian dalam ruang, selain kesan anggun pilar marmer juga memunculkan aroma yang sejuk dan dingin.

Desain pilar yang paling terkenal adalah desain bergaya Romawi. Ciri utama dari gaya Romawi ini adalah bentuknya yang bundar dan tinggi sehingga bangunan terlihat sangat megah dan anggun. Pada bagian atas dan bawah pilar biasanya diberi ornament dua dimensi yang menyatu dengan pilar tersebut. Warna yang digunakan juga memilih jenis yang lebih alami seperti coklat dan merah bata.

Maka tidak mengherankan jika melihat bangunan-bangunan  kuno peninggalan bangsa Romawi, maka memori dan pandangan mata akan langsung tertuju pada bentuk dan desain pilarnya baru kemudian bentuk bangunannya.

Untuk mendesain pilar, perlu melihat bentuk bangunan atau rumah tersebut. Jika bentuk bangunan memanjang ke samping maka bisa menggunakan beberapa pilar untuk yang diletakan secara berjejer. Untuk dua pilar yang berada di bagian tengah bisa dibuat dengan ukuran yang lebih besar dan tinggi. Jarak dua pilar ini harus diatur sedemikian rupa agar tidak pintu utama rumah tetap terlihat dengan jelas.

Sedangkan untuk bangunan yang lebih sempit cukup menggunakan dua pilar saja agar tidak menimbulkan kesan terlalu padat dan menutupi tampilan rumah. Dua pilar ini juga diletakan pada bagian tengah depan pintu. Selain ditengah, pilar juga bisa diletakan pada pojok kiri dan kanan bangunan.

Sumber gambar : http://www.claudestucco.com


Artikel Lainnya :