Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Menjadikan Buku Sebagai Hiasan Ruang

Menjadikan Buku Sebagai Hiasan Ruang
Semua orang pasti tahu jika kegunaan buku adalah untuk dibaca. Sehingga buku bacaan tersebut biasanya disimpan dalam tempat yang khusus seperti di lemari atau rak buku yang diletakan dalam kamar belajar, ruang baca atau perputakaan.

Namun demikian jika ingin tampilan yang berbeda terutama untuk ruang tamu, buku juga bisa dipakai sebagai salah satu hiasan interior. Banyak keuntungan yang diperoleh ketika memilih buku untuk pengisi ruang.
Salah satunya adalah untuk menunjukan jati diri atau identitas penghuni dan pemilik rumah tersebut. Bagi yang suka membaca dan menjadikan kegiatan ini sebagai hobi utama, maka dengan meletakan buku di ruang tamu, pengunjung yang datang akan langsung tahu jenis aktivitas yang paling disukai.

Bagi yang punya profesi tertentu misalnya arsitek rumah, bisa meletakan buku-buku atau majalah yang berkaitan dengan dunia arsitektur. Sedangkan bagi mereka yang menjalankan pekerjaan sebagai ahli ekonomi juga dapat menunjukan jenis profesi yang digelutinya dengan memasang beberapa jenis buku yang berkaitan dengan ilmu ekonomi. Demikian seterusnya. 

Meski ada beberapa jenis buku yang mahal harganya, namun jika dihitung dengan lebih sistematis maka penggunaan buku bisa lebih hemat dibanding dengan menggunakan jenis hiasan pengisi ruang yang lain. Dan selain sebagai hiasan, buku juga punya manfaat lain yang lebih utama yaitu untuk menambah ilmu.
Dengan terus berkembangnya ilmu pengetahuan di berbagai bidang, kita bisa lebih sering mengganti jenis buku yang ditampilkan sehingga suasana bosan bisa dengan mudah dihilangkan. Caranya tinggal mengganti buku-buku tersebut dengan buku yang lebih baru.

Agar buku dapat menambah nilai kecantikan dan estetika ruang, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Misalnya meletakan buku di atas meja tamu. Siapkan tiga atau empat buku kemudian diletakan di atas meja. Cara penataan yang baik adalah buku tersebut tidak berada di tengah meja, namun berada di bagian pinggir.

Susunan buku tersebut tidak boleh ditumpuk begitu saja, namun harus diatur sedemikian rupa dalam posisi agak miring. Sehingga meski berada di bagian bawah, bagian muka atau cover buku yang lain tetap bisa terlihat dengan jelas walau hanya separo atau sebagian saja. Jika dilihat sepintas susunan buku ini akan seperti kipas terbuka.

Atau bisa juga buku tersebut ditata dengan cara berjejer. Buku yang berada dibagian paling bawah ditaruh seperti biasa, kemudian diatasnya diberi buku lain yang hanya menutupi sebagian covernya. Susunan seperti ini akan terlihat seperti tangga berjejer.

Cara lain yang bisa diterapkan adalah memakai lemari tanpa tutup atau yang tutupnya terbuat dari bahan kaca bening. Pilihlah buku yang tebal yang pada bagian sampingnya juga terdapat tulisan judul buku, pengarang dan nama penerbitnya.  Pilihlah jenis buku yang populer dengan pengarang yang juga telah terkenal. Teknik seperti ini secara tidak langsung akan membuat pengunjung tahu kadar keilmuan pemilik rumah atau penghuninya.

Selain ditata dengan sistem berjajar, gunakan pula beberapa buku lain yang ditata menghadap ke depan sehingga tampilan covernya bisa terlihat secara utuh. Kalau bisa memilih, pilihlah jenis buku yang menggunakan tampilan warna lebih mencolok. Hal ini akan menyebabkan pandangan tamu yang datang dan masuk akan langsung tertuju pada buku tersebut. Sehingga buku ini bisa menjadi fokus atau view utama.
Jika cover buku yang dipasang punya warna yang tidak mencolok, taruhlah lampu kecil dan diletakan dalam lemari atau rak buku tersebut. Teknik pencahayaan seperti ini akan membuat buku tetap bisa terlihat dengan jelas.   
Artikel Lainnya :