Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Pengertian Mezzanine dan Teknik Membuatnya

Pengertian Mezzanine dan Teknik Membuatnya
Yang dimaksud dengan mezzanine adalah suatu tempat atau ruang tambahan yang letaknya berada di antara lantai dan plafon atau lantai satu dengan lantai dua jika bangunan tersebut bertingkat. Kata mezzanine sendiri berasal dari bahasa Italia yaitu mezzo yang punya arti bagian tengah atau ditengah. Jadi mezzanine ini bisa dikatakan sebagai lantai atau ruang tambahan.

Pembuatan mezzanine ini sendiri biasanya bertujuan untuk menambah tempat namun tidak perlu menambah jumlah lantai bangunan. Karena jika ingin menambah lantai bangunan tentu biaya yang dikeluarkan lebih banyak apalagi jika harus merubah konstruksi bangunan. Hal itu saja saja dengan membuat bangunan yang baru.

Adapun fungsi dari mezzanine bisa digunakan sebagai tempat untuk bersantai , ruang bermain atau ruang keluarga. Bisa juga mezzanine ini difungsikan sebagai ruang baca atau perpustakaan pribadi karena suasananya lebih tenang. Bentuk ruang mezzanine punya sifat lebih terbuka karena tidak menggunakan pintu, sehingga tidak cocok digunakan untuk ruang pribadi seperti tempat tidur.

Syarat utama yang diperlukan untuk membuat mezzanine adalah ukuran jarak antara plafon atau atap dan lantai yang digunakan harus tinggi, minimal lima meter. Jika jarak tersebut lebih tinggi dari lima meter maka pembuatan mezzanine tentu akan lebih mudah dilakukan.

Karena ketinggian mezzanine yang paling baik juga tidak boleh berbeda dengan ketinggian ruang biasa yaitu sekitar dua setengah atau tiga meter. Jadi jika dijadikan satu maka ketinggian yang dibutuhkan untuk membuat mezzanine ini adalah lima atau enam meter.

Bahan untuk membuat ruang mezzanine bisa menggunakan tiga pilihan yaitu beton,  kayu dan baja. Jika menggunakan bahan beton, kelebihan yang dimiliki adalah punya tampilan yang lebih nyata dan kuat jika dibandingkan dengan menggunakan bahan lain.

Namun jika dana yang tersedia terbatas bisa menggunakan kayu, baja atau dua bahan tersebut dikombinasikan. Kelemahan dari kedua bahan ini adalah tidak mampu membuat ruang mezzanine dengan ukuran yang lebih luas serta karakter yang muncul juga tidak sekuat jika menggunakan bahan beton.

Adapun ukurannya juga tidak boleh penuh karena hanya dapat menggunakan sebagian ruang yang disediakan. Sedangkan untuk posisinya sejajar atau sebaris dengan ruang yang berada di tempat tersebut.

Jika ingin membuat ruang mezzanine sebaiknya sudah membuat perencanaan sebelum rumah dibangun. Karena hal ini akan memudahkan untuk pembuatan desain dan konsep yang ingin diterapkan. Apalagi ruang mezzanine juga punya hubungan dengan ketinggian dinding rumah seperti penjelasan di atas. Selain itu ruang mezzanine biasanya menggunakan bentuk melayang yang butuh perhitungan cermat terutama tentang pembagian beban serta luas bentangan. Karena hal ini juga berkaitan dengan nilai keindahan dan estetika.

Jika ingin membuat mezzanine setelah bangunan terlanjur jadi atau pada rumah yang ukurannya kecil serta ukuran dindingya kurang dari lima meter bisa menggunakan ketinggian yang berada di bagian bawah genting atau atap. Caranya adalah dengan membongkar plafon lalu menggantinya dengan plafon lain yang bentuknya mengikuti ukuran miring atap di atasnya. Sehingga akan didapatkan ukuran dinding yang lebih tinggi. Di tempat inilah kemudian dibuat ruang mezzanine.

Mezzanine ini sebaiknya menggunakan kayu yang berukuran besar atau balok kemudian diberi kayu papan atau multiplek yang punya ukuran tebal minimal delapan belas millimeter sebagai lapisannya. Agar terlihat indah lapisan ini bisa ditutup dengan karpet yang berfungsi sebagai lantai.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan mezzanine dengan konsep seperti ini adalah sistem sirkulasi udaranya. Karena mezzanine akan menjadi lebih panas sehingga dibutuhkan ventilasi yang cukup serta pengaturan jarak yang tidak terlalu dengan dengan atap.  
Artikel Lainnya :