Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Membuat Desain Home Theatre

Membuat Desain Home Theatre
Salah satu jenis hiburan yang hingga saat ini disukai oleh  sebagian besar masyarakat terutama yang tinggal di daerah perkotaan adalah menonton film yang dilakukan bersama-sama dengan teman atau keluarga. Bagi yang suka keluar rumah, mereka bisa pergi ke gedung bioskop yang juga mudah ditemukan. Sementara bagi yang malas keluar lebih suka menikmati film dengan menggunakan home theatre di rumahnya sendiri.

Karena selain lebih irit, dengan menggunakan home theatre juga lebih fleksibel dalam pengaturan waktunya. Tidak seperti di gedung bioskop yang harus menyesuaikan dengan jam atau waktu serta jadwal pemutaran film yang telah ditentukan. Apalagi menonton film di rumah juga bisa lebih santai dan nyaman. Jenis film yang diputar juga bisa dipilih sesuka hati sesuai dengan selera yang disukai.

Untuk membuat ruang home theatre di rumah , pertama kali yang harus diperhitungkan adalah luas atau ukuran ruang yang dbutuhkan. Jika pesawat televisi yang digunakan adalah jenis plasma, maka minimal luas ruangnya adalah berukuran tiga kali empat meter. Sedangkan untuk yang menggunakan proyektor, maka ruang yang harus tersedia lebih luas yaitu empat kali enam meter.

Untuk penerangan atau konsep pencahayaannya juga harus disesuaikan. Televisi plasma mampu memunculkan gambar yang lebih jelas, jernih dan optimal. Agar mata bisa terasa lebih nyaman maka harus menggunakan pencahayaan yang lebih terang. Sedangkan untuk proyektor, pencahayaan yang digunakan tidak boleh terlalu terang. Sebaiknya remang-remang atau tamaram saja. Jika terlalu terang justru akan menyilaukan mata dan gambar yang muncul menjadi tidak jelas serta buram.

Agar suara yang dihasilkan menjadi lebih jernih dan jelas, jika di ruang tersebut ada jendela terutama yang menggunakan kaca sebaiknya ditutup dengan tirai. Demikian pula dengan lantai dinding dan lantai ruang.

Agar suara tidak memantul dan menimbulkan gema, bagian ini harus ditutup menggunakan karpet, wallpaper atau bahan lain yang punya sifat kedap suara. Lebih bagus lagi jika lantai yang digunakan adalah lantai kayu atau parket. Karena kayu tidak mampu sama sekali memantulkan suara.

Untuk perabot dan peralatan audionya, kualitas dari suara yang dihasilkan sangat tergantung dengan kualitas speaker yang digunakan. Selain itu jumlah juga ikut menentukan. Agar bisa menghasilkan suara yang baik, minimal dibutuhkan lima speaker. Dua untuk front speaker atau suara depan, dua yang lain untuk surround atau keliling dan satu lagi untuk sub woofer atau untuk menghasilkan suara gema yang jernih. Jika ruang home theater ini juga difungsikan sebagai tempat untuk karaoke, tambahkan lagi sebuah speker yang hanya digunakan sebagai speaker vocal atau bernyanyi.

Untuk sistem elektriknya, sebaiknya semua elemen di letakan di bawah lantai yang diberi lapisan karpet. Tujuannya agar jika ada gangguan lebih mudah melakukan pengecekan dan perbaikan. Selain itu juga untuk memunculkan kesan yang rapi, tidak amburadul.

Selain itu sistem kelistrikan yang digunkan sebaiknya juga menggunakan saluran yang khusus digunakan untuk memenuhi kebutuhan ruang home theater saja. Sehingga jika ada ganggunan penurunan tegangan atau voltase tidak akan menimbulkan kerusakan pada perabor elektrik yang digunakan. Agar perangkat home theater lebih awet, dalam ruang tersebut juga diberi AC pendingin. Karena hawa atau udara yang terlalu panansjuga bisa menyebabkan kerusakan.

Agar bisa terlihat harmonis, gunakan meja yang desain dan gayanya juga selaras dengan perangkat audio dan video yang digunakan. Sedangkan untuk kebutuhan kursinya disarankan untuk menggunakan jenis sofa yang pada bagian penutupnya menggunakan bahan yang polos. Jika ingin menggunakan motif pilihlah motif yang sederhana dan tidak mencolok atau ramai.
Artikel Lainnya :