Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor
Artikel dan Tips - Image Bali Arsitek & Kontraktor

Jenis Desain Mebel Antik

Jenis Desain Mebel Antik
Salah satu elemen terpenting dalam rumah yang menggunakan desain klasik adalah penggunaan perabot furniture yang juga harus menggunakan desain bergaya antik agar kesan yang muncul bisa serasi dan harmoni.
Secara garis besar ada enam aliran desain furniture antik yang paling sering digunakan untuk memenuhi kebutuhan interior tersebut. Yaitu Rococo, Victoria, Mission, Chippendale, Federal dan gaya abad pertengahan.

Untuk desain yang bergaya Rococo, mulai berkembang di negara Perancis dan sering digunakan pada masa pemerintahan raja Louis XV. Nilai estetika yang sering ditonjolkan adalah bentuk rancangannya yang tidak begitu simetris. Yang diutamakan dari desain Rococo ini justru lebih eksentrik serta banyak menggunakan lekukan. Warna yang dipilih ada dua jenis yaitu warna perak dan emas. 

Sedangkan untuk desain yang menggunakan gaya Victoria sebenarnya juga banyak dipengaruhi oleh gaya Rococo karena desain ini memang muncul setelah bentuk desain Rococo mengalami kepopulerandan perkembangan. Ciri utama dari desain ini adalah penggunaan pegangan tangan atau sandaran yang bentuknya cenderung melengkung dan langsing.
Desain Victoria juga selalu menggunakan ornament  lukisan dan bahan pembuatannya lebih sering menggunakan kayu hitam sehingga punya bobot yang lebih berat. Meski bisa memunculkan kesan yang elegan, namun desain Victoria tidak bisa begitu popular dalam jangka waktu yang lama.

Salah satu penyebabnya adalah proses pembuatannya yang agak sulit dan rumit serta membutuhkan waktu yang cukup lama. Selain itu juga tidak bisa dibuat dalam jumlah yang banyak atau massal. Masyarakat yang bukan golongan ningrat atau kaya jarang yang mau menggunakan perabot Victoria untuk memenuhi kebututahan interior mereka.

Desain Mission mengalami masa puncak kepopuleran pada abad ke XIX dan XX. Banyak orang yang mengatakan jika gaya ini merupakan salah satu karya yang mendapat pengaruh dari budaya yang berkembang di negara Amerika pada saat itu. Tujuan dari dimunculkannya desain Mission ini adalah untuk membuat tandingan gaya Victoria yang sudah muncul lebih dahulu.

Ciri utama yang paling mencolok dari desain Mission adalah bentuknya yang sederhana, simpel, simetris namun tetap terlihat kokoh dan kuat. Bahan yang sering digunakan untuk pembuatannya adalah kayu oak atau cemara. Dan pada umumnya dibuat dengan sistem handmade tanpa menggunakan mesin.

Desain bergaya Chippendale mulai dikenal masyarakat pada abad ke XVIII. Nama Chippendale sendiri sebenarnya diambil dari nama seseorang yang punya profesi sebagai tukang membuat laci, yaitu Thomas Chippendale.

Ciri khas yang selalu muncul dari desain ini adalah bentuk kakinya yang selalu bulat serta tajan dan punya tekstur berupa garis yang bersifat elegan dan banyak dipengaruhi oleh desain dari negara-negara Asia dan Eropa khususnya Perancis. Warna yang dimunculkan cenderung bersifat gothic atau gelap seperti hitam atau coklat tua.

Untuk desain Federal, juga punya sebutan yang lain yaitu gaya American Empire Style. Bentuk konstruksi yang digunakan selalu menggunakan garis yang lurus serta ringan. Bentuk desain yang dihasilkan memunculkan kesan yang lebih halus jika dibandingkan dengan gaya desain yang lain.

Dan yang terakhir gaya abad pertengahan yang mulai berkembang serta banyak dikenal orang pada tahun 1950. Desain ini banyak dipengaruhi model furniture dari negara-negara Skandinavia. Ciri utamanya adalah tampilannya yang lebih bersih dan simetris. Ukuran kaki yang digunakan juga lebih pendek dan kecil dibanding dengan ukuran dari gaya desain yang lain. Warna yang dumunculkan juga lebih berani. Dan karena lahir pada jaman yang sudah lebih modern, bahan yang digunakan juga tidak begitu alami lagi. Misalnya bahan sintetik atau besi.
Artikel Lainnya :