Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Aneka Jenis Desain Dapur

Aneka Jenis Desain Dapur
Salah satu tujuan membuat perencanaan tata ruang adalah untuk memudahkah penghuni dalam melakukan kegiatannya. Demikian pula dengan ruang yang digunakan untuk kegiatan memasak atau dapur. Penataan ruang dan interior harus direncanakan agar selain bisa memasak dengan nyaman juga untuk menjaga keselamatan, terutama dari bahaya kebakaran. Dan yang tidak dilupakan juga nilai keindahan dan estetika.

Meski terlihat sepele, namun membuat tata letak yang baik untuk dapur memang tidak begitu saja bisa dilakukan. Karena jika terjadi kesalahan akan menjadikan kegiatan memasak kurang nyaman. Namun demikian ada beberapa jenis desain dapur yang bisa dijadikan sebagai referensi.

Konsep desain Island adalah sistem penataan yang lebih lengkap dan merupakan salah satu jenis desain yang paling banyak disukai. Desain ini bisa diterapkan pada ruang yang luas dan lebar. Karena pada bagian tengah ruang diletakan sebuah meja yang digunakan untuk bekerja sekaligus menjadi fokus utama perhatian atau point of view. Selain membuat tampilan dapur menjadi lebih cantik, meja ini juga bisa memunculkan kesan yang fungsional.

Desain dapur yang berbentuk huruf U dinamakan desain U-Shaped. Konsep ini juga menjadi salah satu yang favorit. Alasannya adalah karena sistem penataan perabotnya sangat sempurna serta dapat memenuhi semua jenis kebutuhan segitiga kegiatan. Maksud dari segitiga di sini adalah perangkat untuk menyimpan bahan masakan, tempat untuk mencuci dan kompor bisa diorganisasikan pada tempat yang telah ditentukan.

Desain U-shaped ini bisa dimodifikasi dan menghasilkan bentuk yang baru yang dinamakan dengan gaya J-Shaped. metodenyaa adalah dengan cara menghilangkan salah satu sisi dengan tujuan untuk penghematan ruang. Jika dilihat secara sekilas,  bentuknya memang seperti garis yang melengkung dan membentuk huruf J. Bagian yang melengkung ini digunakan untuk melakukan aneka kegiatan seperti membuat bahan atau adonan masakan serta bisa dijadikan sebagai tempat untuk makan bersama.

Sedangkan desain dapur yang bentuknya seperti huruf L juga dinamakan dengan desain L-Shapped. Desain ini sangat cocok diaplikasikan untuk ruang yang lebih sempit namun memanjang. Karena desain ini terbentuk dari pertemuan dua tembok atau dinding yang membentuk sebuah sudut. Di tempat itu bisa diletakan berbagai perabot yang bersebelahan dengan bagian dinding yang panjang. Sementara untuk dinding yang pendek digunakan untuk kegiatan makan.

Konsep desain atau gaya galley juga dinamakan dengan sebutan tata letak koridor. Wujud dari desain ini adalah dapur dibuat pada bagian dinding yang pararel sehingga wilayah kerjanya menjadi saling berhadap-hadapan dan membentuk semacam lorong. Karena fasilitas yang digunakan untuk kegiatan memasak diletakan pada sisi yang berada di depan kompor.

Golden Tiangle juga merupakan bentuk desain dapur yang bisa memenuhi syarat tiga konsep utama dari tiga kegiatan atau kerja yaitu memasak, mencuci dan menyimpan makanan. Dengan menggunakan desain gaya Golden Tiangle ini meski luas ruang yang tersedia terbatas namun perabot utama seperti kompor, kulkas dan tempat pencucian tetap bisa ditata pada tempat yang sudah ditentukan. Sehingga kegiatan di dapur tetap bisa berjalan dengan lancar.

Yang terakhir adalah desain yang dinamakan dengan gaya One Wall. Konsep ini lebih pantas diterapkan untuk rumah yang lebih kecil dan ruang yang juga sempit atau terbatas. Satu dinding dimaksimalkan fungsinya sebagai tempat untuk bekerja.

Semua peralatan dapur ditata dengan sistem horizontal. Adapun jarak yang digunakan juga tidak begitu lebar dan panjang, hanya sekitar limapuluh sentimeter saja. Sementara untuk daerah vertikalnya bisa digunakan untuk meletakan tempat penyimpanan aneka peralatan dan bumbu masak.
Artikel Lainnya :