Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Teknik Pemasangan dan Perawatan Marmer

Teknik Pemasangan dan Perawatan Marmer
Pada umumnya batu marmer digunakan untuk penutup dinding, lantai atau meja serta tiang penyangga atau pilar. Penggunaan bahan ini bisa menghasilkan tampilan yang istimewa, elegan dan cantik baik untul luar atau dalam ruang.

Dengan corak dan motifnya yang sangat khas serta unik, batu marmer tentu punya nilai keindahan yang lebih tinggi dibanding dengan bahan yang lain seperti keramik, teraso dan sebagainya. Selain itu marmer juga selalu dihubungkan dengan nuansa anggun, eksotis dan mewah. Hal ini dikarenakan marmer bisa memunculkan aneka warna yang berbentuk gradasi.

Kelebihan lainnya adalah karena merupakan batu alam yang dapat menyerap hawa panas maka ruang yang dipasang dengan marmer akan selalu dingin dan sejuk meski suhu yang berada di luar ruang sedang panas. Bahkan jika digunakan untuk luar ruang permukaan marmer tetap dingin meski cuacanya juga panas sehingga tetap nyaman untuk diduduki.

Standar ukuran yang digunakan untuk pemotongan marmer ada dua yaitu tigapuluh dan enampuluh sentimeter. Semuanya dalam bentuk kotak atau bujur sangkar. Jika membelinya dengan sistem pemesanan biasanya dapat menggunakan ukuran sendiri sesuai kebutuhan dan selera. Selain itu masih ada marmer yang bentuknya berupa lembaran besar yang disebut dengan slab.

Tidak seperti material yang lain, pemasangan batu mamer butuh teknik tersendiri. Yaitu harus selalu diusahakan untuk menggunakan marmer yang berasal dari lembaran atau slab yang sama. Tujuannya adalah agar penempatan dan pengaturan motifnya lebih mudah dilakukan. Selain itu usahakan pula dalam satu ruang selalu menggunakan marmer dari slab yang sama.

Jika jumlah ruang yang mau dipasang marmer lebih dari satu, ruang yang besar harus didahulukan. Sehingga ruang yang besar tersebut tidak akan kekurangan marmer yang motifnya sama serta berasal dari lembaran slab yang sama pula. Barulah sisanya digunakan untuk ruang yang lebih kecil. Perlu diketahui, masing-masing lembaran atau slab marmer biasanya punya motif dan corak yang berbeda-beda.

Untuk marmer yang punya motif garis juga perlu perhatian yang khusus. Lembaran marmer yang kedua tidak dipasang disamping lembaran pertama namun diatasnya. Kemudian lembaran ketiga berada diatas lembaran kedua dan seterusnya.

Jika menggunakan marmer dari jenis travertine, pada bagian bawah harus bisa tertutup dengan rapat. Gunakan resin atau lem putih yang dicampur dengan semen putih agar penutupan tersebut tidak memunculkan celah atau lubang. Karena marmer travertine ini punya lubang-lubuang yang kecil. Penutupan tersebut bertujuan untuk menghindari munculnya adonan semen yang keluar dari lubang-lubang tersebut menuju permukaan marmer. Jika ini terjadi tentu hasilnya tidak bagus karena marmer menjadi kotor.

Adonan semen dan pasir yang digunakan untuk pemasangan marmer juga berbeda dengan bahan material yang lain, yaitu dilarang menggunakan air yang banyak. Karena jika adonan terlalu encer akan mengakibatkan marmer tidak melekat dengan erat pada adonan tersebut. Hal ini bisa mengakibatkan marmer mudah terlepas.
Teknik perawatan marmer juga sedikit lebih rumit. Minimal dalam waktu satu bulan lantai marmer harus dipoles dan diberi lapisan khusus. Pemolesan ini terutama harus dilakukan pada bagian-bagian terbuka dan sering digunakan atau dilewati. Pemolesan ini menggunakan alat poles atau mesin.

Jika hal ini dianggap mahal dan ribet bisa menggunakan teknik lain yang lebih praktis. Pertama kali bersihkan lantai marmer dengan obat pembersih lantai biasa, kemudian lantai tersebut dioles dengan krim yang biasanya digunakan untuk mengkilapkan bodi mobil. Setelah krim tersebut meresap bersihkan lagi menggunakan alat dari busa yang digunakan untuk mencuci piring. Busa ini biasanya punya warna hijau. Penggunaan busa ini hanya digosokan saja tanpa air atau cairan yang lain.
Artikel Lainnya :