Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Mendesain Ruang Untuk Membaca dan Perpustakaan

Mendesain Ruang Untuk Membaca dan Perpustakaan
Meski di Indonesia minat bacanya belum begitu tinggi, namun bagi beberapa orang kegiatan ini sudah menjadi kebutuhan pokok. Jadi tidak mengherankan jika mereka yang suka dengan kegiatan ini membutuhkan ruang baca tersendiri untuk melakukan kegiatan ini. Apalagi jika koleksi buku yang dipunyai jumlahnya cukup banyak dan perlu tempat penyimpanan yang khusus yaitu perpustakaan pribadi.

Lokasi terbaik untuk membuat perpustakaan pribadi dan ruang baca adalah tempat yang tenang dan jauh dari suara bising. Karena kegiatan membaca juga butuh suasana yang nyaman dan tidak berisik karena akan mengganggu konsentrasi.

Jika tempatnya memungkinkan buatlah ruang baca dan perpustakaan yang menghadap langsung ke taman agar mata yang lelah setelah membaca bisa lebih mudah untuk mendapat pandangan yang segar.

Untuk penggunaan warna dinding bisa disesuaikan dengan selera. Namun pada umumnya ruang baca selalu memilih warna yang lembut namun tetap terang. Misalnya biru muda yang dipadu dengan warna putih. Sedangkan perabot yang digunakan bisa menggunakan warna yang lebih gelap agar kesan dingin yang timbul dari warna biru bisa sedikit lebih hangat.

Sistem pencahayaan juga perlu perhitungan cermat karena kegiatan membaca membutuhkan sinar yang cukup dan sejuk serta tidak boleh menyilaukan mata. Jenis lampu baca yang baik adalah lampu bohlam yang sinarnya berwarna kuning lembut.

Hindari penggunaan sinar warna putih karena akan membuat mata cepat lelah. Jika perlu sediakan pula lampu portable yang bisa dipindahkan sehingga ketika ingin merubah posisi baca tetap bisa mendapat cahaya yang cukup. Posisi lampu juga harus tepat di atas meja agar tidak menimbulkan bayangan yang bisa mengganggu kenyamanan ketika sedang membaca.

Ukuran meja dan kursi yang digunakan untuk membaca harus dihitung, jangan hanya mempertimbangkan sisi keindahan dan kenyamanannya saja. Usahakan ketika buku diletakan di atas meja, jarak pandang mata minimal duapuluh sentimeter. Kemudian ketika duduk posisi badan juga harus tetap tegak, tidak boleh menunduk. Karena hal ini berhubungan dengan kesehatan mata dan punggung serta leher.

Jika suka membaca dengan posisi yang lebih santai, bisa memilih kursi baca yang bentuknya memanjang ke depan dan lebih pendek ukuran ketinggiannya. Sedangkan sandarannya punya susut kemiringan lebih dari 90 derajat sehingga posisinya jadi setengah tidur. Agar lebih nyaman kursi tersebut diberi bantal untuk menahan punggung sehingga tidak mudah lelah.

Agar punya karakter yang lebih kuat sebagai ruang baca dan perpustakaan, gunakan lemari kaca untuk menyimpan koleksi-koleksi buku yang dipunyai. Kaca yang digunakan harus berwarna bening sehingga buku bisa terlihat dari luar.

Agar makin terlihat lebih indah selain ditata dengan sistem berbaris, letakan beberapa buku yang ditata menghadap ke depan. Sehingga cover buku tersebut bisa terlihat dengan jelas. Pilihlah jenis buku yang lebih tebal serta warna cover yang lebih mencolok.

Penggunaan berapa hiasan juga bisa mempercantik tampilan ruang baca. Seperti pohon palem yang ditaruh di dalam pot, vas bunga dan sebagainya. Hiasan dinding berupa lukisan juga akan membuat tampilan dinding menjadi lebih elegan.

Kemudian hal lain yang juga perlu mendapat perhatian adalah sistem sirkulasi udara. Ruang penyimpanan buku tidak boleh terlalu lembab karena jamur akan mudah muncul. Jika ini terjadi tentu buku akan lebih cepat rusak dan kusam.

Usahakan pula ruang baca dan perpustakaan ini tidak terlalu terbuka agar debu tidak mudah masuk ke dalam ruang yang membuat buka cepat kotor. Agar pandangan mata tetap luas, sebaiknya perpustakaan tersebut menggunakan kaca jendela yang lebih lebar.
Artikel Lainnya :