Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Teknik Menempatkan Kaca atau Mirror

Teknik Menempatkan Kaca atau Mirror
Bisa dikatakan hampir di setiap rumah selalu bisa dengan mudah ditemukan kaca. Karena material ini memang telah menjadi kebutuhan. Namun banyak orang yang kurang begitu memahami jika sebenarnya benda ini bisa dijadikan sarana untuk mempercantik tampilan ruang atau interior.  Karena penggunaan kaca sebenarnya bukan hanya sebatas untuk jendela, pintu atau kaca rias saja. Benda bening ini juga bisa digunakan untuk hiasan dinding, pembatas atau penyekat ruang, dan fungsi yang lain.

Jika ruang yang kita miliki punya ukuran yang sempit kita bisa memasang kaca cermin besar  pada salah satu dinding ruang tersebut. Maka efek yang ditimbulkan dari kaca cermin ini ruang akan terasa menjadi lebih lebar dan lapang. Apalagi jika kaca yang dipasang ada dua dan posisinya saling berhadapan.

Selain itu kita juga bisa mengganti dinding tembok dengan kaca, terutama pada bagian dinding yang menghadap pada bagian luar atau taman. Maka selain menimbulkan kesan yang lebih luas, kita juga bisa menikmati secara langsung kesegaran taman yang ada di tempat itu dan ruangpun seakan lebih menyatu dengan alam atau lingkungan. Sinar matahari juga bisa masuk dengan bebas.

Kaca juga bisa digunakan untuk membantu sistem pencahayaan. Jika kita punya ruang yang tidak bisa mendapat pencahayaan sinar matahari secara maksimal, maka gunakan kaca cermin yang diposisikan sedemikian rupa sehingga bisa memantulkan sinar matahari dan masuk kedalam ruang yang butuh penyinaran tersebut. Meski hanya berfungsi sebagai alat pemantul saja, namun sebaiknya juga diberi pigura dengan desain serta bahan yang selaras konsep penataan ruang.

Meja yang pada bagian atasnya menggunakan kaca dapat memunculkan kesan yang modern dan mewah. Bentuk kaca yang digunakan bisa disesuaikan dengan selera. Mau bundar, lonjong, kotak atau persegi panjang. Namun untuk yang menggunakan bentuk bundar dan lonjong bisanya lebih cocok digunakan untuk ruang makan. Agar nilai estetika bisa bertambah, kursi yang digunakan bisa menggunakan bahan dari logam serta kulit untuk penutupnya.

Selain itu untuk pembatas ruang kaca juga bagus. Pembatas ini bisa berupa lemari atau mebel tembus pandang. Didalamnya kemudian diberi sekat horizontal untuk menaruh berbagai macam hiasasan. Lebih bagus lagi jika hiasan tersebut mengandung tema tertentu yang sesuai dengan konsep ruang yang digunakan. Misalnya menempatkan patung-patung berbentuk arca atau benda kuno jika konsep ruang yang digunakan adalah klasik atau etnik. Untuk kerangkanya, bahan yang paling bagus digunakan adalah kayu.

Sedangkan untuk ruang yang modern atau minimalis bisa menempatkan berbagai macam benda yang menimbulkan kesan masa kini. Adapun untuk kerangkanya bisa menggunakan dari stainless stell atau krom. Yang perlu diperhatikan dalam penataan tersebut adalah jangan terlalu ramai dan padat karena akan memunculkan kesan sebagai tempat pajangan barang dagangan seperti etalase toko.

Sementara untuk ruang makan lemari kaca juga bisa digunakan untuk menyimpan perabot coffe set dan peralatan makan yang lain . Jika bisa menata dengan bagus, lemari ini juga akan menambah nilai keindahahan ruang makan.
Untuk eksterior atau hiasan luar, kaca bisa digunakan untuk menutup pagar dengan tujuan untuk memberikan nuansa yang ringan dan hangat. Namun kaca yang digunakan harus berwarna buram untuk melindungi privacy sehingga orang lain tidak bisa melihat kondisi dalam rumah atau halaman secara langsung.

Untuk perawatan, kaca tidak membutuhkan teknik khusus dan memakan banyak biaya. Jika terdapat kotoran atau debu yang menempel tinggal dibersihkan dengan semprotan spirtus kemudian digosok dengan kain lap. Jika mau lebih irit lagi bisa menggunakan kertas koran yang dibasahi dengan air kemudian digosokan pada kaca yang kotor.
Artikel Lainnya :