Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Mengenal Desain Gaya Oriental

Mengenal Desain Gaya Oriental
Selain minimalis, jenis desain di Indonesia yang juga mengalami banyak perkembangan adalah desain yang menggunakan gaya oriental. Ini terjadi setelah proses demokrasi dalam sistem kehidupan di negeri ini menjadi lebih terbuka dibanding pada masa lalu yang cenderung tiran.

Secara umum, keuntungan yang diperoleh ketika menggunakan konsep desain bergaya oriental adalah mampu memunculkan kesan ringan dan ruang menjadi lebih lapang. Apalagi bentuk desain ini juga lebih mudah untuk menyesuaikan terhadap perkembangan jaman yang terus bergerak maju. Bagi yang ingin memunculkan kesan modern namun tetap punya aroma yang tradisional atau antik, desain oriental sangat cocok digunakan.

Dan bukan hanya pada ruangan dalam rumah saja, desain yang menggunakan gaya oriental juga bisa diaplikasikan untuk ruang kantor atau tempat umum yang bersifat komersial seperti rumah makan, caffe, hotel, pusat pertokoan dan sebagainya.

Desain rumah atau ruang bergaya oriental ini adalah bagian dari budaya asli Asia khususnya dari Cina, Korea, Jepang, Thailnd, Vietnam bahkan Persia. Namun yang menjadi paling dominan adalah Cina dan Jepang karena sistem kekaisaran yang bisa mencapai kejayaan dalam waktu cukup lama di dua negeri tersebut memberi akibat yang lain selain kemakmuran rakyat. Yaitu sistem budaya yang dibangun menjadi kuat dan mengakar dalam pandangan hidup masyarakat, termasuk budaya arsitek untuk bangunan dan interior untuk ruangan.

Desain oriental ini paling banyak muncul pada bagian penataan ruang, atap bentuk dan dinding serta pintu baik pintu rumah atau pintu untuk gerbang. Demikian pula untuk pemilihan perabot furniture dan berbagai hiasan yang digunakan untuk mempercantik tampilan ruang. Pada masa kini, konsep yang berdasarkan gaya oriental ini mengalami perubahan yang cukup besar namun tidak meninggalkan ciri-ciri khas yang utama.

Sehingga semua desain yang dimunculkan oleh para desainer interior maupun aristek bangunan terutama oleh golongan generasi muda bisa dipadukan dengan berbagai bentuk desain yang lebih modern. Misalnya penggunaan hiasan untuk perabot furniture untuk kebutuhan interior yang bisa digunakan untuk bangunan rumah atau ruang yang tidak menggunakan konsep desain oriental namun tetap bisa memunculkan nuansa yang harmoni dan selaras.

Untuk desain interior Jepang, penggunaan material terutama untuk furniturenya lebih banyak menggunakan bahan dari kayu. Warna yang digunakan adalah yang memunculkan kesan natural. Sedangkan untuk ornament dindingnya lebih banyak menggunakan bahan yang juga alami seperti batu alam, bambu dan kertas yang dibuat untuk lukisan pada dinding. Adapun ciri utama yang sering muncul dari desain interior oriental ini adalah penggunaan pintu geser serta tempat duduk yang tidak menggunakan kursi.

Sedangkan untuk desain oriental yang bergaya China, penggunaan warna yang paling dominan adalah merah menyala, putih, hitam dan warna emas. Adapun unsur yang paling sering digunakan adalah penggunaan huruf China atau kanji yang dibuat untuk dijadikan seni kaligrafi dan menjadi hiasan dinding. Namun selain tulisan kanji, masih ada berapa hiasan lain yang juga digunakan seperti gambar naga, bunga teratai atau lukisan dewa-dewa. Ciri utama lain dari desain oriental Cina adalah teknik pencahayaan yang menggunakan lampion yang warnaya juga merah.

Dan yang tidak kalah penting ketika membuat desain rumah bergaya oriental Cina, harus memperhitungkan tata letak bangunan. Mulai dari penentuan arah rumah, penataan ruang dan interior semua menggunakan perhitungan yang disebut dengan fengshui. Yaitu suatu ilmu keyakinan untuk membuat suatu perhitungan desain rumah agar bisa membuat penguninya merasa aman dan tentram.

Artikel Lainnya :