Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Mengenal Makna Desain Rustic dan Konsepnya

Mengenal Makna Desain Rustic dan Konsepnya
Gaya rustic adalah suatu konsep desain rumah yang punya tekstur tidak halus atau kasar dan tidak diselesaikan. Rustik sendiri jika terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia mempunyai arti tua atau berkarat. Maksudnya adalah penataan desain rumah dan interior yang lebih memfokuskan pada kesan yang lebih alamiah. Dalam penggunaaan material, konsep desain ini sering tidak melakukan proses penyelesaian akhir, sehingga kesan kasar lebih sering muncul.

Sebenarnya, secara tidak sadar banyak masyarakat Indonesia yang telah lama menerapkan desain ini pada bangunan rumah milik mereka. Terutama  untuk rumah yang menggunakan desain dan gaya tradisional. Namun mereka tidak sadar jika gaya yang mereka terapkan merupakan gaya rustic yang saat ini menjadi trend di beberapa kota besar Indonesia bahkan dunia.

Sementara untuk bangunan modern , desain rumah country sebenarnya juga mendekati konsep gaya rustic juga. Terutama dalam hal penggunaan bahan kayu serta batu yang lebih banyak. Sedangkan rumah modern atau minimalis yang juga banyak menggunakan bahan batu juga bisa dinamakan rustic juga meski bukan rustic dalam arti yang sebenarnya.

Karena ciri-ciri utama dari gaya desain ini memang terletak pada penggunaan bahan yang lebih alami serta tidak pernah dilakukan finishing. Misalnya pada bagian dinding dalam atau luar ruang yang temboknya tidak diplester dengan aci. Atau bisa juga sebagai pengganti plester aci digunakan batu yang punya tekstur kuat. Sehingga kesan yang muncul adalah bahan yang kasar serta tua dan bernuansakan tempo dulu.

Sedangkan untuk bagian atap, konsep yang digunakan lebih bernuansa etnik atau tradisional . Sehingga bahan genteng yang menjadi fokus utamanya juga memakai bahan yang juga dibuat secara tradisional, bukan produk dari pabrik modern.

Contoh seperti ini bisa terlihat di rumah-rumah yang berada di daerah pedesaan atau bangunan adat yang menggunakan kayu yang tidak dihaluskan dan pada bagian dinding temboknya juga tidak menggunakan lapisan aci atau semen. Bagian plafonnya sama, tidak menggunakan penutup. Jika ingin menggunakan maka bahannya terbuat dari kayu yang ditata mengikuti alur kemiringan atap.

Untuk penggunaan warna, desain rustic sangat cocok menggunakan warna yang lebih alamiah dan mendekati tampilan bahan yang digunakan. Misalnya merah bata atau tanah, coklat kayu, kuning pucat atau abu-abu dan hitam.

Selanjutnya untuk penataan interior, konsepnya juga tidak begitu jauh berbeda dengan desain lain. Namun gaya rustic lebih menitik beratkan pada penggunan bahan dan material yang teksturnya cenderung kasar dan lebar.

Sedangkan untuk bagian eksterior justru lebih mudah dipadukan karena konsep dari gaya rustic sendiri juga menyatu dengan alam. Selain menciptakan taman, bisa menyediakan kolam yang diisi dengan ikan atau membuat air terjun sehingga nuansa segar dan alami makin nyata tercipta. Khusus untuk ikan pengisi kolam, sebaiknya juga memilih jenis ikan yang lebih sering ditemukan di alam liar, bukan ikan hias koi dan sejenisnya.

Sebagaimana telah dijelaskan jika gaya rustic selalu menonjolkan nuansa tempo dulu dan kehangatan suasana. Selain bahan yang digunakan harus punya tekstur kuat dan kasar, penggunaan perabot atau funiturnya juga harus mampu memunculkan aroma yang lebih sederhana dan tidak mahal. Misalnya menggunakan kayu yang harganya lebih murah seperti kayu kelapa atau memakai kayu bekas.

Namun demikian bukan berarti kita tidak boleh menggunakan bahan yang merupakan buatan pabrik sama sekali. Agar kesan modern dan dinamis tetap muncul, perabot interior masa kini yang terbuat dari logam, kaca atau baja juga bisa diselaraskan dengan berbagai perabot lain yang cederung kuno.
Artikel Lainnya :