Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Mendesain Ruang Cuci

Mendesain Ruang Cuci
Penataan ruang cuci lebih sering diabaikan dibanding dengan penataan ruang yang lain. Padahal meski berada di bagian belakang sebenarnya ruang cuci juga punya tingkatan yang tidak jauh berbeda dengan ruang dapur dan kamar mandi yang juga perlu diberi sentuhan estetika. Kondisi ruang cuci yang tidak rapi atau berantakan tentu juga punya pengaruh terhadap tampilan ruang yang lain.

Apalagi jika banyak pakaian kotor yang hanya teronggok begitu saja di salah satu bagian ruang. Atau kondisi ruang yang kotor bahkan becek karena ceceran air. Ditambah lagi dengan kondisi yang pengap serta situasi ruang yang bikin cepat bosan. Tentu keadaan seperti ini akan punya pengaruh terhadap kinerja orang yang menggunakan ruang tersebut.

Meski mungkin dikerjakan oleh pembantu namun tetap saja membutuhkan ruang yang nyaman dan menyenangkan untuk melakukan tugasnya. Sehingga hasil kerjanya juga bisa lebih maksimal. Jadi menata ruang cuci juga harus mendapat perhatian tersendiri, tidak asal-asalan saja. 

Agar bisa memunculkan kesan elegan pada ruang cuci, pilihlah keramik yang punya motif atau corak bukan polos. Keramik bermotif sangat cocok digunakan untuk lantai atau dinding yang sering terkena air atau basah. Selain itu keramik juga lebih mudah dibersihkan dan dikeringkan kembali.  Untuk dinding bagian atas bisa menggunakan wallpaper yang punya warna ceria sehingga bisa memunculkan semangat untuk bekerja.

Sistem pencahayaan dan sirkulasi udara juga tidak boleh dilewatkan. Pasanglah dua atau tiga jendela sehingga udara bisa keluar masuk dengan bebas sehingga ruang tetap terasa segar. Sinar matahari juga bisa memberi penerangan yang cukup sehingga penggunaan cahaya dari listrik bisa dihemat.

Meski kotor, pakaian yang belum dicuci tidak boleh diletakan disembarang tempat karena bisa memunculkan bau yang tidak sedap serta membuat tampilan ruang menjadi tidak rapi. Karena itu gunakan keranjang yang punya tutup untuk meletakannya. Selain itu sediakan pula keranjang lain untuk menyimpan pakaian yang sudah dicuci bersih dan mau disetrika.

Perabot untuk mencuci seperti sabun, pemutih pakaian, alat gantungan baju dan lain-lain juga harus diberi temapt tersendiri untuk menyimpannya. Sedangkan pewangi pakaian dan setrika bisa ditaruh di bawah meja setrika atau rak.

Jika ingin efisien dalam penggunaan ruang, gunakan lemari cabinet yang ada tutupnya. Selain bisa terlihat lebih rapi, tutup ini juga dapat menambah nilai estetika juga diberi sentuhan lain yang artistik. Misalnya penggunaan warna yang selaras dengan warna dinding dan lantai, pegangan pintu yang cantik dan seterusnya. Untuk penggunaan warna juga bisa disesuaikan dengan konsep yang telah ada.

Peletakan mesin cuci sebaiknya berada di bagian pinggir menempel pada dinding. Namun jaraknya juga harus diatur, minimal lima atau sepuluh senti meter. Tujuan menjaga jarak ini adalah untuk menghindari kerusakan pada dinding sekaligus untuk menjaga agar mesin cuci bisa awet.

Perlu diketahui jika mesin cuci ketika digunakan selalu mengeluarkan hawa panas. Jika terlalu dekat dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan keretakan dinding atau warna dinding menjadi gosong. Dan karena tidak mendapat aliran udara, mesin cuci juga menjadi aus dan cepat rusak. 

Kemudian untuk meja setrika tempat terbaik untuk meletakan adalah berada dekat jendela. Udara yang masuk bisa memunculkan hawa segar sehingga orang yang bertugas melicinkan dan merapikan baju tidak merasakan hawa panas yang ditimbulkan dari mesin setrika.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah untuk saluran pembuangan air cucian. Gunakan selang yang ditata sedemikian rupa agar tidak menggunakan bagian lantai yang sering digunakan untuk lewat atau bekerja. Selain tidak sedap dipandang dan mengurangi nilai estetika, selang tersebut bisa membuat orang jatuh karena kakinya tersangkut ketika sedang berjalan.
Artikel Lainnya :