Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Tujuan Menjaga Jarak Bangunan

Tujuan Menjaga Jarak Bangunan
Saat ini sangat sulit bagi kita untuk menemukan bangunan rumah yang pada bagian temboknya tidak saling berdempetan atau menempel tembok rumah orang lain. Hal ini terutama sekali terjadi pada rumah hunian yang berada di komplek perumahan atau kota-kota besar yang persediaan lahannya makin terbatas. Bahkan tidak jarang satu tembok pembatas digunakan untuk dua bangunan rumah sekaligus.

Padahal menjaga jarang bangunan merupakan hal yang penting karena berkaitan dengan dengan kenyamanan dan untuk pemenuhan beberapa kebutuhan. Misalkan saja jika terjadi kerusakan pada tembok tersebut. Tentu merupakan hal yang sulit untuk menentukan siapa yang harus bertanggung jawab terhadap kerusakan tersebut.

Atau jika ingin melakukan renovasi rumah yang mengharuskan kita untuk merubah tembok yang menempel itu. Jika tetangga berkenan dan mau diajak untuk mendiskusikan masalah ini mungkin tidak begitu menyulitkan. Namun bagaimana jika mereka merasa keberatan dan tidak mau diajak untuk berkompromi?.

Belum lagi jika kita berpikir tentang sistem pencahayaan dari sinar matahari dan sirkulasi udara yang baik. Bagaimanapun juga dua kebutuhan tersebut merupakan hal yang cukup vital untuk mendapatkan kondisi rumah yang sesuai dengan standar kesehatan. Rumah yang baik adalah rumah yang mendapat sinar matahari dan sirkulasi udara bukan dari arah depan saja namun juga dari samping kiri, kanan dan belakang.

Dengan bersatunya dinding rumah dengan rumah yang lain, maka kita hanya akan mendapatkan sinar matahari dan sirukulasi udara dari arah depan saja. Sementara untuk bagian samping jelas tidak memungkinkan. Apalagi jika pada bagian belakang rumah juga saling berdempetan atau adu punggung.

Maka sirkulasi udara dan pencahayaan yang didapat makin kurang maksimal. Akibatnya adalah ruang yang berada di bagian belakang akan terasa pengap dan panas. Tentu hal ini akan menimbulkan rasa ketidaknyamanan tersendiri.

Kebutuhan air juga bisa menjadi pemicu masalah. Karena makin banyaknya rumah yang berdempet tentu akan mengakibatkan lahan kosong yang tersedia juga makin sempit dan berkurang. Akibatnya tanah di sekitar tempat tersebut juga makin berkurang kemampuan daya serapnya.

Dan ketika musim kering datang air yang menjadi kebutuhan pokok tersebut tidak bisa mengalir atau muncul dengan lancar. Problem ini bisa memberi dampak yang lain. Bukan saja kita tidak bisa mendapat pasokan air yang cukup namun juga memicu masalah sosial yang lain, seperti saling menyalahkan antar tetangga. Sehingga ketentraman dan kenyamanan lingkungan jadi terganggu.

Hal lain yang juga sering membuat tidak nyaman adalah berkurangnya privacy penghuni.  Karena tembok rumah berdempetan maka ketika sedang melakukan pembicaraan antar anggota keluarga, tetangga samping bisa mendengar apa yang sedang kita diskusikan. Jika itu merupakan permasalahan yang sepele atau obrolan biasa mungkin tidak begitu masalah. Namun bagaimana jika menyangkut masalah pribadi?. Tentu kita tidak ingin ada orang lain mengetahui berbagai urusan yang merupakan masalah intern keluarga.

Kemudian untuk masalah keamanan, bagi rumah yang saling berempet-empetan juga menjadi kurang begitu terjamin. Misalkan saja jika terjadi bencana kebakaran. Pada rumah yang tidak punya jarak tentu akan lebih mudah terkena jilatan api yang terus merembet.

Kemudian jika ingin menyelamatkan barang atau aset yang dipunyai sekaligus menyelamatkan diri, maka akses untuk penyelamatan tersebut hanya ada satu saja yaitu dari depan. Lalu bagaimana jika akses tersebut ternyata ikut terbakar?. Tentu keselamatan jiwalah yang menjadi taruhannya. Karena untuk menyelamatkan diri melalui jalan lain sudah tidak ada lagi.

Karena itulah ketika membuat bangunan rumah, harus selalu diusahakan untuk memberi jarak dengan bangunan rumah yang lain. Meski lahan yang dimiliki luasnya terbatas, namun demi keamanan dan ketentraman hal tersebut mestinya tetap dilakukan.
Artikel Lainnya :