Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Membuat Desain Kamar Untuk Bayi

Membuat Desain Kamar Untuk Bayi
Meski masih kecil namun seorang bayi juga membutuhkan kamar yang proses penataannya tidak boleh disepelekan begitu saja. Karena hal ini berkaitan dengan masalah kenyaman, kesehatan dan keselamatan.
Walau demikian untuk desainnya tidak perlu yang rumit-rumit. Apalagi jika gaya ruang yang digunakan juga menggunakan desain sederhana. Hiasan dan ornament yang menimbulkan kesan ramai sebaiknya tidak usah digunakan. Misalnya seperti dipan atau tempat tidur serta meja kursi yang menggunakan ukiran, lampu gantung yang bentuk desainnya berat dan sebagainya.

Lebih baik menggunakan teknik penataan yang menimbulkan kesan bersih dan tenang. Penataan warna pada dinding serta lantai dan jenis perabot yang digunakan juga menggunakan warna yang lembut dan tenang. Untuk menghilangkan kesan dingin dari warna yang lembut bisa memberi sentuhan warna lain yang punya sifat cerah, berani namun tetap netral.

Misalnya warna krem kekuningan, coklat terang atau abu-abu muda yang dijadikan sebagai warna utama, kemudian pada bagian tertentu misalnya jendela dan kusen pintu menggunakan warna yang lebih cerah cerah seperti kuning, hijau melon, merah atau jingga. Sedangkan untuk dipan atau tempat tidur, kain penutup jendela atau gorden dan aksesoris yang lain menggunakan warna putih atau oranye lembut. Warna-warna ini selain cerah namun tetap teduh serta bisa memunculkan kesan yang manis seperti pembawaan bayi pada umumnya.

Jika ingin melakukan penghematan, hindarkan warna yang bisa menunjukan identitas tertentu terutama yang berhubungan dengan jenis kelamin. Warna biru cenderung punya sifat yang maskulin sehingga lebih cocok digunakan untuk bayi laki-laki. Sedangkan warna merah muda atau pink punya sifat yang feminim sehingga  banyak digunakan untuk bayi perempuan.

Sehingga ketika nanti suatu saat punya bayi lagi dan berjenis kelamin yang berbeda, maka desain kamar tersebut tidak perlu diganti warnanya. Mungkin hanya perlu sedikit pembenahan saja yang tidak memerlukan dana begitu banyak.

Agar bisa lebih hemat lagi terutama untuk jangka waktu yang panjang, gunakan perabot yang punya multi fungsi. Misalnya untuk dipan atau tempat tidur. Pilihlah yang teknik penggunaannya bisa dikecilkan atau dibesarkan sesuai dengan ukuran tubuh bayi.

Jadi jika bayinya sudah tumbuh menjadi anak-anak tidak diperlukan tempat tidur yang baru lagi. Hal yang sama juga bisa dilakukan pada perabot lain yang bersifat multi fungsi. Seperti rak pakaian bayi yang setelah tidak digunakan bisa difungsikan sebagai tempat untuk menyimpan mainan dan sebagainya.
Jika ruang yang digunakan punya ukuran yang kecil dan tidak begitu luas, gunakan konsep penataan yang menggunakan sistem satu tempat bisa digunakan untuk dua keperluan atau lebih. Menggunakan tempat tidur yang menggunakan kaki sehingga pada bagian bawahnya bisa digunakan untuk meletakan rak tempat menyimpan berbagai keperluan perawatan bayi adalah salah satu cara yang bisa diterapkan.

Namun ketinggian kaki ini harus diperhitungkan dengan cermat demi keselamatan bayi ketika melakukan gerakan. Agar lebih aman gunakan tempat tidur yang menggunakan susunan pilar pengaman. Jika ingin lebih efisien bisa menggunakan perabot yang pada bagian bawahnya dipasang roda sehingga lebih mudah dipindah-pindahkan ke tempat yang lain.

Agar lebih dapat memunculkan kesan ceria dan lucu, pada bagian dinding ruang bisa diletakan aneka hiasan yang juga bertemakan bayi. Misalnya gambar binatang yang lucu atau foto bayi itu sendiri dengan berbagai pose seperti sedang tertawa, tengkurap dan lain-lain. Kemudian pada lemari atau bifet ditaruh boneka yang bentuknya juga tidak kalah lucu dan cerianya.
Artikel Lainnya :